IM-Jakarta-Perum Badan Urusan Logistik (Bulog) angkat suara terkait video viral yang beredar bahwa adanya impor beras plastik asal China yang beracun, beberapa pekan lalu.
Perum Bulog meminta Satgas Pangan untuk menindaklanjuti secara hukum terkait hal itu.
Direktur Utama Bulog Budi Waseso atau Buwas saat di wawancarai dirinya meminta aparat penegak hukum dalam Satgas Pangan untuk mempidanakan penyebar informasi bohong terkait dengan beras plastik yang viral di berbagai kanal media sosial.
Dikutip dari Media Antara Jumat (13/10/2023). Buwas menyatakan, ini pelanggaran hukum, kejahatan, seperti ini jangan hanya selesai minta maaf, harus ada tindak lanjut secara hukum.
“Semua informasi tersebut sama sekali tidak benar apalagi sampai dikatakan beras-beras yang disalurkan mengandung zat yang tidak layak dikonsumsi masyarakat.” kata Buwas.
Ini menjadi tuduhan serius terhadap pemerintah, tambahnya, yang berjuang untuk rakyat, maka siapapun yang melakukan penyebaran informasi bohong harus bertanggungjawab.
Mantan Kabareskrim Polri itu pun menegaskan bahwa beras impor dari negara asal yang masuk ke gudang Bulog sudah melalui beberapa kali proses pemeriksaan.
“Sebelum dimuat ke kapal di negara asal terlebih dahulu dilakukan pemeriksaan oleh Surveyor Independent kemudian setelah sampai di Indonesia dilakukan pemeriksaan lagi oleh Badan Karantina Indonesia.” jelasnya.
Bulog Buka-bukaan Bocoran Kuota Impor Beras Tahun Depan, Bisa Tembus 2 Juta Ton Harga Pangan Hari pada tanggal 12 Oktober.
Bahkan, Beras dan Cabai Kompak Naik Selain itu, rencana impor beras 1 juta ton dari China saat ini baru di tahap penjajakan.
“Karena beras dari China itu belum saya datangkan,” ujar Buwas.
Sebelumnya, informasi berupa foto dan video beras plastik dan beracun berdurasi kurang dari satu menit telah beredar luas di berbagai kanal media sosial sejak dua pekan terakhir,
Di antaranya ditemukan di Kabupaten Muara Enim, Kota Palembang, Sumatra Selatan dan Sumatra Utara. (IM-03).







