Tak Cukup Satu Tersangka, Pemuda Muhammadiyah SBB Desak Polisi Bongkar Semua Pelaku Pembacokan Rafli Bufakar

- Publisher

Sunday, 7 June 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Infomalukunews.com, SBB-Desakan agar aparat kepolisian mengusut tuntas kasus dugaan penyerangan dan pembacokan terhadap aktivis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Maluku, Rafli Bufakar, terus menguat dari berbagai elemen masyarakat. Setelah mendapat perhatian dari PMII, Ikatan Alumni PMII (IKA PMII), PWNU Maluku, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), GMNI, serta sejumlah organisasi kemasyarakatan dan kepemudaan lainnya, kini suara serupa datang dari Pimpinan Pemuda Muhammadiyah Kabupaten Seram Bagian Barat.

Ketua Pemuda Muhammadiyah SBB, Darman Wance kepada media Infomalukunews. Sabtu. (6/6/2026) mendesak Kepolisian Resor Seram Bagian Barat agar segera menangkap seluruh pihak yang diduga terlibat dalam penyerangan terhadap Rafli Bufakar dan mengungkap secara menyeluruh rangkaian peristiwa yang menyebabkan aktivis muda tersebut mengalami luka bacok serius.

Menurut Darman, penanganan perkara ini tidak boleh berhenti pada penetapan sebagian pelaku saja. Aparat penegak hukum harus bekerja secara profesional, transparan, dan tanpa pandang bulu guna memastikan seluruh pihak yang terlibat dapat dimintai pertanggungjawaban sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

“Kami meminta Polres Seram Bagian Barat bekerja secara maksimal dan profesional dalam mengusut kasus ini. Semua pelaku yang terlibat harus segera ditangkap dan diproses hukum agar rasa keadilan bagi korban dan keluarganya dapat terpenuhi,” tegas Darman.

Ia menilai pengungkapan kasus tersebut menjadi perhatian publik karena menyangkut rasa aman masyarakat serta kepercayaan terhadap institusi penegak hukum. Karena itu, proses penyidikan harus dilakukan secara terbuka dan menyeluruh agar tidak menimbulkan spekulasi di tengah masyarakat.

Berdasarkan keterangan korban dan sejumlah saksi, penyerangan terhadap Rafli diduga dilakukan oleh sekelompok orang yang menggunakan sekitar empat hingga lima unit sepeda motor. Kelompok tersebut disebut datang secara beriringan dan sebagian di antaranya diduga membawa senjata tajam jenis parang.

Informasi yang disampaikan keluarga korban menyebutkan bahwa salah satu terduga pelaku yang membonceng pelaku pembacokan bahkan sempat meneriakkan kalimat “bunuh yang itu” sesaat sebelum aksi kekerasan terjadi. Keterangan tersebut diharapkan dapat menjadi bagian dari pendalaman penyidik untuk mengungkap secara utuh kronologi dan pihak-pihak yang terlibat.

Peristiwa pembacokan itu terjadi saat Rafli Bufakar bersama Kepala Dusun Jusmin Papalia, Kepala Pemuda Sardi Loilatu, dan Amir Rahayaan hendak menuju Pos Polisi Subsektor Laala untuk melaporkan persoalan cekcok yang sebelumnya terjadi antara sejumlah pemuda di kawasan Tanah Goyang.

Dalam perjalanan menuju pos polisi, rombongan tersebut melihat sejumlah sepeda motor bergerak menuju arah Tanah Goyang. Mereka kemudian berupaya memutar arah. Namun, kelompok yang diduga melakukan pengejaran berhasil mendekati mereka.

Ketika situasi semakin mencekam, Rafli yang saat itu dibonceng oleh Kepala Dusun Jusmin Papalia memilih turun dari sepeda motor. Tak lama kemudian, ia diduga menjadi sasaran penyerangan dan mengalami luka bacok serius hingga harus menjalani perawatan medis intensif.

Kasus ini terus menjadi perhatian luas berbagai elemen masyarakat di Maluku. Sejumlah organisasi mendesak kepolisian tidak hanya fokus pada pelaku eksekutor di lapangan, tetapi juga mendalami kemungkinan adanya pihak lain yang turut berperan dalam perencanaan, pengerahan massa, maupun tindakan yang mengakibatkan terjadinya aksi kekerasan tersebut.

Mereka menilai pengungkapan kasus secara transparan sangat penting untuk menjamin kepastian hukum, menjaga stabilitas keamanan masyarakat, serta memastikan tidak ada satu pun pihak yang kebal terhadap proses hukum.

Hingga kini, publik masih menantikan perkembangan resmi dari Polres Seram Bagian Barat terkait hasil penyidikan, jumlah terduga pelaku yang telah diamankan, serta langkah lanjutan yang akan ditempuh untuk menuntaskan kasus pembacokan terhadap aktivis PMII Maluku tersebut.(IM-03)

Berita Terkait

Gerak Cepat, Wali Kota Ambon Bodewin Wattimena Turun Langsung ke Lokasi Kebakaran Batu Merah
Tiga Tokoh Siap Rebut Kursi Ketua Demokrat Maluku, Siapa Pilihan AHY?
Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Aru Lakukan Kunjungan Kerja Perdana ke Aru Selatan
Sasi Adat SD Negeri Walafau Dibuka, Anak-anak Bisa Kembali Belajar
Tomanussa: Pendidikan Harus Jadi Fondasi Utama Pembangunan Buru Selatan
Komisi I DPRD Maluku Konsultasi ke Wamen Hukum, Bahas Ranperda Pengakuan dan Perlindungan Masyarakat Hukum Adat
Bukan Sekadar Makan Siang, Pangdam Pattimura Tanamkan Semangat Prestasi dan Kebersamaan
Wali Kota Bodewin Ajak Pelajar Ambon Rajin Menabung Sejak Dini
Berita ini 62 kali dibaca

Berita Terkait

Friday, 28 August 2026 - 21:13 WIT

Gerak Cepat, Wali Kota Ambon Bodewin Wattimena Turun Langsung ke Lokasi Kebakaran Batu Merah

Friday, 28 August 2026 - 08:47 WIT

Tiga Tokoh Siap Rebut Kursi Ketua Demokrat Maluku, Siapa Pilihan AHY?

Thursday, 27 August 2026 - 22:42 WIT

Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Aru Lakukan Kunjungan Kerja Perdana ke Aru Selatan

Thursday, 27 August 2026 - 15:39 WIT

Sasi Adat SD Negeri Walafau Dibuka, Anak-anak Bisa Kembali Belajar

Thursday, 27 August 2026 - 15:35 WIT

Tomanussa: Pendidikan Harus Jadi Fondasi Utama Pembangunan Buru Selatan

Berita Terbaru