Cilaka, Dana BOS SBB “Disunat” Untuk Covid-19

- Publisher

Monday, 25 May 2020

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

IM, PIRU
Dipertanyakan, potongan dana BOS sebesar 50 persen untuk siapa belum terjawab. Namun sumber terpercaya di SMPN 2 Waisala, Kecamatan Huamual Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) menyebutkan potongan dana itu untuk dibawa ke Piru.

“Tolong om cek info ini di Piru, apakah yang melakukan pemotongan itu dinas pendidikan atau Pemda SBB, katanya pemotongan itu untuk dana Covid-19,” tanya sumber melalui telepon seluler, Senin (25/5/2020).

Menurut sumber pemotongan dana 50 persen tersebut improsedural atau menyalahi aturan. Karena dana BOS merupakan anggaran pendidikan yang tidak bisa dipotong untuk kegiatan apapun termasuk untuk penanganan Covid-19.

Informasi yang diterima media ini Kepala Sekolah (Kepsek) SMP Negeri 2 Waesala, Ali Haji Ode Musairi, sempat rapat dengan guru-guru di sekolah setelah pencairan dana BOS tahun 2020.

Dalam rapat Ali Haji sampaikan bahwa ada pemotongan dana BOS sebesar 50% dari dana yang dicairkan.

Sumber salah satu guru di SMP Negeri 2 Waisala membeberkan, meski dana BOS tahun 2019-2020 tidak tahu berapa yang tersisa, Kepsek Ali Haji Ode Musairi tetap memaksakan dana harus disunat.

“Ia pemotongan 50 persen, katanya mau setor ke Piru, untuk Covid-19,” beber sumber guru tersebut

Ironisnya, meski sudah dicegah oleh para staf guru, Kepsek Ali Haji bersikeras memaksa keadaan. Padahal sekolah tersebut punya hutang banyak di luar.

Di lain sisi kata sumber, berapa sisa Dana BOS setiap triwulannya, para staf guru di sekolah ini tidak pernah tahu.

“Katorang seng pernah tau dana BOS tahun 2020 berapa, selain tahun 2019 itu sekitar 40 juta per triwulan. Yang tersisa di rekening sekolah itu juga berapa, katorang juga seng tau. Kepsek yang atur semua,” ungkap sumber.

Disinyalir Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten SBB Sam Sangadji sedang digadang-gadang untuk maju Pilkada Kabupaten SBB Tahun 2024. Rumor yang berkembang di kalangan masyarakat, Sam Sangadji mulai lakukan konsolidasi intens, termasuk bermanuver untuk menggalang dana.

Sayangnya, Sam Sangadji belum memberikan konfirmasi terkait dugaan pemotongan dana BOS tahun 2020 sebesar 50 persen tersebut. Pesan singkat via SMS maupun telepon tidak direspon.

Padahal yang bersangkutan hendak dikonfirmasi apakah pemotongan dana BOS itu memang diperintahkan oleh pihaknya selaku Kadis Pendidikan SBB ataukah tidak. Hingga berita ini diturunkan, Sam belum berhasil dimintai penjelasan maupun klarifikasi.(pom)

Berita Terkait

“Sinergitas TNI dan Para Dai” Danrindam Tekankan Komitmen Kebangsaan Demi Keutuhan NKRII ‎
DPRD Maluku Ingatkan Pentingnya Realisasi Rekomendasi LKPJ
Polisi Kirim SPDP Kasus Pembunuhan Nus Kei ke Kejaksaan, Penanganan Masuk Tahap Lanjutan
Pemkot Ambon Perkuat Fasilitasi Haji 2026, Manasik Jadi Bekal Kemandirian Jamaah
Bupati SBB Ir. Asri Arman Diduga ‘Tipu Negara’, Lantik Pejabat yang Belum Penuhi Syarat
Fatlolon Dituntut 8 Tahun, Isu Diskriminasi Bayangi Kasus PT Tanimbar Energi
Wali Kota Apresiasi Perumdam Tirta Yapono yang Raih Top BUMD Bintang 4  
Polri Tegaskan Rekrutmen Taruna-Taruni Akpol 2026 Bersih, Transparan, Akuntabel, dan Humanis
Berita ini 1,287 kali dibaca

Berita Terkait

Thursday, 7 May 2026 - 22:49 WIT

“Sinergitas TNI dan Para Dai” Danrindam Tekankan Komitmen Kebangsaan Demi Keutuhan NKRII ‎

Saturday, 25 April 2026 - 16:55 WIT

DPRD Maluku Ingatkan Pentingnya Realisasi Rekomendasi LKPJ

Wednesday, 22 April 2026 - 19:39 WIT

Polisi Kirim SPDP Kasus Pembunuhan Nus Kei ke Kejaksaan, Penanganan Masuk Tahap Lanjutan

Friday, 17 April 2026 - 23:12 WIT

Pemkot Ambon Perkuat Fasilitasi Haji 2026, Manasik Jadi Bekal Kemandirian Jamaah

Friday, 17 April 2026 - 08:12 WIT

Bupati SBB Ir. Asri Arman Diduga ‘Tipu Negara’, Lantik Pejabat yang Belum Penuhi Syarat

Berita Terbaru