Bantuan Tidak Tepat Sasaran, Camat Taniwel Timur Didesak Panggil Kepala Desa Lumahpelu

- Publisher

Tuesday, 18 March 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Infomalukunews.com,SBB- Salah satu masyarakat negeri Lumahpelu,Joli Tinowo, menyebutkan bahwa bantuan perahu fiber untuk nelayan yang dibagikan oleh Pemerintah desa Lumahpelu dinilai tidak tepat sasaran. Sebab, ada sejumlah penerima bantuan yang tidak sesuai dengan profesi yang mereka. Bahkan terkesan pembangiannya tidak adil.

“Jadi ketika pemerintah desa Lumahpelu melalui melakukan pembagian 11 buah perahu fiber kepada 19 nama penerima bantuan. Perinciannya, 16 orang mendapatkan 8 buah dengan pembagian 2 orang mendapatkan 1 buah, sedangkan ada 3 buah fiber lainnya dibagikan kepada masing-masing 3 penerima. Pembagian seperti ini sangat tidak adil. Karna ada 16 orang dibagi menjadi 8 kelompok. Itu artinya, 2 orang mendapatkan 1 buah. Sedangkan 3 orang lainnya mendapatkan 1 buah untuk masing-masing orang. Bahkan dapat menimbulkan kesalahpahaman,” ungkap Joli, kepada InfoMaluku, Selasa,(18/3).

Kata dia, masih mendingan jika nama-nama yang dibagikan memiliki hubungan baik sebagai keluarga. Namun jika tidak pasti akan terjadi kesalapahaman dikemudian hari nanti.

“Dari 19 nama penerima bantuan nelayan itu juga tidak semua penerima memiliki kartu nelayan. Sebab nelayan yang mendapatkan bantuan diwajibkan memiliki kartu nelayan atau kartu Kusuka yang berfungsi sebagai identitas profesi nelayan,” imbuhnya.

Lebih parah lagi, lanjut dia, dari 19 nama penerima bantuan perahu fiber, ada nama ketua BPD dan perangkat desa. Semestinya dalam penentuan nama-nama penerima bantuan, pemerintah desa memprioritaskan masyarakat yang benar-benar berprofesi sebagai nelayan dan memiliki pendapatan ekonomi rendah.

” Bantuan-bantuan yang tidak tepat sasaran seperti ini sudah sangat sering terjadi di desa Lumahpelu semenjak bapak Julius Silaya memimpin dari tahun 2021.

Olehnya itu camat Taniwel Timur diminta segera memanggil kepala desa Lumahpelu dan staf desa serta BPD untuk menyelesaikan polemik ini dengan mengedepankan prinsip-prinsip prioritas yang adil dan beradab,” pungkasnya.(IM-03)

Berita Terkait

Dari Pawai ke Persatuan: Pesan KNPI Tual untuk Fans Bola Jelang Piala Dunia
6 Bintang Jadi Target, Fans Brasil Kei Ajak Nobar Tertib Jelang Piala Dunia 2026
DPRD Maluku Dukung Pattimura International Big Fight 2026
Pembangunan USB SMAN 29 SBB Disorot, Penyidik Temukan Sejumlah Kejanggalan
Bodewin Wattimena: Olahraga Pelajar Bentuk Generasi Sehat dan Berprestasi
Festival Senandung Jukulele Guncang Ambon, Ely Toisutta: Warisan Budaya Ini Harus Mendunia
Kejari Malteng Telusuri Dugaan Korupsi Anggaran Desa Layeni
Gawat! Skandal Korupsi DPRD SBB, Mantan Bendahara Akui Di Hadapan Penyidik Ada SPPD Fiktif
Berita ini 276 kali dibaca

Berita Terkait

Wednesday, 13 May 2026 - 22:48 WIT

Dari Pawai ke Persatuan: Pesan KNPI Tual untuk Fans Bola Jelang Piala Dunia

Wednesday, 13 May 2026 - 22:45 WIT

6 Bintang Jadi Target, Fans Brasil Kei Ajak Nobar Tertib Jelang Piala Dunia 2026

Wednesday, 13 May 2026 - 22:41 WIT

DPRD Maluku Dukung Pattimura International Big Fight 2026

Wednesday, 13 May 2026 - 20:20 WIT

Pembangunan USB SMAN 29 SBB Disorot, Penyidik Temukan Sejumlah Kejanggalan

Wednesday, 13 May 2026 - 20:16 WIT

Bodewin Wattimena: Olahraga Pelajar Bentuk Generasi Sehat dan Berprestasi

Berita Terbaru

Daerah

DPRD Maluku Dukung Pattimura International Big Fight 2026

Wednesday, 13 May 2026 - 22:41 WIT