Paus Raksasa Diperkirakan Sepanjang 22 Meter Terdampar Di ponom, Bangkai Membusuk Jadi Sorotan Warga

- Publisher

Tuesday, 27 October 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Infomalukunews.com,Dobo — Warga Desa Ponom, Kecamatan Aru Tengah Timur, Kabupaten Kepulauan Aru, Maluku, digegerkan dengan penemuan seekor paus berukuran raksasa yang terdampar di kawasan pesisir hutan mangrove, Minggu (26/10/2026).

Mamalia laut yang diperkirakan memiliki panjang sekitar 22 meter itu ditemukan dalam kondisi mengenaskan. Berdasarkan foto yang diterima redaksi, bangkai paus tampak tergeletak di atas lumpur kawasan mangrove, dengan kondisi tubuh membusuk dan kulit mulai mengelupas.

Penemuan tersebut sontak menarik perhatian warga. Sejumlah masyarakat terlihat mendatangi lokasi untuk menyaksikan langsung bangkai mamalia laut berukuran jumbo tersebut.

Diduga Terjebak di Kawasan Mangrove

Berdasarkan informasi yang dihimpun dari warga, paus tersebut diduga terbawa arus pasang tinggi dalam beberapa hari terakhir hingga masuk ke perairan dangkal di sekitar pesisir Desa Ponom.

Kondisi perairan yang dipenuhi akar mangrove diduga menyulitkan mamalia laut tersebut untuk kembali menuju laut lepas. Namun, penyebab pasti paus itu terdampar hingga kini belum diketahui dan masih memerlukan pemeriksaan lebih lanjut dari pihak berwenang.

Pemerintah dan Instansi Terkait Perlu Turun Tangan

Keberadaan bangkai paus yang telah membusuk di kawasan pesisir menjadi perhatian, terutama terkait penanganan bangkai serta potensi gangguan terhadap lingkungan sekitar.

Hingga berita ini disusun, berdasarkan informasi yang diterima redaksi, kejadian tersebut belum dilaporkan kepada Pemerintah Desa Ponom maupun Dinas Perikanan Kabupaten Kepulauan Aru.

Pemerintah daerah bersama instansi terkait, termasuk petugas yang menangani konservasi sumber daya kelautan, diharapkan segera turun ke lokasi untuk melakukan pemeriksaan, memastikan penyebab paus terdampar, serta menentukan langkah penanganan yang tepat.

Warga juga diimbau tidak mendekati atau menyentuh bangkai paus, mengingat kondisinya telah membusuk dan perlu ditangani secara aman oleh petugas berwenang.

Peristiwa ini menjadi perhatian serius bagi masyarakat pesisir Kepulauan Aru. Penanganan yang cepat dan tepat diperlukan untuk memastikan kondisi lingkungan tetap terjaga sekaligus mengetahui penyebab pasti terdamparnya mamalia laut berukuran raksasa tersebut.(IM-DW)

Berita Terkait

Praktisi hukum, Ali Rumauw, SH : Soroti Profesionalisme Wali Kota Ambon dalam Menentukan Kepastian Pelantikan Direktur Perumda Tirta Yapono
Pikom Imm Syariah UIN Ambon Desak Ketua Umum DPD Imm Maluku Tertibkan Cabang Tandingan
mendadak lemas di tempat pijat Lestari, pria paruh baya meninggal usai dievakuasi
Gubernur Maluku Ajak GPdI Perkuat Keluarga dan Jaga Perdamaian di Maluku
Tiga Warga Pulau Buano Hilang Kontak Tiga Hari, Ditemukan Selamat di Rumpon Nelayan
REKTOR UIN AMBON PROF. ABIDIN WAKANO RAIH PIKI AWARD 2026, DIAKUI NASIONAL SEBAGAI TOKOH TOLERANSI DAN PERDAMAIAN
Buka KKR TNI-Polri di Ambon, Kapolda Maluku Ajak Personel TNI-Polri dan ASN Layani Masyarakat dengan Integritas
Tak Hanya Futsal, Bank Maluku – Malut Buka 500 Rekening SimPel di HUT ke-65
Berita ini 23 kali dibaca

Berita Terkait

Wednesday, 28 October 2026 - 08:06 WIT

Praktisi hukum, Ali Rumauw, SH : Soroti Profesionalisme Wali Kota Ambon dalam Menentukan Kepastian Pelantikan Direktur Perumda Tirta Yapono

Tuesday, 27 October 2026 - 22:43 WIT

Pikom Imm Syariah UIN Ambon Desak Ketua Umum DPD Imm Maluku Tertibkan Cabang Tandingan

Tuesday, 27 October 2026 - 22:27 WIT

mendadak lemas di tempat pijat Lestari, pria paruh baya meninggal usai dievakuasi

Tuesday, 27 October 2026 - 20:48 WIT

Gubernur Maluku Ajak GPdI Perkuat Keluarga dan Jaga Perdamaian di Maluku

Tuesday, 27 October 2026 - 20:46 WIT

Tiga Warga Pulau Buano Hilang Kontak Tiga Hari, Ditemukan Selamat di Rumpon Nelayan

Berita Terbaru