Jaksa Tuntut Dua Pemuda Cabul di Malteng Bervariasi.

- Publisher

Tuesday, 14 January 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

INFOMALUKUNEWS.COM; Ambon–Jaksa Penuntut Umum Kejaksaan Negeri (Kejari) Ambon, Isabella Ubleuw menuntut dua terdakwa pencabulan terhadap anak dibawah umur dengan pidana penjara bervariasi.

Kedua terdakwa itu yakni, Charisto Fanuel Apitula dan Delvian Hambore, sementara korban pencabulan adalah VP alias V, yang masih berstatus anak dibawa umur. Mirisnya, kedua terdakwa ini melakukan persetubuhan dan pencabulan terhadap pacar rekan mereka sendiri.

Tuntutan tersebut dibacakan dalam ruang sidang Pengadilan Negeri Ambon yang dipimpin Hakim Ketua Martha Maitimu, didampingi dua hakim anggota lainnya, Senin (13/01/25).

Jaksa Ela dalam surat tuntutannya menyatakan, terdakwa Charisto Fanuel Apitula telah terbukti secara bersalah melakukan tindak pidana persetubuhan terhadap anak dibawah umur sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam pasal 81 ayat (2) UU.RI No. 17 tahun 2016 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang No. 1 tahun 2016 tentang Perubahan Kedua atas Undang-Undang No. 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

Sementara terdakwa Delvian Hambore terbukti bersalah melakukan tindak pidana pencabulan sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam pasal 82 ayat (1) UU.RI No. 17 tahun 2016 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang No.1 tahun 2016 tentang Perubahan Kedua atas Undang-Undang No. 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak

“Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa Charisto Fanuel Apitula berupa pidana penjara selama 9 tahun dan terdakwa Delvian Hambore dengan pidana penjara selama 6 tahun,” ucap Jaksa Ela.

Selain pidana badan, keduanya juga dituntut membayar denda masing-masing sebesar 100 juta rupiah subsider 6 bulan kurungan.

Sementara barang bukti berupa : 1 buah celana jeans pendek dan 1 buah baju kaos lengan pendek warna hitam bergambar Dirampas untuk dimusnahkan untuk menghindari trauma terhadap anak/korban.

Diketahui, Kedua terdakwa merupakan dua dari lima terdakwa yang terjerumus kasus tersebut. Kejadian yang dilakukan keduanya terjadi pada tanggal 28 Mei 2024, tepatnya di depan prestashop di daerah maluku tengah. (IM-06)

Berita Terkait

Festival Hadroh Didorong Jadi Wisata Religi Unggulan Maluku
Ziarah TMP Kapaha, Pemkot Ambon Ajak Masyarakat Teladani Semangat Perjuangan Pahlawan
Nusa Apono Road Race Championship Beta Ambon 2026 Resmi Dibuka, 126 Pembalap Adu Kecepatan di Sirkuit Transit Passo
Doa Bersama untuk Ambon, Pemkot Perkuat Persaudaraan dan Kebersamaan Sambut HUT ke-451
Bupati Bursel: Kades Harus Teladani Semangat Swadaya Roswel Nurlatu
Langkah Mandiri Warga Dusun Emori Sambut Hilirisasi Ubi Kayu
, –
Bang Dino Banta Isu Liar Yang menyebut Namanya Terkait Aktivitas Tambang ilegal Menggunakan Alat Berat
Berita ini 92 kali dibaca

Berita Terkait

Monday, 7 September 2026 - 08:03 WIT

Festival Hadroh Didorong Jadi Wisata Religi Unggulan Maluku

Monday, 7 September 2026 - 07:49 WIT

Ziarah TMP Kapaha, Pemkot Ambon Ajak Masyarakat Teladani Semangat Perjuangan Pahlawan

Monday, 7 September 2026 - 07:33 WIT

Nusa Apono Road Race Championship Beta Ambon 2026 Resmi Dibuka, 126 Pembalap Adu Kecepatan di Sirkuit Transit Passo

Monday, 7 September 2026 - 07:27 WIT

Doa Bersama untuk Ambon, Pemkot Perkuat Persaudaraan dan Kebersamaan Sambut HUT ke-451

Sunday, 6 September 2026 - 19:21 WIT

Bupati Bursel: Kades Harus Teladani Semangat Swadaya Roswel Nurlatu

Berita Terbaru