INFOMALUKUNEWS.COM.SBB,- Rumah tua merupakan sebuah bagunan yang sakral bagi daerah – daerah tertentu yang masih dipegang oleh masyarakat sebagai warisan nenek moyang yang harus dijaga dan dipelihara sebagai kekayaan budaya, seperti yang di lakukan masyarakat Negeri Neniari Kec.Taniwel Kab. SBB.(17/09/2024).
Hadir dalam Peletakan batu pertama rumah tua upu rumasoal hena nenali nuruwe luma Botoi Negeri Neniari kecamatan taniwel, diantaranya Pj. Bupati SBB Dr.Achmad Jais Ely, ST., M.Si, beserta rombongan OPD Kab. SBB, Kapolsek Taniwel Camat taniwel, Kepala desa neniari gunung, Para tokoh adat, Tokoh masyarakat, tokoh pemuda serta Undangan lainnya
Menurut Dr.Achmad Jais Elly, ST.,M.Si, Rumah tua merupakan ruang interaksi simbolis fam/marga masyarakat dan merupakan suatu tradisi yang dijaga dan dirawat secara berkelanjutan oleh suatu komunitas masyarakat dalam suatu wilayah antara lain negeri neniari gunung disaat ini, dan ini merupakan manifestasi dari karya anak negeri, kita patut bersyukur karena kabupaten seram bagian barat merupakan salah satu wilayah yang kondusif, hal itu di topang oleh tingginya komitmen dan kewaspadaan pemerintah dan komunitas keagamaan serta faktor adat istiadat yang kuat dan tali kekerabatan yang kokoh, sehingga tidak tercemari oleh faktor-faktor dari luar, yang dapat menghambat solidaritas kerukunan antara kita.
Secara pribadi, saya memberikan apresiasi yang tinggi kepada seluruh masyarakat negeri neniari gunung yang telah memberikan kepercayaan kepada saya selaku upu latu rumasoal bulu kasuale. dengan amanat ini marilah kita bersama-sama menjaga serta melestarikan budaya adat ini dengan membangun hidup yang rukun, indah dan aman dalam bingkai orang basudara. hari ini kita semua menyaksikan peletakan batu pertama rumah tua upu rumasoal hena nenali nuruwe luma botoi merupakan tindakan masyarakat adat negeri neniari gunung dalam menjaga lokalitas adat istiadat, dan menjadi sebuah perwujudan janji iman dari seluruh warga negeri untuk tetap setia dan taat mendukung adat dan budaya yang berlaku dalam wilayah ini.
Hal ini juga dinilai sebagai suatu tanggungjawab sosial dan komitmen bersama dari seluruh warga masyarakat negeri lumoli dalam menyediakan sarana dan prasarana penunjang untuk kegiatan adat serta pelestarian budaya leluhur.
Di kesempatan yang berbahagia ini, perlu saya sampaikan bahwa pemerintah kabupaten seram bagian barat turut memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh warga masyarakat negeri neniari gunung dan panitia untuk selalu bersemangat dan saling mendukung baik secara moral maupun material untuk berpartisipasi dan bekerjasama menyukseskan pembangunan rumah adat ini hingga dapat terselesaikan tepat pada waktunya.
“Saya berharap pembangunan rumah adat ini kelak dapat difungsikan sebagai sarana pendukung penciptaan dan pendewasaan akhlak bagi seluruh masyarakat bahkan generasi yang akan datang untuk tetap melestarikan adat dan budaya yang kita miliki”. Harap Elly.
“Kepada semua pihak yang telah dipercayakan untuk menangani pembangunan ini, kiranya dapat bekerja dengan serius, tulus hati dan mencintai pekerjaan ini dengan tidak berorintasi kepada mencari imbalan karena dalam keyakinan selaku orang percaya jerih payah saudara-saudari tidak akan sia-sia”, serta senantiasa memohon petunjuk dari tuhan yang maha kuasa agar pekerjaan pembangunan rumah adat ini dapat diselesaikan dengan baik”. Ingatnya.(IM-KR)





