(Oleh Saiful Chaniago anak desa laha)
IM-Jakarta;–Kepemimpinan Richard Louhanapessy sebagai Walikota Ambon 2 periode, tentunya memberikan dampak yang sangat luar biasa terhadap kemajuan kota Ambon pada semua aspek kehidupan kemasyarakatan secara holistik, dan Ambon menjadi kota yang sangat modern seperti kota-kota besar lainnya di Indonesia.
Kota Ambon pasca konflik sosial, tentunya telah berdampak pada menurunnya nilai kehidupan sosial maupun melemahnya infrastruktur. Kondisi demikian masih terasa hingga kepemimpinan pak Richard Louhanapessy sebagai Walikota Ambon pada periode pertama, yakni tahun 2011 – 2016.
Menurunnya nilai kehidupan sosial dan melemahnya infrastruktur akibat konflik, tentunya menjadi tanggungjawabnya pak Richard Louhanapessy sebagai Walikota Ambon untuk kemudian berkewajiban memperbaikinya. Dengan memiliki jiwa dan nilai kepemimpinan saat menjadi mahasiswa (GMKI) dan pemuda (KNPI), tentunya merupakan dasar kekuatannya pak Richard sebagai Walikota ‘untuk senantiasa memaksimalkan peran dan tanggungjawabnya guna mengkonsolidasikan semua potensi kota Ambon ke arah yang sebaik-baiknya.
Istilahnya ‘tidak semudah membalikkan telapak tangan, memimpin kota Ambon di tengah kondisinya yang baru saja selesai berkonflik, dan berdampak pada menurunnya nilai sosial dan melemahnya infrastruktur. Tentunya membutuhkan ketangguhan kepemimpinan yang baik, agar mampu memastikan dorongan yang terukur dan maksimal terhadap pengembalian nilai sosial dan optimalisasi infrastruktur yang representatif.
Pembangunan infrastruktur yang representatif dengan senantiasa memperbaiki nilai sosial kehidupan kemasyarakatan di kota Ambon, merupakan suatu keniscayaan yang harus dilakukan oleh Walikota Ambon atas tanggungjawabnya sebagai pemimpin. Di periode pertama 2011-2016, pak Richard Louhanapessy bersama-sama dengan Wakil Walikota Ambon pak Sam Latuconsina telah membuktikan perubahan kehidupan, baik pada aspek nilai sosial maupun pembangunan infrastruktur yang maksimal serta optimal.
Kepemimpinan pak Richard dan pak Sam sebagai Walikota dan Wakil Walikota Ambon 2011-2016, telah mampu memastikan nilai kehidupan sosial kemasyarakatan yang sangat baik, tentunya kita semuanya merasakan keharmonisan dan kekeluargaan hidup orang basudara yang mengabaikan traumatisme rakyat akibat konflik. Kondisi ini kemudian menurut saya; merupakan prestasi luar biasa atas kerjasama kepemimpinan yang baik oleh pak Richard dan pak Sam, dalam mengkonsolidasikan semua potensi kehidupan rakyat kota Ambon.
Mengkonsolidasikan semua potensi kehidupan rakyat kota Ambon, bukan saja telah menghasilkan nilai terbaik atas kehidupan sosial, tapi juga terhadap optimalisasi infrastruktur yang representatif. Masyarakat kota Ambon telah dilupakan dengan kejadian yang memprihatinkan dan mengharukan (konflik), dan masyarakat telah menjalankan kehidupan layaknya kehidupan normal seperti kota-kota lainnya, dengan memanfaatkan infrastruktur yang telah terbangun dan tersedia secara baik dan rapih.
Infrastruktur, baik fisik maupun non fisik telah maksimal serta optimal dalam memenuhi semua kepentingan kemaslahatan rakyat kota Ambon. Sebut saja, pusat perbelanjaan terbesar seperti Maluku City Mall dan Ambon City Center. Kedua tempat perbelanjaan terbesar MCM dan ACC, tentunya kemudian memastikan bahwa kota Ambon telah menjadi kota yang modern dan maju secara ekonomi, karena seluruh rakyat kota Ambon dengan berbagai latar belakang bisa menyatu padu untuk melakukan transaksi ekonomi, ataupun memanfaatkan fasilitasnya untuk turut merasakan kebahagiaannya masing-masing.
MCM dan ACC, merupakan pusat perbelanjaan yang menjadi perhatian bukan saja rakyat kota Ambon, tapi juga seluruh masyarakat Maluku secara keseluruhan, dari semua kabupaten dan kota di Maluku. Selain itu, menjamurnya cafe-cafe modern yang lebih mempertegas bahwa Ambon bukan lagi kota yang terbelakang, tapi Ambon adalah kota yang maju dan modern. Tentunya semua itu tidak terlepas dari implementasi nilai kepemimpinan yang sangat baik oleh sang pemimpin pak Richard Louhanapessy sebagai Walikota Ambon berprestasi.
Dari aspek spiritualitas, saya mendapatkan telah hilangnya tempat prostitusi terbesar di Maluku, yaitu tanjung batu merah. Tentunya penghargaan yang tak terhingga oleh seuruh rakyat Maluku atas penutupan tempat prostitusi terbesar di Maluku, karena pak Richard telah menyelamatkan generasi Maluku. Karena banyak generasi Maluku yang terjebak pada tempat prostitusi tanjung batu merah, yang sangat merusak moral dan mematikan karakteristik kehidupan sosial kemasyarakatan.
10 tahun kepemimpinan pak Richard Louhanapessy sebagai Walikota Ambon merupakan perjuangan yang telah menorehkan nilai terbaik terhadap semua kepentingan kemaslahatan rakyat kota Ambon dan seluruh rakyat Maluku tentunya. Segudang prestasi dan penghargaan yang telah didapatkan, tentunya menurut saya tidaklah cukup diberikan kepada beliau (pak Richard). Karena beliau telah memastikan bahwa katong samua rakyat kota Ambon tidak lagi menjadi rakyat yang terbelakang, dan katong rakyat kota Ambon telah menjadi rakyat yang setara dengan rakyat lainnya yang memiliki kapasitas modernitas terbaik di kota-kota lainnya di Indonesia.
Kemaren, saya membaca berita pada salah satu media, yang memberitakan akan berakhirnya masa kepemimpinan pak Richard Louhanapessy sebagai Walikota Ambon pada awal bulan mei tahun 2022. Tentunya sebagai warga Ambon yang sangat dekat dengan pak Richard, saya sangat merasakan kehilangan, karena saya banyak belajar dari beliau (pak Richard) tentang nilai-nilai kepemimpinan yang baik.
Semoga Allah senantiasa melindungi kaka tersaayaang serta terbaik dalam semua kepentingan kemaslahatan rakyat, Aamiin..
Saiful Chaniago
Anak Desa Laha Kota Ambon






