IM, AMBON-
Kehadiran Asrama Haji yang cukup megah di Desa Waiheru, Kecamatan Baguala, Kota Ambon diharapkan mampu menjawab seluruh permasalahan keberangkatan calon jemaah haji (CJH) dari berbagai kabupaten kota di Maluku.
Sebut saja yang berasal dari Kabupaten Kepulauan Aru, Maluku Tenggara dan Kota Tual jika sebelumnya diberangkatkan secara terpisah menuju embarkasi Makassar, nanti tidak serumit itu lagi di tahun 2020.
“Jika sudah jadi embarkasi haji antara, semua proses sudah tidak lagi di Makassar tetapi disini semua di asrama haji Waiheru,” kata Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama RI (Kemenag RI) Feisal Musaad kepada infomalukunews.com, Selasa (3/12).
Setiap kelompok terbang (kloter) dari CJH Maluku, jelas Musaad yang ‘diasramakan’ di Waiheru akan langsung dibina. Demikian seterusnya untuk kloter-kloter berikutnya sebelum diberangkatkan menuju tanah suci Mekkah.
“Beta kira semua tau pelayanan ibadah haji saat ini lebih baik dari masa-masa yang lalu. Asrama sudah bagus, kuota haji naik dari 560 menjadi 1.273 calon haji. Kami hanya sedang konsen untuk jadi embarkasi biar jamaah dan keluarga tidak lagi nginap di asrama Sudiang Makassar,” terang Musaad.
Sekedar tahu saja, pelaksanaan pekerjaan fisik revitalisasi dan pengembangan asrama haji Wisma Muzdalifah Waiheru, Kecamatan Baguala Kota Ambon telah rampung. Gedung setara hotel berbintang tiga itu diproyeksikan mulai berfungsi secara optimal sejak tahun ini.
Keseluruhan pembangunan dibiayai lewat Kementerian Agama RI, dialokasikan dari dana Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) Tahun 2018 sebesar Rp 48 milyar. Sementara anggaran terpisah sebesar Rp. 6,5 miliyar untuk pengadaan genset berbasis katalog, bangunan pos jaga maupun fasilitas pendukung lainnya.
Gedung Wisma Muzdalifah dibangun di atas lahan seluas kurang lebih 2 hektar dengan 110 kamar, 2 aula, 1 ruang restoran dan ruang santai dengan fasilitas AC.
“Untuk proses pembanguna asrama haji sudah selesai. Kita juga sudah tanda tangan berita acara penyerahan. Bahka sudah difungsikan untuk melayani calon jemaah haji asal Provinsi Maluku tahun 2019 kemarin. Kita siap melayani calon jemaah haji tahun depan lagi, insya Allah,” cetus dia.
Terkait pembangunan asrama haji ini, Feisal Musaad mengakui pelaksanaannya oleh kontraktor cukup memuaskan sesuai harapan. Dia menyatakan hasil pekerjaan tersebut siap diaudit oleh lembaga auditor negara maupun Inspsektorat Kemenag RI.
Diakui asrama haji yang dinamakan Wisma Muzdalifah Waiheru ini berstatus ‘asrama antara’ dari sisi infrastruktur hanya untuk Maluku saja. Sementara Provinsi Papua dan lainnya belum. Di tahun 2020 embarkasi haji antara, kata dia, memang dimulai dari Maluku.
“Saya kira fasilitas yang ada sudah cukup lengkap, ada aula keberangkatan dilantai IV, ada aula yang bisa menampung 500-600 jemaah, saya fikir bisa dimanfaatkan untuk keberangkatan dan pemulangan calon jamaah haji,” ingatnya. (pom)