Terkait Pelayanan, DPRD Datangi RSUD Salim Alkatiri

- Publisher

Wednesday, 1 September 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

NAMROLE, IM
DPRD Kabupaten Buru Selatan (Bursel) mendatangi Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Salim Alkatiri Namrole, Senin (30/8/2021).

Kedatangan para wakil rakyat tersebut dipimpin langsung Ketua DPRD, Muhajir Bahta serta beberapa anggota DPRD lainnya Ahmad Umasangaji (PDIP), Asriadi Tomia (Golkar), Irwan Nurdin (Nasdem), Sadam Kadatua (PPP), Yadus Lesnussa (Perindo).

Bahta menuturkan, kedatangan mereka guna mengecek langsung persoalan mendasar terkait pelayanan di RSUD Salim Alkatiri. Karena memang sejauh ini, DPRD mendapat keluhan dan informasi dari berbagai sumber perihal buruknya pelayanan di RSUD tersebut.

“Jadi pasien BPJS untuk mendapatkan obat saja tidak tersedia di RSUD, alat tes darah (regen) juga tidak ada. Sehingga dokter sulit mendiaknosa penyakit yang diderita pasien,” katanya.

Dijelaskan Bahta, persoalan mendasar adalah manajemen tata kelola di RSUD yang tidak profesional. Daerah semakin maju, namun pelayanan rumah sakitnya kian buruk, betapa tidak diatas 70 persen pasien rumah sakit di daerah dirujuk ke RSUD Namlea dan Kota Ambon.

“Kami sudah sampaikan bahwasannya kami inginkan RSUD ini, mampu menekan angka rujuk para pasien. Karena itu membebani masyarakat kita meski mereka pengguna BPJS. Namun saat rujuk, mereka pasti membutuhkan anggaran ke Namlea dan Ambon,” terangnya.

Bahta menambahkan, sebenarnya, penyakit para pasien kadang tidak begitu serius, tetapi sering saja dirujuk ke rumah sakit di Namlea dan Ambon. Hal ini tentunya, berbanding terbalik dengan DPRD yang telah menganggarkan dalam APBD Tahun 2021.

Bahkan anggaran untuk pembangunan rumah dinas Sekda sebesar Rp 1,3 miliar tahun 2021, malah dianggarkan ke RSUD untuk memenuhi kebutuhan mendasar guna meningkatkan performen RSUD tersebut. Tak hanya itu, anggaran untuk mendatangkan empat orang dokter juga tidak terealisasi. RSUD hanya mampu mendatangkan satu orang dokter ahli bedah.

Selain itu menurut politisi Partai Nasdem ini, ruang apotik yang sudah ada tidak difungsikan. Bahkan DPRD menemukan, hutang RSUD Salim Alkatiri tahun 2020 di pihak ketiga penyedia obat yakni PT. Rajawali Kimia Farma sebesar Rp 500 juta.

“Inikan aneh, sudah dianggarkan miliaran rupiah tapi masih terdapat hutang pada pihak ketiga. Bahkan, pasien BPJS yang membeli obat diluar RSUD tidak diklaim untuk dibayarkan kepada masyarakat,” teturnya. (RB)

Berita Terkait

Ketua TKBM: Lomba Belang Oktober Akan Lebih Besar Lagi, Menargetkan Maluku Tenggara Dan Siswa SMA
Mantan Bendahara Dinkes Bursel AT, Diduga Gelapkan Dana BOKB Rp400 Juta, APH Diminta Segera Bertindak
Polres SBB Amankan 4 Terduga Pelaku, Kapolres AKBP Andi Zulkifli: Kasus Masih Dikembangkan
Puluhan Tanah SMA/SMK di SBB Belum Bersertifikat, Kacabdin Kejar Tuntas Juli 2026
“Sinergitas TNI dan Para Dai” Danrindam Tekankan Komitmen Kebangsaan Demi Keutuhan NKRII ‎
DPRD Maluku Ingatkan Pentingnya Realisasi Rekomendasi LKPJ
Polisi Kirim SPDP Kasus Pembunuhan Nus Kei ke Kejaksaan, Penanganan Masuk Tahap Lanjutan
Pemkot Ambon Perkuat Fasilitasi Haji 2026, Manasik Jadi Bekal Kemandirian Jamaah
Berita ini 288 kali dibaca

Berita Terkait

Thursday, 20 August 2026 - 06:44 WIT

Ketua TKBM: Lomba Belang Oktober Akan Lebih Besar Lagi, Menargetkan Maluku Tenggara Dan Siswa SMA

Wednesday, 24 June 2026 - 10:33 WIT

Mantan Bendahara Dinkes Bursel AT, Diduga Gelapkan Dana BOKB Rp400 Juta, APH Diminta Segera Bertindak

Tuesday, 2 June 2026 - 10:01 WIT

Polres SBB Amankan 4 Terduga Pelaku, Kapolres AKBP Andi Zulkifli: Kasus Masih Dikembangkan

Tuesday, 26 May 2026 - 14:02 WIT

Puluhan Tanah SMA/SMK di SBB Belum Bersertifikat, Kacabdin Kejar Tuntas Juli 2026

Thursday, 7 May 2026 - 22:49 WIT

“Sinergitas TNI dan Para Dai” Danrindam Tekankan Komitmen Kebangsaan Demi Keutuhan NKRII ‎

Berita Terbaru