IM-Kepulauan Manipa, Ketua Bidang Komunikasi dan Advokasi, Mansyur Tomagola, mengeluarkan pernyataan penolakan terhadap pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) tingkat Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) di wilayah Kepulauan Manipa. Pernyataan ini mendapatkan perhatian luas karena berisi beberapa poin tuntutan yang disampaikan oleh Tomagola.( 12/08/2023 )
Salah satu poin tuntutan yang diungkapkan adalah mengenai infrastruktur yang dinilai masih kacau. Tomagola menyatakan bahwa kecamatan Kepulauan Manipa tidak layak menjadi tuan rumah MTQ Kabupaten SBB karena kondisi infrastruktur yang belum memadai. Akses jalan yang rusak dan belum sepenuhnya diaspal menjadi alasan utama penolakan tersebut.
Selain itu, Tomagola juga mengkritik lokasi titik pusat pelaksanaan MTQ Kabupaten SBB. Ia menyatakan bahwa seharusnya titik pusat diarahkan ke kantor Kecamatan , namun justru diarahkan ke tumalehu barat Hal ini menimbulkan pertanyaan tentang alasan di balik keputusan tersebut.
Ketua Panitia MTQ, Yusnita Tiakoly, juga menjadi sorotan dalam pernyataan Tomagola. Ia sebut terlalu sibuk dengan urusan pariwisata sehingga perhatiannya terhadap persiapan MTQ menjadi berkurang. Kritik tersebut mengundang tanggapan dari berbagai pihak terkait pengelolaan acara ini.
Saat di Wawancarai oleh Awak Media infomalukunesews.com, Tomagola juga menyampaikan bahwa dirinya mencatat adanya kepemilikan beragam jabatan oleh Ketua Panitia MTQ. Ia menyinggung bahwa Yusnita Tiakoly juga menjabat sebagai Camat dan PJ Desa Kelang Asaude. Hal ini menimbulkan pertanyaan tentang peran dan fokus yang diberikan oleh Yusnita dalam menjalankan tugasnya sebagai ketua panitia.
Para warga Kepulauan Manipa merespon berita penolakan ini dengan beragam pandangan. Beberapa mendukung pandangan Tomagola dan mendesak agar tuntutan tersebut diperhatikan lebih serius oleh pihak terkait. Sementara itu, ada juga yang berpendapat bahwa pernyataan tersebut dapat merugikan citra Kepulauan Manipa sebagai tuan rumah MTQ.
Pihak Pemerintah Kabupaten SBB juga memberikan tanggapan terkait penolakan ini. Mereka menegaskan bahwa persiapan pelaksanaan MTQ tetap berjalan sesuai rencana dan bahwa upaya memperbaiki infrastruktur dan akses jalan telah dilakukan. Terkait lokasi titik pusat pelaksanaan, pihak pemerintah berkomitmen untuk memberikan penjelasan yang jelas kepada masyarakat.
Kepada Media ini Tomagola Menyampaikan bahwa, Yusnita Tiakoly, selaku Ketua Panitia MTQ, merespon kritikan terhadap dirinya dengan menjelaskan bahwa keterlibatannya dalam urusan pariwisata tidak mengganggu kinerjanya dalam mempersiapkan MTQ. Ia juga menyatakan bahwa keberagaman jabatan yang diemban tidak mempengaruhi dedikasinya dalam menjalankan tugas.
Selain itu, beberapa tokoh masyarakat Kepulauan Manipa juga memberikan pandangan mereka. Beberapa mendukung Tomagola dan menganggap perlu adanya perbaikan dalam persiapan MTQ. Namun, ada juga yang menilai bahwa penolakan ini seharusnya didiskusikan secara lebih mendalam dan tidak hanya berdasarkan pandangan sepihak.
Pemerintah Kabupaten SBB dan pihak terkait di Kepulauan Manipa diharapkan dapat segera mengadakan dialog untuk membahas tuntutan yang diajukan oleh Mansur Tomagola. Hal ini diharapkan dapat mencapai kesepakatan yang memuaskan semua pihak serta memastikan suksesnya pelaksanaan MTQ Kabupaten SBB tanpa mengabaikan masalah-masalah yang diangkat dalam pernyataan tersebut.(IM.KR).




