Jaksa Tolak Nota Keberatan Kuasa Hukum Lona Parinussa,Kasus Korupsi Dana Bos

- Publisher

Thursday, 27 March 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Infomalukunews.com, Ambon–Jaksa Penuntut Umum (JPU), Kejaksaan Negeri (Kejari) Ambon Donal Rettob, meminta majelis hakim menolak eksepsi atau nota keberatan, serta melanjutkan Pemeriksaan Saksi tindak pidana korupsi (Tipikor) atas nama terdakwa Lona Parinussa.

Sidang perkara tindak pidana korupsi (Tipikor) pada lingkup SMPN 9 Ambon itu berlangsung di Pengadilan Negeri Ambon, dipimpim hakim Wilson Silver, didampingi dua hakim anggota lainnya, Kamis (27/03/25).

JPU, dalam perkara ini menjelaskan bahwa, kedudukan yang obyektif dan cara pandang yang obyektif pula. Artinya, seorang hakim akan memeriksa suatu perkara harus dilandasi dengan aturan hukum yang benar dan tidak memihak kepada salah satu pihak dan akan memberikan putusan yang seadil-adilnya bagi para pihak yang terlibat dalam persidangan.

“Berdasarkan uraian pendapat atau tanggapan yang telah kami uraikan di atas, maka kami mohon kepada Majelis Hakim yang memeriksa, mengadili dan memutus perkara ini untuk menolak keberatan atau eksepsi yang diajukan penasihat hukum terdakwa Lona Parinussa,” kata JPU Donal Rettob.

Kata JPU, Itu dibuktikan dengan Berita Acara

Pemeriksaan Saksi dalam tahap penyidikan pada tanggal 27 Februari 2025 yang

ditandatangani terdakwa dalam kapasitas sebagai saksi dan terlampir dalam berkas

perkara terpisah atas nama Saksi Yuliana Puttileihalat,S.Ap dan Saksi Mariantje

Laturete dalam perkara a quo.

“Sebagaimana ketentuan dalam pasal 156 ayat (1) KUHAP, ada 3 hal yang

menjadi materi pokok Eksepsi, yaitu

Pengadilan tidak berwenang mengadili perkara dan Dakwaan tidak dapat diterima, serta Surat Dakwaan harus dibatalkan,” ungkapnya.

Dengan mencermati Eksepsi Penasehat Hukum kata JPU, terdakwa Lona Parinussa tersebut dan dihubungkan dengan materi pokok Eksepsi, bahwa Penasehat Hukum

mempermasalahkan tentang, Dakwaan JPU berdasarkan pelanggaran formil dan surat dakwaan tidak cermat, tidak jelas dan tidak lengkap.

Terkait dengan syarat sahnya suatu Surat Dakwaan sebagaimana diatur dalam pasal 143 Ayat (2) KUHAP yang dihubungkan dengan Surat Dakwaan terhadap terdakwa Lona Parinussa yang telah dibacakan didepan persidangan pada hari Senin tanggal 17 Maret 2025 lalu, sama sekali tidak terdapat Cacat Formil dimana Surat Dakwaan telah diberi tanggal dan ditandatangani oleh Penuntut Umum, serta berisi nama lengkap, tempat tanggal lahir, umur atau tanggal lahir, jenis kelamin, kebangsaan tempat tinggal, agama dan pekerjaan terdakwa yang telah dibenarkan oleh Terdakwa sendiri pada saat

persidangan, serta Surat Dakawaan telah menyebutkan waktu dan tempat tindak

pidana itu dilakukan.

“Dalam perkara tersebut sudah disusun secara cermat, jelas dan lengkap, sesuai dengan ketentuan Perundang-undangan, Eksepsi dari terdakwa/Penasihat Hukum tidak ditopang oleh dasar-dasar hukum

dan argumentasi yang meyakinkan dan Eksepsi/keberatan dari terdakwa/Penasihat Hukum telah melampaui lingkup eksepsi, karena telah menjangkau materi perkara yang menjadi objek pemeriksaan sidang.

Oleh karena itu, JPU dengan ini memohon agar Majelis Hakim yang memeriksa dan mengadili perkara ini menetapkan hal-hal,

“Menyatakan bahwa surat dakwaan telah disusun sebagaimana mestinya, sesuai dengan ketentuan perundang-undangan tersebut dapat dijadikan dasar pemeriksaan perkara, menetapkan Eksepsi/Keberatan dari Penasihat Hukum terdakwa dinyatakan tidak

dapat diterima/ditolak dan Menetapkan bahwa pemeriksaan perkara ini tetap dilanjutkan,” pungkasnya. (IM-06).

Berita Terkait

Mantan Bendahara DPRD SBB Akui Ada SPPD Fiktif 2021 di Hadapan Penyidik, LSM Gerindo: Kejari Jangan Tunggu Lama, Segera Tetapkan Tersangka
PAN Tual Kawal Prabowo, Fokus Kelautan dan Perikanan
Dugaan Korupsi Mobil Box Aru, Johan Gongga Diperiksa Penyidik
DPRD Maluku Prioritaskan Pengawasan dan Pembahasan APBD Perubahan 2026
Guru SLB di Maluku Minim Sertifikasi, DPRD Minta Intervensi Pemprov
Respons Cepat Polda Maluku: pastikan Usut Dugaan Penganiayaan oleh Oknum Brimob di Ambon
Kuasa Hukum Korban Longsor BTN Gadihu Resmi Seret Pengembang ke Polda Maluku
KEJARI SBB NAIKKAN KASUS SPPD FIKTIF DPRD KE TAHAP PENYIDIKAN, 8 SAKSI DIPERIKSA
Berita ini 73 kali dibaca

Berita Terkait

Tuesday, 26 May 2026 - 08:58 WIT

Mantan Bendahara DPRD SBB Akui Ada SPPD Fiktif 2021 di Hadapan Penyidik, LSM Gerindo: Kejari Jangan Tunggu Lama, Segera Tetapkan Tersangka

Monday, 25 May 2026 - 23:41 WIT

PAN Tual Kawal Prabowo, Fokus Kelautan dan Perikanan

Monday, 25 May 2026 - 23:37 WIT

Dugaan Korupsi Mobil Box Aru, Johan Gongga Diperiksa Penyidik

Monday, 25 May 2026 - 23:35 WIT

DPRD Maluku Prioritaskan Pengawasan dan Pembahasan APBD Perubahan 2026

Monday, 25 May 2026 - 19:55 WIT

Respons Cepat Polda Maluku: pastikan Usut Dugaan Penganiayaan oleh Oknum Brimob di Ambon

Berita Terbaru

Daerah

PAN Tual Kawal Prabowo, Fokus Kelautan dan Perikanan

Monday, 25 May 2026 - 23:41 WIT