Infomalukunews.com, Ambon,- Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon terus memperkuat komitmen dalam menanamkan nilai-nilai kebangsaan serta mempererat persatuan di tengah keberagaman masyarakat. Komitmen tersebut ditegaskan oleh Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Drs. Edwin Pattikawa, saat mewakili Wali Kota Ambon dalam Rapat Kerja Forum Pembaruan Kebangsaan (FPK) Kota Ambon yang digelar di Gren Avira Hotel, Rabu (16/10/2025).
Dalam sambutannya, Pattikawa menegaskan bahwa Ambon merupakan miniatur Indonesia sejati, tempat di mana semangat Bhinneka Tunggal Ika benar-benar hidup dan tercermin dalam kehidupan sosial masyarakat.
“Saat ini telah berdiri 23 paguyuban etnis yang aktif berperan di tengah masyarakat. Hal ini menjadi bukti nyata bahwa semangat pembaruan kebangsaan masih hidup di Kota Ambon,” ujarnya.
Sebagai kota dengan sejarah panjang keterbukaan dan toleransi, Ambon dikenal sebagai daerah yang ramah dan inklusif. Sejak masa kejayaan perdagangan rempah, Ambon telah menjadi rumah bagi berbagai etnis, agama, dan budaya yang hidup berdampingan secara harmonis.
Meski demikian, Pattikawa mengingatkan bahwa tantangan kebangsaan di era digital semakin kompleks, terutama dengan maraknya provokasi, hoaks, dan ujaran kebencian di media sosial. Menurutnya, kondisi ini menuntut peran aktif FPK untuk menjaga semangat persatuan di tengah masyarakat yang majemuk.
“Forum ini harus menjadi jembatan komunikasi, wadah dialog, dan motor penggerak harmoni sosial di Kota Ambon,” tegasnya.
Rapat kerja FPK kali ini mengusung tema “Harmoni Inklusif dalam Sinergi, Sinkronisasi, dan Kolaborasi.” Melalui tema tersebut, Pemerintah Kota berharap forum ini dapat melahirkan program-program nyata yang memperkuat kehidupan sosial yang damai, kreatif, dan berkeadilan.
Lebih lanjut, Pattikawa menegaskan bahwa Pemkot Ambon siap memberikan dukungan penuh bagi penguatan FPK, baik melalui fasilitasi kegiatan, peningkatan kapasitas organisasi, maupun kolaborasi lintas sektor.
“Pembaruan kebangsaan bukan hanya simbol persatuan, tapi juga fondasi bagi kemajuan dan pembangunan Kota Ambon yang aman, damai, dan berkelanjutan,” tambahnya.
Menutup sambutannya, Pattikawa mengajak seluruh masyarakat untuk terus menanamkan nilai-nilai toleransi, gotong royong, dan saling menghormati dalam kehidupan sehari-hari.
“Mari kita buktikan bahwa Ambon Manise bukan hanya karena keindahan alam dan musiknya, tetapi juga karena kelembutan hati dan kedewasaan warganya dalam menjaga persaudaraan,” tutupnya.
Rapat kerja ini turut dihadiri oleh sejumlah unsur penting, di antaranya perwakilan Kementerian Agama Kota Ambon, Forkopimda, pimpinan paguyuban etnis, tokoh agama, serta perwakilan perbankan dan organisasi masyarakat.
(VLL-IM)






