BERAS SPHP BULOG MALUKU-MALUT BANYAK JEBOL, PEDAGANG KECIL TERANCAM TEKOR: KARUNG PECAH, BERAS TINGGAL 3,5 KG

- Publisher

Wednesday, 5 August 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Infomalukunews.com,Maluku – Persoalan kualitas kemasan beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) yang didistribusikan melalui Perum Bulog Kanwil Maluku dan Maluku Utara mendapat sorotan. Sejumlah pedagang kecil yang bermitra dengan Bulog mengeluhkan karung beras SPHP yang disebut mudah mengalami kerusakan pada bagian jahitan.

Keluhan tersebut dinilai perlu mendapat perhatian serius karena pedagang kecil merupakan bagian penting dalam rantai distribusi pangan pemerintah kepada masyarakat. Jangan sampai persoalan kemasan justru membuat pedagang mitra menanggung kerugian akibat beras yang tercecer sebelum sampai kepada konsumen.

Seorang pedagang kecil yang tidak mau Namanya disebutkan yang bermitra dengan Bulog kepada Media ini Selasa 4/8/26, mengaku mengalami kerusakan puluhan karung beras SPHP dalam dua kali pengambilan.

“Apakah teman-teman mengalami beras SPHP-nya banyak yang karung jahitannya pecah? Soalnya saya sudah dua kali mengalami,” keluh pedagang tersebut.

Menurut keterangannya, sekitar dua minggu sebelumnya terdapat kurang lebih 40 karung yang mengalami kerusakan pada bagian jahitan. Pada pengambilan berikutnya, kembali ditemukan sekitar 30 karung yang mengalami persoalan serupa.

Pedagang tersebut kemudian melakukan penimbangan terhadap sejumlah karung yang mengalami kerusakan. Ia mengaku menemukan isi beras yang tersisa sekitar 4 kilogram, bahkan ada yang hanya sekitar 3,5 kilogram.

“Setelah saya coba tes timbang karung yang pecah itu, isinya kadang sisa 4 kilogram, ada 3,5 kilogram,” ungkapnya.

PEDAGANG DI PULAU SERAM DIHADAPKAN BIAYA ANGKUT

Persoalan tidak berhenti pada kerusakan kemasan. Pedagang yang berada di wilayah Pulau Seram mengaku harus menghadapi persoalan tambahan apabila karung rusak tersebut harus dikembalikan ke gudang Bulog di Ambon untuk mendapatkan penggantian.

Pedagang mengaku telah menghubungi pihak gudang Bulog dan mendapatkan informasi bahwa karung yang rusak dapat dibawa kembali untuk diganti.

Namun, bagi pedagang yang berada di luar Kota Ambon, khususnya di Pulau Seram, mekanisme tersebut dinilai berpotensi kembali membebani pedagang dengan biaya transportasi yang tidak sedikit.

“Saya baru hubungi orang gudang terkait dengan hal ini. Responsnya katanya dibawa kembali untuk diganti. Cuma setelah saya hitung-hitung, harus tambah ongkos lagi. Kebetulan saya di Pulau Seram, sangat besar,” ujarnya.

Karena mempertimbangkan biaya transportasi dan kerugian yang disebut telah dialami sebanyak dua kali, pedagang tersebut akhirnya mengaku memilih menerima kerugian.

“Jadi saya simpulkan, terima saja kerugian yang sudah dua kali ini,” katanya.

JANGAN SAMPAI PEDAGANG KECIL JADI KORBAN

Kondisi tersebut patut menjadi perhatian Perum Bulog Kanwil Maluku dan Maluku Utara. Program SPHP merupakan bagian dari kebijakan pemerintah dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan serta memastikan masyarakat memperoleh beras dengan harga yang terjangkau.

Dalam pelaksanaannya, pedagang kecil yang menjadi mitra distribusi seharusnya tidak ditempatkan pada posisi yang harus menanggung sendiri kerugian akibat persoalan kemasan yang terjadi sebelum beras sampai kepada konsumen.

Karena itu, pengawasan terhadap kualitas kemasan, proses penjahitan karung, penyimpanan hingga distribusi perlu diperketat, termasuk terhadap beras yang dikirim dari gudang ke wilayah-wilayah di luar Kota Ambon.

Pedagang juga meminta adanya mekanisme penanganan yang lebih mudah bagi mitra di daerah. Jangan sampai pedagang di Pulau Seram atau wilayah lainnya harus mengeluarkan biaya transportasi besar hanya untuk mengembalikan karung beras yang rusak.

BULOG DIMINTA PERIKSA KEMBALI KUALITAS JAHITAN

Pedagang tersebut berharap pihak Bulog melakukan evaluasi terhadap kualitas jahitan karung sebelum beras SPHP didistribusikan.

“Untuk itu saya kasih masukan untuk yang di gudang Bulog. Tolong perhatikan jahitan karungnya. Kalau bisa didobel saja jahitannya atau dibuat yang terbaik. Soalnya yang lalu-lalu itu jahitannya aman,” tambahnya.

Keluhan ini juga menjadi sinyal penting bagi pengelola gudang untuk melakukan pemeriksaan lebih ketat terhadap kondisi fisik kemasan sebelum proses distribusi. Sebab, apabila kerusakan terjadi berulang kali dalam jumlah puluhan karung, maka persoalan tersebut tidak seharusnya hanya dianggap sebagai kerugian pedagang secara individual.

MEDIA MINTA PENGAWASAN DISTRIBUSI SPHP DIPERKUAT

INFOMALUKUNEWS.COM meminta agar persoalan ini tidak berhenti sebagai keluhan pedagang semata. Pengawasan terhadap distribusi beras SPHP di Maluku dan Maluku Utara perlu dilakukan secara terbuka dan berkelanjutan.

Media memiliki fungsi kontrol sosial untuk memastikan program pemerintah berjalan sesuai tujuan, termasuk memastikan pedagang kecil yang menjadi mitra Bulog tidak dirugikan dalam proses distribusi.

Pengawasan dapat dilakukan mulai dari kondisi beras dan kemasan saat keluar dari gudang, proses pengangkutan, distribusi ke daerah kepulauan, hingga beras diterima pedagang mitra.

Jika ditemukan kerusakan kemasan dalam jumlah besar, pihak terkait perlu melakukan pemeriksaan untuk mengetahui penyebabnya, apakah berasal dari kualitas jahitan, proses penyimpanan, bongkar muat, pengangkutan, atau faktor lainnya.

Hal ini penting agar tidak terjadi saling menyalahkan dan yang paling utama adalah pedagang kecil tidak menjadi pihak yang menanggung kerugian.

Gudang Bulog Halong dan Salobar yang berada dikota Ambon merupakan fasilitas penyimpanan dan distribusi pangan Perum Bulog Kanwil Maluku dan Maluku Utara. Karena itu, kualitas pengelolaan stok dan distribusi dari fasilitas tersebut menjadi bagian penting dalam menjaga keberhasilan program SPHP di wilayah Maluku.

INFOMALUKUNEWS.COM akan terus melakukan fungsi pengawasan dan kontrol sosial terhadap pelaksanaan program pangan pemerintah, termasuk distribusi beras SPHP, serta memberikan ruang yang berimbang kepada Perum Bulog Kanwil Maluku dan Maluku Utara untuk memberikan klarifikasi atas keluhan pedagang tersebut.

Hingga berita ini diterbitkan, belum diperoleh klarifikasi resmi dari Perum Bulog Kanwil Maluku dan Maluku Utara mengenai keluhan puluhan karung beras SPHP yang disebut mengalami kerusakan jahitan serta mekanisme penggantian bagi pedagang mitra yang berada di luar Kota Ambon.(IM-03)

Berita Terkait

Kejati Maluku Maraton Periksa Saksi Kasus Korupsi BRI dan Proyek Jalan Namlea–Samalagi, Rp100 Juta Diserahkan sebagai Barang Bukti
Wakil Bupati Kepulauan Aru Resmi Tutup Pelatihan Penguatan Kompetensi Guru SD melalui Metode Matematika GASING 2026
Kejari Ambon Tetapkan 2 Tersangka Korupsi PT Dok dan Perkapalan Waiame, Kerugian Negara Capai Rp18,96 Miliar
Wali Kota Ambon Buka Konsultasi Publik Tahap II KLHS dan Revisi RTRW, Dorong Penataan Kota yang Berkelanjutan
GM Pelindo Regional 4 Cabang Ambon Sampaikan Duka dan Klarifikasi Terkait Kecelakaan Maut di Simpang Al-Fatah
Wali Kota Ambon Lepas Kontingen Pramuka ke Jambore Nasional XII, Tekankan Semangat Berprestasi dan Jaga Nama Daerah
Cold Storage Bertenaga Surya Hadir di Pulau Longos, Perkuat Ekonomi Nelayan
Jodis Rumasoal Desak DPC dan DPD PDI Perjuangan Evaluasi Ketua Fraksi dan Anggota DPRD SBB Terkait Penolakan LPJ
Berita ini 17 kali dibaca

Berita Terkait

Wednesday, 5 August 2026 - 19:17 WIT

Kejati Maluku Maraton Periksa Saksi Kasus Korupsi BRI dan Proyek Jalan Namlea–Samalagi, Rp100 Juta Diserahkan sebagai Barang Bukti

Wednesday, 5 August 2026 - 18:41 WIT

Wakil Bupati Kepulauan Aru Resmi Tutup Pelatihan Penguatan Kompetensi Guru SD melalui Metode Matematika GASING 2026

Wednesday, 5 August 2026 - 17:57 WIT

Kejari Ambon Tetapkan 2 Tersangka Korupsi PT Dok dan Perkapalan Waiame, Kerugian Negara Capai Rp18,96 Miliar

Wednesday, 5 August 2026 - 17:05 WIT

Wali Kota Ambon Buka Konsultasi Publik Tahap II KLHS dan Revisi RTRW, Dorong Penataan Kota yang Berkelanjutan

Wednesday, 5 August 2026 - 13:37 WIT

GM Pelindo Regional 4 Cabang Ambon Sampaikan Duka dan Klarifikasi Terkait Kecelakaan Maut di Simpang Al-Fatah

Berita Terbaru