Audit Inspektorat Dipersoalkan dalam Pleidoi Kasus DD/ADD Tiouw

- Publisher

Wednesday, 15 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Infomalukunews.com. Ambon-  Tim penasihat hukum (PH) lima terdakwa kasus dugaan penyalahgunaan Dana Desa/Alokasi Dana Desa (DD/ADD) Negeri Tiouw, Kecamatan Saparua, Kabupaten Maluku Tengah, menilai hasil audit Inspektorat Malteng tidak akurat dan cenderung “amburadul”.

Penilaian tersebut disampaikan dalam sidang pembacaan nota pembelaan (pleidoi), di Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Ambon, yang dipimpin Ketua Majelis Hakim Martha Maitimu, didampingi dua hakim anggota. Rabu (15/04/2026).

Kelima terdakwa yakni Agustinus Pietersz, Greny Helmy Hengst, Helny Kaitjily, Stela Helena Pietersz, dan Benhur Paliyama.

Dalam pleidoi yang dibacakan tim PH, Fredrik Roliens Septory menegaskan perhitungan kerugian negara oleh auditor Inspektorat Maluku Tengah bertentangan dengan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP serta Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 28/PUU.XXIV/2026.

Selain itu, PH juga meminta Jaksa Penuntut Umum menetapkan sejumlah pihak lain yang diduga turut terlibat, termasuk pendamping kecamatan, oknum auditor, serta beberapa saksi yang disebut menerima atau menahan uang terkait perkara tersebut.

PH juga menyoroti tuntutan uang pengganti terhadap para terdakwa yang dinilai berlebihan. Khusus untuk terdakwa Benhur Paliyama, disebutkan bahwa sebagian dana sekitar Rp139 juta terbakar bersama rumahnya pada Oktober 2023, sehingga harus dikategorikan sebagai keadaan memaksa (force majeure).

Koordinator tim PH, Rony Samloy, meminta majelis hakim menerima pleidoi para terdakwa serta menyatakan dakwaan jaksa kabur (obscuur libel) terkait perhitungan kerugian negara, atau setidaknya menjatuhkan putusan yang seringan-ringannya.

Dalam sidang yang sama, penasihat hukum terdakwa Theo Matahelumual, Max Manuhuttu, juga meminta kliennya dibebaskan dari segala tuntutan hukum karena dinilai tidak terbukti menyalahgunakan kewenangan.

Sidang akan dilanjutkan pada Senin (20/04/2026) dengan agenda pembacaan putusan.(IM-06).

Berita Terkait

Warga Waipirit Tuntut Kepastian Hukum, Ancam Palang Jalan Lintas Seram
Kapolda Maluku tunjuk Iptu Chalid Waliulu sebagai Kapolsek Leihitu Ganti Iptu La Ode Muhammad Yusdiman yang Terlibat Narkotika.
Pemerintah Dusun Pasir Panjang Kecam Aksi Demonstrasi di Polres SBB: Kami Tidak Pernah Diwakili!
Teach4Hope Hadir di Pulau Boleng, NTT, Dorong Peningkatan Kompetensi Guru
25.383 KK di Ambon Terima Bantuan Beras, Wali Kota Bodewin: Pastikan Tepat Sasaran dan Jangan Diperjualbelikan
3.000 Anak PAUD Kibarkan Semangat Merah Putih, Bodewin: Cinta Indonesia Harus Ditanamkan Sejak Dini
Sempat Hilang Kontak Saat Melaut, Warga Kairatu Ditemukan Meninggal di Kedalaman 20 Meter
Hangat dan Penuh Kebersamaan, Kodam XV/Pattimura Rayakan HUT LVRI-PPAD Bersama Masyarakat
Berita ini 26 kali dibaca

Berita Terkait

Thursday, 13 August 2026 - 22:13 WIT

Warga Waipirit Tuntut Kepastian Hukum, Ancam Palang Jalan Lintas Seram

Thursday, 13 August 2026 - 22:08 WIT

Kapolda Maluku tunjuk Iptu Chalid Waliulu sebagai Kapolsek Leihitu Ganti Iptu La Ode Muhammad Yusdiman yang Terlibat Narkotika.

Thursday, 13 August 2026 - 18:25 WIT

Pemerintah Dusun Pasir Panjang Kecam Aksi Demonstrasi di Polres SBB: Kami Tidak Pernah Diwakili!

Thursday, 13 August 2026 - 14:56 WIT

Teach4Hope Hadir di Pulau Boleng, NTT, Dorong Peningkatan Kompetensi Guru

Thursday, 13 August 2026 - 04:56 WIT

3.000 Anak PAUD Kibarkan Semangat Merah Putih, Bodewin: Cinta Indonesia Harus Ditanamkan Sejak Dini

Berita Terbaru