MOROTAI-Sepanjang tahun 2020, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Pulau Morotai mencatat 498 kasus positif, jumlah kasus tertinggi terjadi bulan Oktober.
Kasus penyebaran Covid-19 ini baru mengalami penurunan hingga awal 2021, dengan jumlah terkonfirmasi terendah di bulan Mei, hanya dua kasus positif.
Penurunan signifikan disebabkan sejak Maret 2020 semua pelaku perjalanan yang tiba di Morotai langsung menjalani karantina.
Dan sejak Juni 2021 program Karantina bagi pelaku perjalanan tidak dilanjutkan lagi.
Dikutip dari tempo.co berdasarkan data dari RSUD Morotai menyebutkan pada Juni 2021 terkonfirmasi 21 kasus.
Sementara dalam kurun waktu 1-31 Juli jumlahnya naik tajam mencapai 421 kasus.
Kenaikan signifikan antara Juni dan Juli 2021 menunjukkan gelombang besar kasus yang mencapai 20 kali lipat dari bulan sebelumnya.
Sedangkan total kasus Covid-19 di Morotai dari April 2020-Juli 2021 mencapai 1.032 kasus.
Di lain sisi guna menindaklanjuti program vaksinasi dari pemerintah pusat, program tersebut diharapkan terlaksana di 88 desa yang ada.
Namun pihaknya, fokus pada desa-desa dengan prosentase vaksinasi tertinggi.
Tingkat pencapaian vaksinasi tersebut diakui baru mencapai 19,41 persen di daerah yang dipimpinnya itu.
“Kita lagi fokus desa yang sudah capai presentasi vaksin terbanyak,” katanya dihubungi media ini melalui WhatsApp, Sabtu (28/8/2021).
Bupati Morotai itu tidak menyebutkan desa-desa mana saja dengan prosentase vaksinasi tertinggi.
Sementara dikutip dari Malut pos.com sebanyak 9.851 warga di Kecamatan Morotai Selatan telah divaksin oleh Puskesmas Daruba.
Sehingga jumlah sasaran vaksinasi penduduk di Morotai Selatan kini tinggal 3.665 warga dari 13.516 orang sasaran vaksinasi.
“Untuk Morotai Selatan dengan jumlah sasaran sebanyak 13.516 orang. Sementara capaian itu sudah diangka 9.851 orang,” ungkap Kepala Puskemas Daruba dr Adil Makmur kepada KabarMalut, Kamis (5/8/2021).
“Alhamdulillah tidak ada yang berdampak apa-apa terkait dengan pemberian vaksin. Jadi mari kita sama-sama mensukseskan apapun yang menjadi program pemerintah dalam rangka penangana Covid-19 ini,” imbuhnya.(pom)






