IM, AMBON -Rekrutmen calon tamtama, bintara bahkan taruna Akademi Militer (Akmil) TNI diharapkan memberikan peluang yang sama bagi anak daerah dari 11 kabupaten/kota di Maluku.
Hal itu ditandaskan pimpinan media infomalukunews Mohammad Makatita dalam kunjungan silaturahmi bersama Pangdam XVI/Pattimura Mayjen TNI Bambang Ismawan Selasa (28/9/2021).
Menurutnya, minat anak daerah di Maluku yang begitu tinggi untuk direkrut sebagai anggota TNI sudah dikenal sejak puluhan tahun lalu.
“Jadi ketika satu daerah kuota penerimaannya lebih besar dari yang lain, menurut kami itu kurang bijak,” kata Makatita.
Dia mengaku percaya pola pendidikan TNI yang mampu menghasilkan prajurit Sapta marga dengan nasionalisme mumpuni.
“Karena kami yakin sungguh, pendidikan ketentaraan TNI mampu menghilangkan sekat-sekat kedaerahan diantara prajurit,” ujarnya.
Dalam diskusi bersama orang nomor satu di jajaran Kodam XVI Pattimura itu, Makatita menanyakan alasan diturunkannya kuota penerimaan calon tamtama dan bintara untuk sejumlah Komando Distrik Militer (Kodim).
Pangdam Mayjen TNI Bambang Ismawan menjelaskan pihaknya hanya menyesuaikan langkah sesuai instruksi komando pusat.
Diakui kuota komando pusat hanya untuk tiga Kodim baru. Yakni Kota Tual dan pulau Moa Kabupaten MBD dan Kodim Saumlaki KKT.
Menurutnya kuota sudah sesuai instruksi dan mencukupi kebutuhan masing-masing Kodim.
“Seperti Kodim Pulau Ambon sudah cukup. Bahkan mencapai 103 Persen”, jelas Bambang.
Sedangkan untuk calon taruna Akmil diakui meningkat dari tahun sebelumnya.
“Akmil tahun ini bisa meningkat hingga 11 orang yang dibutuhkan,” akuinya.
Dalam kunjungan silaturahmi tersebut Pangdam Mayjen TNI Bambang Ismawan juga menjelaskan soal wilayah teritorial Kodam XVI Pattimura yang meliputi Provinsi Maluku dan Maluku Utara.
Ikut disampaikan rencana pembentukam dua kantor Kodim persiapan di Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) dan Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT)
Kehadiran Kodim persiapan, menurut Bambang butuh dukungan pemerintah daerah setempat.
Namun Kodim persiapan di Kabupaten SBB pembangunan sedang dilakukan dan telah mecapai 99 persen.
Menurutnya pembentukan Kodim persiapan harus dimulai dengan pembanguan rumah dinas atau tempat tinggal anggota,
Sehingga tiap anggota TNI yang ditugaskan tidak tinggal di kontrakan atau kos-kosan pada wilayah Kodim tersebut.
“Tentu sangat disayangkan jika ada anggota kodim persiapan tinggal di kontrakan. Makanya harus ada rumah dinas, yang pembangunan didukung pemerintah daerah,” tandas Mayjen TNI Bambang Ismawan (IM01)







