Krisis Listrik di Wilayah 3T SBB: Warga Manipa Minta PLN Hadirkan Solusi Nyata.

- Publisher

Monday, 16 March 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Infomalukunews.com, Seram Bagian Barat, Maluku – Krisis listrik masih menjadi persoalan serius bagi masyarakat di Kecamatan Kepulauan Manipa dan sejumlah wilayah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar) di Kabupaten Seram Bagian Barat. Meski layanan listrik dari Perusahaan Listrik Negara (PLN) telah hadir selama puluhan tahun, warga masih harus menghadapi pemadaman listrik yang kerap terjadi dan berlangsung dalam waktu lama.

Salah satu tokoh pemuda Manipa, Wandri Makassar, mengatakan kondisi tersebut telah berlangsung lebih dari lima tahun tanpa adanya solusi yang jelas dari pihak terkait.

Wandri yang juga menjabat sebagai Ketua Bidang Hikmah, Politik, dan Kebijakan Publik Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah Maluku menegaskan bahwa pemadaman listrik di Manipa sering terjadi selama berjam-jam bahkan hingga berhari-hari.

“Kadang listrik padam beberapa jam, bahkan bisa sampai dua hari. Kondisi ini sudah berlangsung bertahun-tahun dan masyarakat semakin resah,” ujarnya.

Selain sering terjadi pemadaman, kondisi jaringan kelistrikan di sejumlah wilayah Manipa juga dinilai sangat memprihatinkan. Banyak tiang listrik yang sudah miring, bahkan ada yang berada di wilayah pesisir sehingga terus terpapar air laut.

Seorang warga Manipa yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan bahwa beberapa tiang listrik mulai lapuk akibat terendam air asin.

“Di beberapa lokasi seperti wilayah Uwe dan sepanjang jalur menuju Walmakan, ada tiang listrik yang sudah berada di air laut. Ada juga yang mulai keropos. Bahkan kabel listrik ada yang menggantung rendah hingga setinggi leher manusia,” ungkapnya.

Menurut warga, kondisi tersebut sangat berbahaya dan berpotensi menimbulkan kecelakaan listrik bagi masyarakat.

Warga mengaku telah berulang kali menyampaikan keluhan kepada pihak PLN, namun alasan yang diberikan hampir selalu sama, seperti kerusakan mesin, kabel putus, hingga ranting pohon yang menyentuh jaringan listrik.

“Sudah berkali-kali kami dengar alasan yang sama, mulai dari mesin rusak, kabel putus, sampai pohon tumbang. Tapi sampai sekarang belum ada solusi permanen,” kata Wandri.

Ia juga menjelaskan bahwa persoalan kelistrikan di Manipa semakin sulit ditangani karena kondisi geografis wilayah yang cukup ekstrem serta keterbatasan akses transportasi.

Petugas PLN, kata dia, sering kali harus menggunakan perahu kecil untuk memeriksa jaringan listrik yang mengalami gangguan di beberapa dusun.

“Kalau gangguan terjadi pada malam hari, petugas sering harus menunggu sampai pagi karena tidak ada akses jalan untuk menelusuri kerusakan jaringan,” jelasnya.

Untuk mengatasi krisis listrik yang terus berulang, warga Manipa mengusulkan agar PLN Wilayah Maluku membangun tambahan Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD).

Warga mengusulkan agar dua unit PLTD dibangun untuk melayani dua wilayah berbeda di Manipa, yakni Manipa Barat dan Manipa Timur.

“Solusi paling realistis menurut kami adalah membangun dua PLTD, satu di Manipa Barat dan satu lagi di Manipa Timur. Wilayah Manipa sangat luas dan kondisi geografisnya cukup ekstrem, sehingga satu pembangkit saja tidak cukup,” ujar salah satu warga.

Selain pembangunan pembangkit, warga juga meminta agar jaringan listrik di daerah rawan gangguan diganti menggunakan kabel berisolasi atau yang dikenal masyarakat sebagai kabel bungkus.

Menurut mereka, kabel tersebut lebih tahan terhadap gangguan dari pohon kelapa, pohon sagu, maupun cuaca ekstrem yang sering terjadi di wilayah tersebut.

Wandri juga mengajak para aktivis dan mahasiswa asal Manipa untuk ikut bersuara memperjuangkan hak masyarakat terhadap pelayanan listrik yang layak.

“Banyak orang Manipa yang hebat dan aktif di berbagai organisasi, termasuk mahasiswa. Kami berharap mereka juga ikut menyuarakan persoalan ini karena ini menyangkut kepentingan masyarakat luas,” katanya.

Krisis listrik ini juga menimbulkan kekhawatiran masyarakat menjelang perayaan Idul Fitri. Warga berharap pemadaman listrik tidak terjadi pada malam takbiran maupun saat sahur di bulan Ramadan.

“Jangan sampai saat sahur atau malam takbiran listrik kembali padam. Kami sudah terlalu sering mengalami hal seperti itu,” ujar Wandri.

Ia menegaskan bahwa masyarakat Manipa tidak lagi ingin hanya menerima janji tanpa tindakan nyata.

“Kami sudah terlalu lama menunggu. Yang kami butuhkan sekarang adalah solusi nyata, bukan janji yang terus berulang,” tutupnya.(IM-03)

Berita Terkait

Gerak Cepat Polisi, 2 Terduga Pelaku Penikaman Ketua DPC Golkar Malra Berhasil Diamankan Polres Maluku Tenggara
“Skandal Suap 110 Hektare Mengguncang Maluku: Aliran Dana Rp1,8 Miliar Seret Mantan Elit HIPMI”
Dana PIP dan BSM Rp 36 Juta Lebih Diduga Digelapkan Mantan Kepsek SMP Simi
DPD KNPI Maluku Serahkan SK Karateker KNPI Kabupaten Buru, Targetkan Musda Maksimal 3 Bulan
Tambang Ilegal Ancam Bendungan Wai Apu, FPAB Minta Presiden Bertindak
LSM DESAK POLDA MALUKU  SEGERA TAHAN ARIEF TJITROKUSUMA, USAI PRAPERADILAN DITOLAK PN AMBON, ATAS DUGAAN KASUS PENJUALAN OLI PALSU
100 Personel Brimob Dilatih Tangani Kerusuhan, Kapolda Maluku Tekankan Profesionalisme dan Pendekatan Humanis
“SKANDAL JABATAN! Bupati SBB Ir. Asri Arman Diduga Lantik Kabid ‘Loncat Jabatan’, Abaikan Baperjakat Disinyalir Tipu Negara!”
Berita ini 57 kali dibaca

Berita Terkait

Sunday, 19 April 2026 - 17:50 WIT

Gerak Cepat Polisi, 2 Terduga Pelaku Penikaman Ketua DPC Golkar Malra Berhasil Diamankan Polres Maluku Tenggara

Sunday, 19 April 2026 - 15:23 WIT

“Skandal Suap 110 Hektare Mengguncang Maluku: Aliran Dana Rp1,8 Miliar Seret Mantan Elit HIPMI”

Saturday, 18 April 2026 - 22:53 WIT

Dana PIP dan BSM Rp 36 Juta Lebih Diduga Digelapkan Mantan Kepsek SMP Simi

Saturday, 18 April 2026 - 20:09 WIT

DPD KNPI Maluku Serahkan SK Karateker KNPI Kabupaten Buru, Targetkan Musda Maksimal 3 Bulan

Saturday, 18 April 2026 - 16:54 WIT

Tambang Ilegal Ancam Bendungan Wai Apu, FPAB Minta Presiden Bertindak

Berita Terbaru