InfomalukuNews,Ambon-Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Kabupaten SBT ,Lagasa Rumalean menyoroti keprihatinan tentang kinerja DPRD SBT yang dinilai tidak efektif dalam menjalankan fungsi sebagai wakil rakyat. Berikut beberapa poin yang kami soroti.
1. Kualitas produk hukum: Produk hukum yang dihasilkan DPRD SBT dianggap tidak memadai dan tidak memberikan kepastian hukum bagi masyarakat, yang berdampak pada ketidakstabilan ekonomi lokal.
2. Pemilihan prioritas : DPRD SBT dinilai lebih memprioritaskan kepentingan pribadi daripada kepentingan masyarakat, sehingga produk hukum yang dihasilkan tidak berpihak pada masyarakat.
3. Pengawasan yang lemah: Fungsi pengawasan DPRD SBT dianggap lemah, sehingga tidak dapat memastikan bahwa kebijakan yang dihasilkan berpihak pada kepentingan masyarakat.
4. Dampak pada ekonomi loka: Ketidakpastian hukum dan kurangnya regulasi yang jelas tentang harga jual beli bahan lokal dan sumber daya alam berdampak pada ketidakstabilan ekonomi lokal.
5. Kebutuhan akan reformasi : Masyarakat SBT mungkin memerlukan reformasi dalam sistem pemerintahan dan pembuatan kebijakan untuk memastikan bahwa kepentingan masyarakat lebih diutamakan.
IMM SBT berharap bahwa evaluasi dan perbaikan dapat dilakukan untuk meningkatkan kinerja DPRD SBT dan memastikan bahwa kepentingan masyarakat lebih diutamakan dalam pembuatan kebijakan di SBT.(IM-03)







