INFOMALUKUNEWS.COM.PIRU,SBB,- Pemalangan jalan Trans Seram Oleh Masyarakat Desa Nurue sebagai bagian dari protes atas dihentikannya pekerjaan dan dirumahkannya Karyawan PT. SPACE ISLAND MAlUKU (SIM). Serta ancaman pihak perusahaan untuk mencabut Investasi dari Kab. Seram Bagian Barat.(31/08/2024).
Hal ini mendapat tanggapan serius dari Melkisedekh Tuhenay, Anggota DPRD SBB yang juga Ketua Fraksi PDI Perjuangan.
Kepada media ini Tuhenay menyesalkan persoalan Investasi PT. SIM yang berlarut – larut dan belum juga terselesaikan, Dirinya mengaku sangat prihatin dengan adanya persoalan ini.
” Saya sangat prihatin dengan persoalan ini, saya berharap pemerintah daerah bersikap bijak untuk menelaah permasalahan yang terjadi, sepengetahuan saya Pj. Bupati Jais Elly telah mencabut keputusan Pj.Bupati Sebelumnya terkait larangan aktifitas PT. SIM, sehingga Perusahaan dapat beraktifitas kembali diwilayah perkebunan yang tidak bersengketa.
Namun baru satu hari beraktifitas di tanggal 6 Agustus kemarin, PT.SIM kembali menghentikan kembali aktifitasnya dengan alasan ada larangan.
Dirinya mempertanyakan larangan tersebut dari siapa dan atas perintah siapa, ini harus jelas, dan Perusahan harus jelaskan itu perintah siapa, apalagi sudah ada ijin aktifitas yang di Keluarkan oleh Elly”. Ujar Tuhenay.
“Kalau penyebab persoalan tersebut akibat sengketa wilayah antara Desa Nurue dan Desa Waisamu maka sebaiknya, persoalan ini di selesaikan di pengadilan agar mendapatkan kepastian hukum, jangan dibiarkan berlarut – larut, karena persoalan ini bukan hanya berdampak kepada Pihak Perusahaan tetapi juga dapat berdampak Kantipmas pada kedua Desa”. Tegasnya.
Lanjudnya, salah satu aksi ketidakpuasan adalah pemalangan jalan Trans Seram yang di lakukan oleh Desa Nurue Kemarin, yang rugi bukan cuma kedua desa tetapi masyarakat SBB juga yang rugi, aktifitas masyarakat terganggu, perputaran ekonomi juga terganggu, kalau hal ini dibiarkan berlarut – larut”. Ujarnya.
Selaku wakil rakyat, Saya akan meminta kepada kawan – kawan Komisi lll DPRD SBB untuk turun ke PT. SIM dan Kedua Desa Tersebut untuk melakukan on-site checking terkait persoalan ini pada Hari Senin besok, jangan dengan adanya persoalan ini dapat menghambat serta mengganggu aktifitas masyarakat apalagi sampai terjadi gangguan Kamtibmas apalagi perhelatan Pilkada sudah di depan mata”. Tuturnya.(IM.KR).







