Infomalukunews.com, Dobo- Sehabis melakukan launching TBM Sitakaka Walike, Ketua TP. PKK Provinsi Maluku, Ny. Maya B Lewerissa bersama Bupati Timotius Kaidel dan Ketua PKK Kepulauan Aru Ny Klaudia Kaidel dan pejabat setempat melanjutkan kunjungan kerja di Puskesmas Siwalima di kompleks perumahan rakyat guna launching Program Integrasi Layanan Primer (ILP) di Puskesmas Siwalima, Kecamatan Pulau-Pulau Aru, Senin (17/11/2025).
Ketua TP. PKK Maluku, Maya Baby Lewerissa, Bupati Timotius Kaidel, Wakil Bupati Mohammad Djumpa, Ketua PKK Kepulauan Aru Ny Klaudia Kaidel, dan pejabat lainnya di sambut oleh Kepala Puskesmas, para Dokter, Perawat dan pegawai di lingkup Puskesmas Siwalima.

Ny Maya B Lewerissa dalam sambutannya mengatakan, kabupaten Kepulauan Aru adalah daerah kepulauan yang memiliki lebih dari seratus pulau, banyak di antaranya berpenghuni.
Kondisi geografis ini, katanya merupakan kekuatan khas daerah, namun sekaligus menjadi tantangan besar dalam pemerataan layanan kesehatan.
“Untuk menjangkau masyarakat di pulau-pulau kecil, tenaga kesehatan harus berhadapan dengan jarak tempuh yang jauh, kondisi cuaca yang sering berubah, keterbatasan transportasi laut, serta sarana komunikasi yang tidak selalu memadai,” ucapnya.
Lewerissa katakan, disinilah kehadiran Integrasi Layanan Primer (ILP) menjadi sangat penting. “ILP bukan sekadar program atau kebijakan, tetapi sebuah transformasi sistematis yang bertujuan, memperkuat pelayanan kesehatan dasar di puskesmas dan jaringannya,” ujarnya.
Selain itu, mengintegrasikan layanan promotif, preventif, dan kuratif secara terpadu, serta meningkatkan koordinasi antar tenaga kesehatan dan antar puskesmas. Kemudian menghadirkan pelayanan yang lebih dekat, lebih mudah, dan lebih berkualitas kepada masyarakat.
“Dengan ILP, kita ingin memastikan bahwa masyarakat Aru, baik di pusat Kota Dobo, di pulau-pulau besar, maupun di kampung-kampung terpencil-memiliki hak dan kesempatan yang sama untuk hidup sehat,” ungkap Lewerissa.
Ia juga menyampaikan bahwa jika kita melihat kondisi di lapangan, masih terdapat berbagai tantangan seperti; fasilitas kesehatan di beberapa pulau masih terbatas, Akses terhadap layanan ibu dan anak belum merata.
Selanjutnya, prevalensi penyakit menular dan tidak menular masih memerlukan perhatian besar, perubahan gaya hidup masyarakat menyebabkan penyakit kronis. peningkatan risiko, tenaga kesehatan harus bekerja secara multi tugas dan sering kali di luar jam kerja.
Disamping itu, pencatatan dan pelaporan masih belum terintegrasi sepenuhnya. “Semua tantangan ini membutuhkan pendekatan kerja baru-pendekatan yang lebih terarah, lebih efisien, dan terkoordinasi,” jelas Lewerissa.
Lewerissa juga menambahkan ILP hadir sebagai jawaban untuk mengatasi tersebut hambatan-hambatan dengan pendekatan terstruktur dan terintegrasi.
Transformasi ILP menuntut perubahan pada beberapa aspek penting, antara lain: Pertama, Transformasi pelayanan Kedua, Transformasi SDM kesehatan.
Ketiga, Transformasi data & sistem informasi setiap keputusan harus berbasis data.
Keempat, Kolaborasi antar sektor.
Ketua TP PKK Maluku ini juga menjelaskan, kabupaten Kepulauan Aru memegang peran penting dalam memastikan ILP berjalan optimal. Dukungan pemerintah daerah sangat menentukan-baik dari sisi kebijakan, anggaran, maupun penguatan institusional.
“Saya percaya bahwa dengan semangat kebersamaan, Aru memiliki kapasitas besar untuk menjadi contoh implementasi ILP di wilayah kepulauan,” tutur Lewerissa.
Pada kesempatan tersebut, dirinya ingin melihat ibu hamil di pulau-pulau kecil mendapatkan pendampingan antenatal yang rutin, balita memperoleh layanan tumbuh kembang secara menyeluruh, lansia mendapat pemantauan kesehatan yang berkelanjutan.
Selain itu, program imunisasi berjalan tanpa hambatan logistik, penyakit tidak menular dapat dicegah dan dideteksi sedini mungkin, dan setiap warga-tanpa memandang lokasi mendapatkan layanan kesehatan yang bermutu.
Diakhir sambutannya, ia menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada para dokter, perawat, bidan, tenaga gizi, hingga sanitarian, administrasi puskesmas yang telah bekerja dengan dedikasi tinggi, menghadapi tantangan cuaca, gelombang, dan berbagai keterbatasan untuk memastikan masyarakat tetap mendapatkan layanan kesehatan yang layak.
“Semangat dan pengorbanan kita semua adalah fondasi utama keberhasilan ILP di kabupaten kepulauan Aru. Terima kasih juga kepada seluruh pemangku kepentingan, pemerintah organisasi daerah, tokoh agama, tokoh adat, masyarakat, kemasyarakatan, dan seluruh pihak yang selalu mendukung peningkatan pelayanan kesehatan,” tandas Lewerissa.
Dijelaskan pula, kegiatan hari ini bukan hanya acara seremonial, tetapi merupakan langkah konkret untuk membangun masa depan kesehatan yang lebih baik di kabupaten kepulauan Aru.
Lewerissa berharap pelaksanaan ILP di Aru dapat menjadi tonggak penting dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, memperluas jangkauan pelayanan, memperkuat peran puskesmas, dan menjadikan masyarakat aru lebih sadar, lebih peduli, dan lebih mandiri dalam menjaga kesehatannya.
“Mari kita bergerak bersama, melangkah dengan keyakinan, dan bekerja dengan ketulusan hati demi terwujudnya pelayanan kesehatan primer yang benar-benar bermutu, inklusif, dan merata untuk seluruh masyarakat Aru,” ajaknya. (Dedi IM)







