Infomalukunews.com. Ambon–Manajer Supply Chain dan Pelayanan Publik (SCPP) Perum Bulog Kanwil Maluku dan Maluku Utara, Abdul Azis, memastikan ketersediaan stok pangan, khususnya beras dan minyak goreng, di Provinsi Maluku dalam kondisi aman dan terkendali, terutama menjelang bulan puasa dan Idulfitri.
Dikatakan Azis, saat ini stok beras di Maluku tercatat mencapai 1.500 ton, dengan ketersediaan di setiap gudang berkisar antara 40 hingga 50 ton. Selain itu, pemerintah pusat juga telah menyiapkan tambahan pasokan sekitar 500 ton beras dari daerah surplus untuk dikirim ke Maluku.
“Artinya tidak ada lagi kekosongan stok. Semua harus dipastikan tersedia dan didistribusikan dengan baik, baik beras medium maupun premium,” ujar Abdul Azis, saat ditemui media ini diruang kerjanya, Rabu (04/02/2026).
Selain beras, stok minyak goreng juga dipastikan aman. Saat ini tersedia sekitar 12 ton minyak goreng, dengan kemasan 1 liter sebanyak lebih dari 100 ribu unit, serta tambahan pasokan yang masih dalam proses distribusi menuju Maluku.
Selain itu, Produksi padi di Maluku tahun ini juga mengalami peningkatan signifikan. Jika sebelumnya hasil panen rata-rata hanya 5–6 ton per hektare, kini di sejumlah wilayah produksi mencapai 9–10 ton per hektare.
Peningkatan ini dipengaruhi oleh penggunaan pupuk yang sesuai anjuran, perbaikan teknik budidaya, serta peningkatan rendemen gabah. Namun, petani diimbau agar tidak memanen padi sebelum benar-benar matang, karena panen dini dapat menurunkan kualitas gabah dan beras, menyebabkan butir patah, serta menurunkan nilai jual.
“Kalau padi dipanen sebelum matang sempurna, meski dikeringkan tetap akan menurunkan kualitas beras,” jelasnya.
Dalam program penyerapan gabah, pemerintah menetapkan harga pembelian gabah Rp6.500 per kilogram, dengan harga beras di tingkat konsumen sekitar Rp12.000 per kilogram. Hingga saat ini, Maluku telah menyerap sekitar 10.000 ton, atau sekitar 20
persen dari target nasional untuk wilayah ini.
“Penyerapan ini dinilai sangat membantu petani, sekaligus menjaga stabilitas harga di tingkat produsen dan konsumen,” ugkap
Pemerintah juga menyiapkan penguatan infrastruktur gudang di sejumlah wilayah, termasuk Maluku Tengah, dengan melibatkan koperasi petani. Beberapa gudang masih dalam tahap pembahasan dan diharapkan segera beroperasi optimal untuk mendukung penyerapan hasil panen.
Program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) tetap dilanjutkan, bersamaan dengan bantuan pangan beras kepada masyarakat. Setiap penerima bantuan pangan (PBP) akan menerima 10 kilogram beras per bulan, bahkan di beberapa daerah bisa mencapai 20 kilogram, ditambah minyak goreng 4 liter.
“Pemerintah memastikan seluruh kebijakan pangan tetap berjalan, dengan pengawasan ketat dan koordinasi bersama pemerintah daerah, aparat penegak hukum, serta seluruh pemangku kepentingan,” tegasnya.
Pemerintah berharap, dengan stok yang aman, produksi meningkat, dan penyerapan yang optimal, stabilitas pangan serta keadilan bagi petani dan masyarakat dapat terus terjaga di Maluku. (IM-03).






