Betapa Pentingnya Memahami Sejarah, Hingga Danramil Banda Hadiri Peringatan Peristiwa Perigi Rantai.

- Publisher

Sunday, 9 May 2021 - 13:51 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

IM-Masohi, Sejarah merupakan ilmu yang mempunyai makna sosial yang penting bagi perkembangan dan perubahan masyarakat.
Melalui catatan sejarah dapat memotivasi seseorang untuk lebih baik dari nenek moyangnya. Bahkan pemahaman dalam peristiwa peristiwa masa lalu, akan menggugah kesadaran sejarah yang kolektif secara kolektif berupa pengalaman bersama sebagai ungkapan reaksi mereka kepada situasi dalam peristiwa sosial, politik, ekonomi, kebudayaan dari masa ke masa. Seperti halnya Danramil 01/Banda Kodim 1502/Masohi,
Sabtu (08/05/21), Bertempat di area Perigi Rantai RT. 02 Negeri Adm. Dwiwarna, Kec. Banda, Kab. Maluku Tengah telah dilaksanakan kegiatan Upacara peringatan 400 ( empat ratus ) tahun Peristiwa Pembantaian Etnis Banda ( Genosida ) yang dilakukan JAN PLETERZOOM COEN terhadap warga masyarakat Banda neira pada tahun 1609. sekaligus pelantikan Badan pengurus perkumpulan Banda neira muda ( Perbamu ) yang diselenggarakan oleh perkumpulan warga masyarakat Kec. Banda Neira Tahun 2021,
Hadir dalam kegiatan tersebut yaitu :

  1. Kepala Kecamatan Banda, Bapak Kadir Sarilan, S. Sos.
  2. Danramil 1502-01/Banda, Kapten Inf. Junus Djerson M.
  3. Kapolsek Banda, Iptu Aris
  4. Kepala Cabang Kejaksaan Ambon di Banda neira, Bapak Juneidi, SH. MH.
  5. Waka Polsek Banda, Ipda Muslim N. Renuf SH.
  6. Kanit Binmas Polsek Banda, Ipda Ruslan Nur.
  7. Danpos Pol. Airud Banda, Aipda Bernadus.
  8. Mewakili Dan Pos Pemantau TNI – AL / Banda, Serka Sampang.
  9. Mewakili Sekolah Tinggi Hatta Sjahrir Banda, Ibu NAJIRAH ASMI, S.Pd. MSi.
  10. Ketua umum perkumpulan Banda neira muda ( Perbamu ), Bapak Isra Prasetya,SE.
  11. Perwakilan para kepala jawatan dalam lingkup pemerintahan Kec. Banda neira.
  12. Mewakili KPNA se – Kec. Banda neira, Latu Pati, Bapak Rahman A.
  13. Para Toga, Tomas, Todat dan Toda Banda Neira. Memperingati 400 tahun genosida rakyat Banda kiranya tidak sekedar ingat pada setiap tanggal 8 Mei saja, namun lebih dari itu perjuangan dan pengorbanan para pahlawan yang telah mempertaruhkan jiwa raganya untuk mempertahankan kedaulatan tanah Banda dalam wilayah kedaulatan negara kesatuan Republik Indonesia dan terus dikenang sepanjang masa oleh kita semua.
    Apa yang telah dilakukan oleh para leluhur dan pejuang kiranya dapat menginspirasi serta memotivasi kita semua untuk meneruskan perjuangan mereka, kalau dulu kita berjuang dengan mengangkat senjata, maka sekarang kita melawan berbagai permasalahan Bangsa.
    Meskipun dalam masa pandemi Covid – 19 saat ini peringatan 400 tahun genosida rakyat Banda diharapkan dapat berlangsung secara hikmah dan tidak kehilangan makna bahkan dapat memberikan energi tambahan untuk menggugah kesadaran segenap elemen putra-putri Banda neira untuk terus bersatu mengutamakan persatuan dan kesatuan Bangsa. Nilai-nilai kepahlawanan seperti percaya kepada Tuhan Yang Maha Esa, rela berkorban pantang menyerah, suka membantu bergotong-royong perlu dirawat dan dipupuk agar dapat tumbuh bersemi di dalam hati Sanubari setiap rakyat Indonesia, semangat para leluhur kepahlawanan yang terus menyala dapat dijadikan sebagai motor penggerak dalam upaya kita mengisi kemerdekaan untuk mewujudkan cita-cita para pendiri negeri ini.
    Yakinlah apabila setiap anak Bangsa Indonesia tertanam semangat dan Nilai-nilai kepahlawanan tersebut, maka kita akan dapat menyelesaikan berbagai masalah Bangsa,Mari Tunjukkan kontribusi kita kepada Bangsa dengan menjadi pejuang masa kini yang memiliki empati untuk menolong sesama, saling menghargai dan saling menghormati satu sama lain.
  • Pada kesempatan ini saya mengimbau kepada seluruh masyarakat Banda neira untuk berpartisipasi memperingati 400 tahun genosida rakyat Banda sebagai salah satu bentuk penghargaan atas jasa para pejuang dan pahlawan sebagaimana ungkapan salah seorang The Fonding Fathers kita yaitu Bapak Soekarno menyatakan bahwa hanya Bangsa yang menghargai jasa pahlawannya dapat menjadi Bangsa besar, Kata Camat Banda saat berikan Sambutan.

IM-Masohi, Sejarah merupakan ilmu yang mempunyai makna sosial yang penting bagi perkembangan dan perubahan masyarakat.
Melalui catatan sejarah dapat memotivasi seseorang untuk lebih baik dari nenek moyangnya. Bahkan pemahaman dalam peristiwa peristiwa masa lalu, akan menggugah kesadaran sejarah yang kolektif secara kolektif berupa pengalaman bersama sebagai ungkapan reaksi mereka kepada situasi dalam peristiwa sosial, politik, ekonomi, kebudayaan dari masa ke masa. Seperti halnya Danramil 01 / Banda Kodim 1502 / Masohi,
Sabtu (08/05/21), Bertempat di area Perigi Rantai RT. 02 Negeri Adm. Dwiwarna, Kec. Banda, Kab. Maluku Tengah telah melaksanakan kegiatan Upacara peringatan 400 (empat ratus) tahun Peristiwa Pembantaian Etnis Banda (Genosida) yang dilakukan JAN PLETERZOOM COEN terhadap warga masyarakat Banda neira pada tahun 1609. sekaligus pelantikan Badan pengurus perkumpulan Banda neira muda (Perbamu) yang diselenggarakan oleh perkumpulan warga masyarakat Kec. Banda Neira Tahun 2021
Hadir dalam kegiatan tersebut yaitu:

  1. Kepala Kecamatan Banda, Bapak Kadir Sarilan, S. Sos.
  2. Danramil 1502-01/Banda, Kapten Inf. Junus Djerson M.
  3. Kapolsek Banda, Iptu Aris
  4. Kepala Cabang Kejaksaan Ambon di Banda neira, Bapak Juneidi, SH. MH.
  5. Waka Polsek Banda, Ipda Muslim N. Renuf SH.
  6. Kanit Binmas Polsek Banda, Ipda Ruslan Nur.
  7. Danpos Pol. Airud Banda, Aipda Bernadus.
  8. Mewakili Dan Pos Pemantau TNI – AL / Banda, Serka Sampang.
  9. Mewakili Sekolah Tinggi Hatta Sjahrir Banda, Ibu NAJIRAH ASMI, S.Pd. MSi.
  10. Ketua umum perkumpulan Banda neira muda ( Perbamu ), Bapak Isra Prasetya,SE.
  11. Perwakilan para kepala jawatan dalam lingkup pemerintahan Kec. Banda neira.
  12. Mewakili KPNA se – Kec. Banda neira, Latu Pati, Bapak Rahman A.
  13. Para Toga, Tomas, Todat dan Toda Banda Neira. Memperingati 400 tahun genosida rakyat Banda kiranya tidak sekedar ingat pada setiap tanggal 8 Mei saja, namun lebih dari itu perjuangan dan pengorbanan para pahlawan yang telah mempertaruhkan jiwa raganya untuk mempertahankan kedaulatan tanah Banda dalam wilayah kedaulatan negara kesatuan Republik Indonesia dan terus dikenang sepanjang masa oleh kita semua.
    Apa yang telah dilakukan oleh para leluhur dan pejuang kiranya dapat menginspirasi serta memotivasi kita semua untuk meneruskan perjuangan mereka, kalau dulu kita berjuang dengan mengangkat senjata, maka sekarang kita melawan berbagai permasalahan Bangsa.
    Meskipun dalam masa pandemi Covid – 19 saat ini peringatan 400 tahun genosida rakyat Banda diharapkan dapat berlangsung secara hikmah dan tidak kehilangan makna bahkan dapat memberikan energi tambahan untuk menggugah kesadaran segenap elemen putra-putri Banda neira untuk terus bersatu mengutamakan persatuan dan kesatuan Bangsa. Nilai-nilai kepahlawanan seperti percaya kepada Tuhan Yang Maha Esa, rela berkorban pantang menyerah, suka membantu bergotong-royong perlu dirawat dan dipupuk agar dapat tumbuh bersemi di dalam hati Sanubari setiap rakyat Indonesia, semangat para leluhur kepahlawanan yang terus menyala dapat dijadikan sebagai motor penggerak dalam upaya kita mengisi kemerdekaan untuk mewujudkan cita-cita para pendiri negeri ini.
    Yakinlah apabila setiap anak Bangsa Indonesia tertanam semangat dan Nilai-nilai kepahlawanan tersebut, maka kita akan dapat menyelesaikan berbagai masalah Bangsa,Mari Tunjukkan kontribusi kita kepada Bangsa dengan menjadi pejuang masa kini yang memiliki empati untuk menolong sesama, saling menghargai dan saling menghormati satu sama lain.
  • Pada kesempatan ini saya mengimbau kepada seluruh masyarakat Banda neira untuk berpartisipasi memperingati 400 tahun genosida rakyat Banda sebagai salah satu bentuk penghargaan atas jasa para pejuang dan pahlawan sebagaimana ungkapan salah seorang The Fonding Fathers kita yaitu Bapak Soekarno menyatakan bahwa hanya Bangsa yang menghargai jasa pahlawannya dapat menjadi Bangsa besar, Kata Camat Banda saat berikan Sambutan.

Berita Terkait

Sholat Idul Adha dengan masyarakat di Masjid At Taqwa. Kapolda: Berkah kurban untuk sesama.
Jalin Silaturahmi JAR Serahkan Hewan Kurban Di SBB.
Ratusan Warga Tanah Goyang Ramaikan Antar Qur’ban Dengan Hadrat keliling Kampung.
Warga Muhammadiyah Ambon Membagikan Daging Kurban
Pastikan Keamanan, Kapolsek Kawal Malam Takbiran Hingga Sembelih Hewan Kurban
Warga Muhammadiyah Ambon Melaksanakan Sholat Idul Adha 1445 H, Di Pelataran Perguruan Tinggi Muhammadiyah Wara 
Kapolres Buru Sumbang 5 ekor sapi dan 1 ekor kambing di hari raya Idul Adha 1445 H
Rayakan Idul Adha 1445 H, Polres Buru dan Polsek Jajaran Berbagi Berkah.
Berita ini 388 kali dibaca

Berita Terkait

Monday, 17 June 2024 - 22:05 WIT

Sholat Idul Adha dengan masyarakat di Masjid At Taqwa. Kapolda: Berkah kurban untuk sesama.

Monday, 17 June 2024 - 21:09 WIT

Jalin Silaturahmi JAR Serahkan Hewan Kurban Di SBB.

Monday, 17 June 2024 - 20:54 WIT

Ratusan Warga Tanah Goyang Ramaikan Antar Qur’ban Dengan Hadrat keliling Kampung.

Monday, 17 June 2024 - 20:28 WIT

Warga Muhammadiyah Ambon Membagikan Daging Kurban

Monday, 17 June 2024 - 15:10 WIT

Pastikan Keamanan, Kapolsek Kawal Malam Takbiran Hingga Sembelih Hewan Kurban

Monday, 17 June 2024 - 14:50 WIT

Kapolres Buru Sumbang 5 ekor sapi dan 1 ekor kambing di hari raya Idul Adha 1445 H

Monday, 17 June 2024 - 14:42 WIT

Rayakan Idul Adha 1445 H, Polres Buru dan Polsek Jajaran Berbagi Berkah.

Sunday, 16 June 2024 - 22:08 WIT

Jelang Idul Adha 1445 Hijriah/2024, Yayasan Indah Kembali Berbagi Qurban di Indonesia Timur, Maluku Prioritas

Berita Terbaru

Headline

Jalin Silaturahmi JAR Serahkan Hewan Kurban Di SBB.

Monday, 17 Jun 2024 - 21:09 WIT

Headline

Warga Muhammadiyah Ambon Membagikan Daging Kurban

Monday, 17 Jun 2024 - 20:28 WIT