DPRD KTT Minta Kadis Kehutanan Maluku Transparan Terkait Dana Reboisasi dan DBH.

- Publisher

Monday, 10 February 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

 

Infomalukunews,com. Ambon–Anggota DPRD Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Yan Sairdekut minta Dinas Kehutanan Provinsi Maluku transparan terkait anggaran Dana Reboisasi dan Dana Bagi Hasil (DBH) perusahaan HPH, PT Karya Jaya Berdikari (KJB).

Pasalnya, sampai saat ini pemerintah daerah (Pemda) dan juga DPRD KKT tak tahu pasti berapa besaran dana reboisasi dan dana bagi hasil yang harus diterima oleh Pemda setempat.

Olehnya itu, Ketua DPC Fraksi Gerindra Kabupaten Kepulauan Tanimbar (KKT) Yan Sairdekut, dalam rapat bersama Komisi II DPRD Provinsi Maluku dan Dinas Kehutanan, yang berlangsung di ruang rapat Komisi II DPRD Provinsi Maluku, Senin (10/02/25), dirinya meminta kejelasan dan transparansi soal dana tersebut.

Menurutnya, sampai saat ini tidak ada asas keterbukaan bagi pengelolaan keuangan, terkait perusahaan HPH (PT KJB-red) dalam rangka memenuhi kewajibannya bagi pemerintah daerah.

“Kami meminta informasi pasti dari dinas kehutanan, supaya ada informasi yang jelas dan benar soal perusahaan ini, sehingga kami dapat melakukan pengawasan terhadap perusahaan saat beraktivitas,” ungkap Sairdekut

Hal itu kata Sairdekut, dikarenakan sampai saat ini anggaran reboisasi yang mestinya disediakan oleh perusahaan penebangan kayu di Tanimbar itu tak jelas, Anggaranya di mana?, tersimpan di mana? dan siapa yang mengelola? Bahkan ada juga dana bagi hasil, yang mana ini menjadi bagian penting bahwa hutan kita (Tanimbar -red) sudah rusak tetapi dana reboisasi tidak perna kita dapatkan.

“Dana Bagi Hasil (DBH) juga tidak di ketahui berapa persentase yang harus diperoleh, oleh masyarakat Tanimbar sebagai daerah penghasil hutan, apalagi dalam aturan ini adalah kewenangan kehutanan Provinsi maluku, yang sampai saat transparansi Pemprov dengan Perusahaan ini tidak jelas padahal kita (Pemerintah Tanimbar) nyaris miskin ekstrim dan kita membutuhkan PAD dalam rangka memperbaiki sistem pemerintahan kita sekaligus pembangunan kita di daerah,” jelasnya.

Bagaimana kita keluar dari kemiskinan ini kalau sampai saat ini tidak jelas, sambung Sairdekut, maka untuk itu mohon ada transparansi soal anggaran reboisasi dan dana bagi hasil pada forum rapat terhormat antara pemerintah provinsi, Pemkab maupun pihak kemendagri dalam hal ini bidang terkait. (IM-06).

Berita Terkait

Gubernur Maluku Dorong UMKM Berinovasi dan Perluas Pasar
Gubernur Maluku Dorong UMKM Berinovasi dan Perluas Pasar
Setwan DPRD Maluku Terima Kunjungan DPD RI, Bahas Propemperda 2027
Bodewin Wattimena Evaluasi Kelembagaan OPD, Pemkot Ambon Bidik Birokrasi Lebih Efektif
Sekda Ambon Tegaskan CPNS Wajib Berintegritas, Tolak KKN dan Layani Rakyat Tanpa Pilih Kasih
Pemkot Ambon Luncurkan QRIS Retribusi Sampah, 810 Petugas Kebersihan Terima Peralatan Kerja
Kapolri Pimpin Sertijab Kapolda Maluku, Irjen Pol Suwondo Nainggolan Resmi Gantikan Komjen Pol. Dadang Hartanto
Jelang Putusan Perkara Klinik eR’eL, Penggugat Soroti Perbedaan Kesaksian Suster Rienny Lessy
Berita ini 319 kali dibaca

Berita Terkait

Saturday, 10 October 2026 - 17:13 WIT

Gubernur Maluku Dorong UMKM Berinovasi dan Perluas Pasar

Saturday, 10 October 2026 - 17:10 WIT

Gubernur Maluku Dorong UMKM Berinovasi dan Perluas Pasar

Saturday, 10 October 2026 - 17:08 WIT

Setwan DPRD Maluku Terima Kunjungan DPD RI, Bahas Propemperda 2027

Saturday, 10 October 2026 - 11:36 WIT

Bodewin Wattimena Evaluasi Kelembagaan OPD, Pemkot Ambon Bidik Birokrasi Lebih Efektif

Saturday, 10 October 2026 - 11:33 WIT

Sekda Ambon Tegaskan CPNS Wajib Berintegritas, Tolak KKN dan Layani Rakyat Tanpa Pilih Kasih

Berita Terbaru

Daerah

Gubernur Maluku Dorong UMKM Berinovasi dan Perluas Pasar

Saturday, 10 Oct 2026 - 17:13 WIT

Daerah

Gubernur Maluku Dorong UMKM Berinovasi dan Perluas Pasar

Saturday, 10 Oct 2026 - 17:10 WIT