IM-Ambon-Tim Penuntut Umum pada Kejaksaan Negeri Maluku Barat Daya yang terdiri dari Farids Dhestarstra, S.H.,M.H, Asmin Hamdja, S.H.,M.H, Enriko Abianto, S.H dan Raymond Hendriks, S.H telah menerima penyerahan Tersangka dan Barang Bukti (tahap II) dari Penyidik Tindak Pidana Khusus Kepolisian Resor Maluku Barat Daya.
Berkas tersangka itu yakni atas nama, Ever Kusuma Makupiola alias Ever selaku Sekretaris Desa Watuwei T/A 2016 dan 2017, piter Daniel Jefleulawal alias Pait selaku Bendahara Desa Watuwei T/A 2016.
Selanjut ada Hektor Farde Awewra alias Eto selaku Eks Bendahara Desa Watuwei TA 2017, dan Amus Akelly alias Amus selaku supplier dalam belanja desa tahun 2017, pendidikan SMP.
Keempat tersangka itu diduga melakukan tindak pidana korupsi berupa penyalahgunaan pengelolaan Dana Desa (DD) dan Alokasi Dana Desa (ADD) di Desa Watuwei Kec. Dawelor-Dawera Kab. Maluku Barat Daya Tahun Anggaran 2016 dan 2017, yang dilakukan secara bersama- sama.
Kasi Penkum dan Humas Kejati Maluku Wahyudi Kareba, kepada wartawan mengatakan, mereka melakukan bersama-sama dengan modus operandi melakukan mark up harga barang, melakukan pembelanjaan barang yang tidak sesuai dengan peruntukan, membuat nota belanja dan kwitansi fiktif, serta membuat Laporan Pertanggung Jawaban yang tidak sesuai dengan fakta.
“Perbuatan para Tersangka merugikan keuangan negara senilai Rp.761.558.800.” kata Kareba diruang kerjanya, Selasa 24/10/2023.
Perbuatan keempat tersangka tambah Kareba, melanggar pasal 2 ayat (1) subsider pasal 3 Undang-undang RI Nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi sebagaimana diubah dengan Undang-undang RI Nomor 20 tahun 2001 tentang perubahan atas Undang-undang RI Nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHPidana jo pasal 64 ayat (1) KUHPidana. (IM-Kiler).







