Infomalukunews,com. Ambon-Warga NUSAMBA (Nusalaut–Ambalau) menggelar kegiatan Halal Bihalal yang sarat makna dengan mengusung tema “NUSAMBA sebagai Laboratorium Perdamaian Umat Beragama di Maluku untuk Indonesia”. Acara ini berlangsung di Islamic Center Ambon pada Selasa (14/4/2026) dan dihadiri berbagai tokoh penting daerah.
Hadir dalam kegiatan tersebut Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa, Kapolda Maluku, Kasdam XV/Pattimura, Danlantamal, serta sejumlah undangan lainnya. Kehadiran para pemimpin ini menegaskan pentingnya momen kebersamaan lintas masyarakat tersebut.
Ketua Panitia, Frans Huka, menjelaskan bahwa kegiatan ini mengangkat subtema reflektif tentang pentingnya mempererat silaturahmi dan persaudaraan di Maluku. Ia menyebutkan, sekitar 800 peserta turut ambil bagian dalam acara tersebut, terdiri dari warga NUSAMBA dan tamu undangan.
Sekjen Presidium NUSAMBA, Jani Parinussa, menegaskan bahwa Halal Bihalal bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan momentum untuk menyatukan hati dan memperkokoh hubungan kekeluargaan antara masyarakat Nusalaut dan Ambalau.
Menurutnya, nilai-nilai kebersamaan yang diwariskan leluhur perlu terus dijaga. Ia mengingatkan bahwa sering kali perpecahan muncul bukan karena persoalan besar, melainkan hal kecil seperti kesalahpahaman atau ucapan yang menyinggung.
Karena itu, ia mengajak seluruh masyarakat menjadikan momen ini sebagai ajang saling memaafkan dan menghapus sekat-sekat yang ada. Ia juga menyinggung sejarah panjang solidaritas kedua wilayah yang dikenal kuat dalam semangat gotong royong, termasuk inisiatif pengiriman guru pada tahun 1968 demi kemajuan pendidikan.
Sementara itu, Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa memberikan apresiasi tinggi terhadap penyelenggaraan Halal Bihalal NUSAMBA. Ia menyebut tradisi tersebut sebagai warisan budaya yang sangat berharga dan menjadi simbol kuat persatuan masyarakat.
Dalam sambutannya, Gubernur juga menyinggung tantangan ekonomi global yang berdampak hingga ke daerah. Meski demikian, ia mengajak masyarakat untuk tetap tangguh dan mampu beradaptasi menghadapi situasi sulit.
Terkait pembangunan, Gubernur mengakui masih terbatasnya anggaran di wilayah Nusalaut. Namun, pemerintah tetap berkomitmen melanjutkan pembangunan, termasuk memperjuangkan status jalan di Pulau Ambalau agar menjadi jalan provinsi sehingga dapat ditangani lebih optimal.
Ia juga mendorong generasi muda untuk meningkatkan kualitas diri melalui pendidikan dan pengalaman berorganisasi. Menurutnya, keterampilan seperti kepemimpinan dan komunikasi sangat penting dalam menghadapi persaingan kerja.
Menutup sambutannya, Gubernur menegaskan bahwa Halal Bihalal NUSAMBA merupakan gambaran nyata toleransi yang hidup di masyarakat, bukan sekadar simbol.
Sebagai bagian dari kegiatan, Gubernur turut menyerahkan bantuan secara simbolis kepada 14 anak yang mewakili 14 negeri dari Pulau Nusalaut dan Ambalau, sebagai bentuk kepedulian terhadap generasi masa depan.(IM-VLL)






