Infomalukunews.com,Batam – Bupati Buru Selatan, Bapak La Hamidi, SH didampingi Sekretaris Daerah menghadiri kegiatan Implementasi dan tindak lanjut Pusat Promosi dan Investasi Daerah (PPID), yang berlangsung di Batam, Ballroom Hotel Asia Link, Rabu 15 April 2026.
Kegiatan ini merupakan ikhtiar dari APKASI untuk mendorong transformasi perdagangan daerah menuju pasar global melalui implementasi dan tindak lanjut Pusat Promosi Investasi Daerah (PPID). Serta langkah ini dinilai strategis dalam meningkatkan perdagangan, menarik investasi, sekaligus membuka sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) baru bagi pemerintah kabupaten.
Hal tersebut disampaikan Direktur Eksekutif Apkasi, Sarman Simanjorang, dalam kegiatan implementasi dan tindak lanjut PPID yang juga dihadiri Bupati Buru Selatan, Bapak La Hamidi dan Sekretaris Daerah Bapak Ali Awan dan juga seluruh kepala daerah di Indonesia.
Sarman juga menjelaskan bahwa penguatan peran PPID menjadi bagian dari upaya konkret Apkasi dalam mengurangi ketergantungan daerah terhadap Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) dalam pendanaan pembangunan.
“Transformasi perdagangan daerah tidak lagi bisa bersifat konvensional. Daerah harus mampu menembus pasar global dan aktif menjaring investor agar tercipta sumber-sumber PAD baru,” ujarnya.
Menurutnya, Apkasi telah menyiapkan sejumlah langkah strategis, salah satunya melalui kerja sama dengan International Business Association (IBA). Kolaborasi ini mencakup pengembangan PPID di Batam sebagai pusat promosi terintegrasi, mendatangkan buyer dan investor luar negeri, serta membuka peluang investasi berbasis Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU).
Pemilihan Batam sebagai lokasi PPID bukan tanpa alasan. Kota ini merupakan kawasan perdagangan bebas internasional (Free Trade Zone/FTZ) dengan akses yang lebih mudah ke pasar global. Selain itu, Batam juga dikenal sebagai salah satu etalase perdagangan dunia yang memudahkan interaksi langsung dengan buyer dan investor asing.
Melalui PPID, Apkasi menargetkan percepatan akses daerah dalam bertransaksi dengan buyer dan investor, serta mempermudah ekspor komoditas unggulan. Kehadiran PPID juga diharapkan mampu memfasilitasi pemerintah kabupaten dalam mendapatkan investor yang kredibel dan mempercepat promosi potensi daerah ke tingkat global.
“Dengan dukungan jaringan IBA, pemasaran komoditas unggulan daerah menjadi lebih pasti. Bahkan proses ekspor dapat dipermudah karena adanya pendampingan dari mitra internasional,” jelas Sarman.
Apkasi meyakini bahwa keberadaan PPID akan menjadi katalisator bagi pemerintah kabupaten di seluruh Indonesia untuk meningkatkan daya saing daerah. Optimalisasi ekspor komoditas unggulan serta terbukanya peluang investasi baru diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah secara berkelanjutan.
“Semoga Sinergi ini bisa membawa dampak positif bagi peningkatan ekonomi daerah khususnya Kabupaten Buru Selatan,” harapnya. (IM-RB)






