IM — Deputi I Kepala Staf Kepresidenan Febry Calvin Tetelepta yang di sapaan (FCT) melakukan kunjungan di Kabupaten Pulau Buru tepatnya di desa lolongkuba Kecamatan…. dalam rangka meninjau relokasi jalan dan jembatan Bendungan Wai Apu sebagai dampak penanganan (Impounding) Bendungan.
Kepala Kantor Staf Presiden (KSP), Febry Calvin Tetelepta, melakukan pemantauan untuk memastikan perubahan timeline pekerjaan, ujar Tetelepta kepada media ini, Senin(25/4).
Ditagetkan pekerjaan rampung Oktober 2023 kemudian di ubah oleh Balai Pelaksanaan Jalan dan Jembatan (BPJN ) Maluku menjadi Desember 2023.
Kita dorong percepatan 1,5 bulan di perencanaan dan masa konstruksi 3 bulan sehingga di sepakati penyelesaian pekerjaan pertengahan bulan agustus 2023, ujar Tetelepta.
Tetelepata menjelaskan, perubahan trase jalan dan jumlah jembatan yang terdampak koreksi dari hasil survei terbaru oleh BPJN.
Panjang jalan eksisting yang terdampak Bendungan Way Apu yakni sepanjang 1,604 km dan 3 unit jembatan dengan total panjang 115 meter.
Hasil survei terbaru panjang jalan baru sesuai trase relokasi adalah sepanjang 1,864 km dan terdapat 4 unit jembatan baru dengan total panjang 280 meter, ujar Tetelepta.
Lokasi Bendungan Way Apu mencakup 2 segmen , kondisi eksisting pada segmen 1 memiliki panjang jalan 436,60 meter dengan elevasi +60 meter dan jumlah jembatan 1 unit sepanjang 50 meter. Sedangkan untuk kondisi eksisting pada segmen 2 memiliki panjang jalan 1,168 meter dengan elevasi +45 meter dan jembatan 2 unit sepanjang 65 meter.
Kehadiran Bendungan Way Apu dapat mengairi sawa seluas 10.000 ha, Pengandalian banjir, pariwisata dan listrik untuk pulau Buru sebesar 8 MW.
Deputi I KSP memastikan bahwa pemabangunan bendungan serta relokasi jalan dan jembatan tidak akan mengorbankan hak ulayat masyarakat adat setempat. Demi meningkatkan pertumbuhan ekonomi masyarakat,Tuturnya.( IM03)







