Infomalukunews.com, Dobo,– Sejumlah Nasabah Bank Pembangunan Daerah Maluku (BPDM) Cabang Dobo mengeluhkan kondisi buku tabungan yang dicetak dalam keadaan buram dan sulit dibaca. Kondisi tersebut membuat nasabah curiga terhadap bank plat merah milik pemerintah itu.
Bank Maluku-Maluku Utara milik daerah baru-baru ini telah di soroti pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) Ambon yang mana telah menyelidiki dugaan kasus proyek pengadaan pakaian seragam pegawai pada tahun anggaran 2020 dan 2021.
Kini, bank plat merah tersebut kembali membuat nasabah resah karena buku tabungan di cetak buram baik yang mendiami dalam kota Dobo maupun di luar kota Dobo. Mereka merasa resah atas kinerja bank Maluku-Maluku Utara tersebut.
Dugaan kasus pencetakan buku tabungan yang terlihat buram itu seperti dugaan korupsi pengadaan seragam pegawai di internal bank plat merah milik pemerintah daerah itu.
PT. Bank Maluku-Maluku Utara, bank plat merah milik pemerintah daerah itu dinilai mencerminkan lemahnya kualitas pelayanan dan kinerja dari pihak bank kepada masyarakat.
Hal ini disampaikan oleh sumber berinisial H.O. salah satu Nasabah yang menabung di bank itu. Ia mengatakan pihak bank Maluku-Maluku Utara itu melakukan pencetakan buku tabungan buram.
“Percetakan buku tabungan yang dilakukan pihak bank sangat buram, mulai dari tanggal, bulan, tahun, Debet, Kredit, Saldo disertai Validasi pun buram. Katong tar bisa lihat informasi saldo dan lain-lain,” Ujar sumber, pada Jumat siang, (18/12/25).
Lanjutnya, pernah di konfirmasi oleh pihak bank, pihak bank beralasan bahwa sementara mesin percetakan sedikit gangguan sehingga membuat print buku tabungan para nasabah buram. Membuat nasabah heran karena hal ini bukan saja di bulan Desember 2025, tetapi hal ini mulai pada Agustus 2025 lalu hingga saat ini.
“Sumber lanjutnya, merasa curiga dengan pengelolaan administrasi perbankan milik pemerintah daerah tersebut,” Singkatnya.
Ternyata keluhan itu disampaikan bukan saja dari dirinya, tetapi juga oleh sebagian besar para nasabah yang menabung di bank milik pemerintah itu. Percetakan buku tabungan buram, tenyata itu benar adanya.
Hal serupa juga disampaikan oleh Riang, salah satu operator kantor desa di wilayah itu, mengaku hal demikian juga ada di alami buku tabungan anggaran dana desa (ADD).
“Kami kesulitan bila membuat laporan pertanggungjawaban keuangan, kami harus balik koordinasi dengan pihak bank untuk mengetahui hasil saldo yang tepat atau terakhir,” Kata operator desa itu.
Selain itu, para nasabah mengaku informasi saldo, riwayat transaksi, hingga identitas pemilik rekening tidak tercetak dengan jelas. Akibatnya, nasabah kesulitan memastikan data keuangan mereka secara akurat.
“Saat buku dicetak, tulisannya buram dan tidak jelas. Kami jadi ragu untuk mengecek saldo dan mutasi rekening. Seharusnya pihak bank memastikan kualitas cetakan sebelum diserahkan ke nasabah,” Ujar nasabah. Pada Jumat, (18/12/25).
Nasabah, lanjutnya, kejadian ini bukan dari bulan Desember 2025, tetapi hal ini sejak dari bulan Agustus 2025 hingga Desember 2025.
Kejadian tersebut bukan saja untuk dirinya sendiri, tetapi termasuk beberapa buku tabungan dari desa yang nota bene buku tabungan untuk pencairan anggaran dana desa juga mengalami hal yang sama.
“Buku tabungan, mulai dari tanggal, bulan dan tahun mengalami buram termasuk Debet, Kredit, Saldo dan Validasi, semuanya buram,” Ujar Nasabah, yang juga salah satu operator desa.
Nasabah menilai, sebagai lembaga keuangan milik daerah, BPDM seharusnya memberikan pelayanan yang profesional dan maksimal. Mereka berharap pihak bank segera melakukan evaluasi, termasuk perbaikan fasilitas pencetakan buku tabungan agar kejadian serupa tidak terus terulang.
Selain itu, beberapa nasabah juga mengaku harus kembali antre untuk mencetak ulang buku tabungan, yang tentu memakan waktu dan tenaga. Hal ini semakin menambah kekecewaan, terutama bagi nasabah yang datang dari wilayah sekitar Dobo dengan jarak tempuh yang begitu jauh.
Nasabah berharap manajemen BPDM segera menindaklanjuti persoalan ini demi meningkatkan kepercayaan dan kenyamanan masyarakat dalam bertransaksi.
Sementara itu, pimpinan Bank Maluku-Maluku Utara saat ditemui oleh wartawan media ini, melalui prosedur sudah disampaikan oleh satpam.
Satpam bilang tunggu yaa, pimpinan di dalam ada terima tamu, tetapi hingga sore hari tidak ada tanggapan balik dari pimpinan.
Pimpinan Cabang BPDM Dobo, terkesan menghindar dari kejaran wartawan. terkesan menghindar dari wartawan untuk tidak di wawancarai.
Selain itu, Kepala seksi bagian umum cs ditemui pun tak berani memberikan keterangan.
Pimpinan PT. Bank Maluku-Maluku Utara harus segera mengevaluasi kinerja pimpinan dibawahnya. Ini demi menjaga nama baik institusi bank Maluku-Maluku Utara tersebut.
Hingga berita ini diturunkan, pihak BPDM Cabang Dobo, belum memberikan keterangan resmi terkait keluh-kesah para nasabah tersebut. (***)






