Infomalukunews.com, Namrole-Situasi politik di Kabupaten Buru Selatan (Bursel) kembali menghangat setelah muncul desakan dari sejumlah pihak agar Dewan Pimpinan Daerah Partai Amanat Nasional (DPD PAN) mempertimbangkan langkah pergantian antar waktu (PAW) terhadap salah satu kadernya, Zaenal Adoa, yang kini duduk sebagai anggota DPRD setempat.
Akibat perbuatan Zaenal Anggota DPRD, kini desakan tersebut terus mencuat setelah beredar kabar adanya dugaan permasalahan hutang piutang yang menyeret nama Zaenal Adoa.
Beberapa warga di Desa Waenono Kecamatan Namrole setelah di konfirmasi membenarkan perilaku Zaenal Adoa terkasus hutang piutang.
Kepada media anomali tersebut menegaskan, Bapa Dewan Zaenal seng komitmen dan tidak bertanggungjawab, selalu menyusahkan warga terutama bagi mereka yang memiliki usaha kecil-kecilan.
PAN yang dulunya menjadi idola masyarakat Bursel kini berbalik fakta akibat perbuatan zaenal sebagian masyarakat kecil di kota Namrole sudah tidak lagi percaya Zaenal Ado, kios dan warung kecil terus menjadi korban, kalau Anggota DPRD sperti Zaenal terus di pelihara maka Partai PAN tidak akan lagi bisa kita percaya di Maluku karena kadernya cacat moral. Ujar Anomali
Salah satu aktivis masyarakat mengatakan, “Kami tidak ingin menuduh, tapi jika benar ada persoalan finansial yang berimbas pada nama baik partai, sebaiknya dilakukan klarifikasi internal dan penegakan etika politik, Bukan hanya masalah hutang piutang melalui uang, tapi harta benda berupa Emas yang pinjam Zaenal hingga kini juga tidak terselesaikan dengan baik, bahkan di kabarkan, Anggota DPRD asal Partai PAN tersebut selalu menghindar saat di tagih hutang.
Sementara itu, pihak DPD PAN Buru Selatan hingga kini belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait isu tersebut. Beberapa pengurus partai yang dikonfirmasi hanya menyebut bahwa masalah itu masih ditelusuri di tingkat internal. Peristiwa ini justru membuat nama besar partai PAN semakin tidak di percaya di wilayah Buru Selatan.
Parahnya lagi, dikabarkan Zaenal hobinya juga bermain judi online, Wah anggota DPRD kurang peduli terhadap kepentingan rakyat, justru judi online di prioritaskan. Ungkap Anomali tersebut.
Pakar politik lokal menilai bahwa langkah transparansi menjadi penting untuk menjaga kepercayaan publik. “Dalam situasi seperti ini, yang utama adalah klarifikasi dan keterbukaan. Jika ada kesalahpahaman, itu harus diluruskan lewat mekanisme partai dan lembaga yang sah,” ujar seorang pengamat politik lokal.
Isu ini diperkirakan akan terus menjadi sorotan publik, terutama menjelang agenda politik di tingkat daerah yang semakin dekat.
Hingga berita ini diturunkan, Zaenal Adoa belum memberikan tanggapan resmi atas tudingan terkait kebohongan maupun dugaan hutang piutang tersebut. Upaya konfirmasi yang dilakukan oleh media kepada Zaenal melalui sambungan telepon dan pesan singkat juga belum mendapat jawaban.(IM-03)






