IM — PIRU.’ — Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), H. Samwul Nurlette, menyapaikan permohonan maaf kepada seluruh masyarakat Kabupaten Seram Bagian Barat, atas pemberitaan kekecewaan pada saat mendatangi Penjabat Bupati saat mendapat surat penarikan kendaraan yang digunakan para tokoh agama.
Persoalan tersebut hanya mis komunikasi saja, jadi tidak usah di lanjutkan lagi. Waktu itu belum masuk ketemu Bapak Bupati, kami ketemu Pak Abdullah Fakaubun dulu untuk sampaikan hal ini, kemudian Pak Fakaubun katakan “nanti beta masuk duluan untuk sampaikan kepada Bapak Bupati nanti baru bapak dong masuk untuk pertajam lagi”, ucap Nurlette kepada Infomaluku.news, Minggu (4/9/2022).
Kemudian saya dengan beberapa pengurus tunggu kurang lebih 1 jam dan Pak Fakaubun sudah keluar, kami tidak di panggil. Setelah itu ajudan Bapak Bupati datang introgasi kami, ” Bapak Dong mau ketemu Bapak Bupati ini dalam rangka apa”, lalu saya jelaskan kami datang ini bukan maksud untuk penarikan kendaraan tidak, itu hak pemerintah daerah, tetapi kami ingin koordinasi dengan pak bupati, apakah tidak ada kebijakan yang lain untuk tokoh – tokoh agama ini? tapi kami tidak di kasih masuk, jelasnya.
Jadi Pak Fakaubun bilang itu hanya mis komunikasi antara saya dengan ajudan, sehingga kami akan klarifikasi pemberitaan di media tersebut.
Oleh karena itu, saya selaku Ketua MUI Kabupaten Seram Bagian Barat dan didampingi Sekretaris MUI SBB, Eddy Pattiiha meminta maaf kepada publik karena ini hanya mis komunikasi saja agar Muda – mudahan tidak terulang lagi, ucapnya.
Mari kita bersama – sama Pemerintah daerah untuk memajukan daerah ini dengan mendukung kebijakan Bapak Bupati dalam menertibkan aset daerah. Ini sebuah kebijakan yang di ambil Bapak Bupati sangat tepat dalam menertibkan aset daerah, tutupnya.(IM03)







