Pemuda Muhammadiyah Maluku, Mendukung Langkah Cepat Tim Kuasa Hukum Gubernur, Atas Laporann Penyebar Isu Agama Di Polda.

- Publisher

Friday, 13 March 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Infomalukunews.com, Ambon – Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah Maluku menyatakan dukungan terhadap langkah hukum tim kuasa hukum Gubernur Maluku, Dodi L. K. Soselissa, yang telah melaporkan Hendrik Waeleuru ke Polda Maluku terkait pernyataan di sejumlah media sosial yang dinilai menyerang kehormatan dan nama baik Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa.

Ketua Bidang Hikmah, Politik, dan Kebijakan Publik Pemuda Muhammadiyah Maluku, Wandri Makasar, meminta aparat penegak hukum untuk segera menindak tegas pihak-pihak yang diduga menyebarkan informasi yang memicu kegaduhan di tengah masyarakat.

Menurut Wandri, pernyataan yang beredar luas tersebut diketahui tersebar melalui grup WhatsApp dengan menggunakan akun bernama “Opposite Offset.”

“Saya meminta kepada Kapolda Maluku agar segera menelusuri dan menangkap oknum penyebar informasi yang menyerang kehormatan dan nama baik Gubernur Maluku serta membawa-bawa isu agama,” tegas Wandri.

Ia juga mengajak masyarakat untuk tidak mudah terpancing oleh berbagai narasi yang berkembang di ruang publik, terutama isu yang mengaitkan Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa, dengan sentimen agama.

Menurutnya, tudingan atau dugaan yang berkembang di media sosial harus disikapi secara bijak dan proporsional, dengan mengedepankan klarifikasi serta informasi yang akurat agar tidak menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat.

Wandri menilai bahwa dalam kehidupan masyarakat Maluku yang majemuk, menjaga kerukunan antarumat beragama merupakan hal yang sangat penting. Oleh karena itu, semua pihak diharapkan tidak membangun narasi yang dapat memicu perpecahan.

“Sebagai umat Islam, terlebih di bulan suci Ramadan, sebaiknya kita lebih fokus menjalankan ibadah puasa, memperbanyak amal kebaikan, serta menjaga sikap dan lisan dari hal-hal yang dapat memicu konflik,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa menyampaikan kritik terhadap pemerintah merupakan bagian dari kehidupan demokrasi. Namun kritik tersebut harus disampaikan secara santun, objektif, dan tidak membawa-bawa sentimen agama yang berpotensi menimbulkan kegaduhan di masyarakat.

Wandri juga mengajak masyarakat untuk tidak menghabiskan energi pada polemik yang belum tentu memiliki dasar yang jelas, melainkan mendorong dialog yang sehat dan saling menghormati.

“Maluku dikenal sebagai daerah yang menjunjung tinggi nilai persaudaraan dan toleransi. Karena itu, mari kita bersama-sama menjaga suasana yang damai dan kondusif, terutama di bulan Ramadan yang penuh berkah ini,” tutupnya.(IM-03)

Berita Terkait

Hardiknas 2026 di Aru Gaungkan Semangat Pendidikan untuk Semua
Pemuda Muhammadiyah Maluku Luncurkan Tiga Program Strategis di Milad ke-94
Hari Buruh, Watubun Ajak Bangun Ekosistem Ketenagakerjaan yang Adil
Pascabanjir dan Longsor, Lewerissa Dorong Relokasi Warga di Zona Rawan
Hadiri Wisuda Perdana UMM, Kapolda Maluku: Lulusan Harus Jadi Agen Perubahan
Skandal Dugaan Sunat Dana PIP di SMA 6 Telaga Nipa, LSM Gerindo Desak APH Tangkap Kepsek
Gali Bukti Dua Perkara, Kejati Maluku Periksa Dirut dan Saksi Nasabah
DPO Terpidana Asusila Berhasil Diamankan Tim Tabur Kejari Buru
Berita ini 69 kali dibaca

Berita Terkait

Saturday, 2 May 2026 - 09:32 WIT

Hardiknas 2026 di Aru Gaungkan Semangat Pendidikan untuk Semua

Saturday, 2 May 2026 - 07:27 WIT

Pemuda Muhammadiyah Maluku Luncurkan Tiga Program Strategis di Milad ke-94

Saturday, 2 May 2026 - 07:25 WIT

Hari Buruh, Watubun Ajak Bangun Ekosistem Ketenagakerjaan yang Adil

Saturday, 2 May 2026 - 07:23 WIT

Pascabanjir dan Longsor, Lewerissa Dorong Relokasi Warga di Zona Rawan

Saturday, 2 May 2026 - 07:21 WIT

Hadiri Wisuda Perdana UMM, Kapolda Maluku: Lulusan Harus Jadi Agen Perubahan

Berita Terbaru