Infomalukunews.com, Ambon-Front Mahasiswa Buru Selatan (Bursel) Bersatu (FMB2) melakukan aksi unjuk rasa di depan kantor PLN Unit Induk Wilayah (UIW) Maluku dan Maluku Utara dengan mengaungkan Seribu Like Copot GM PLN UIW MMU, akibat kesal dengan fasilitas aliran listrik yang belum teraliri hinggah sekarang di bebera desa di Kecamatan Leksula Kabupaten Bursel. Jumat (02/05/2025) kemarin.
Lewat aksi tersebut mereka membeberkan beberapa persoalan yang menjadi bentuk kekecewaan terhadap PLN.
Kekecewaan itu terkait pelayanan yang belum maksimal, hilangnya tiang-tiang PLN, hinggah belum adanya penerangan listrik sama sekali. hal ini tentunya sangat berdampak pada kehidupan masyarakat baik kesehatan, pendidikan hingga aksivitas sehari-hari.
Dapat dijelaskan, Kecamatan dan Desa yang menjadi kendala penting terkait aliran listrik diantaranya Kecamatan Leksula dan Kecamatan Kapala Madang serta Desa Waehaka, Waewali, Sialale, Waetureng, Telkuri, Garawaeng, dan satu Dusun yaitu Dusun Bobo yang sampai saat ini belum teraliri aliran listrik.
Hal ini tentu di ketahui bahwa aliran listrik merupakan kebutuhan prima dalam kehidupan sehari-hari.
Oji, selaku Koordinator aksi menyampaikan bahwa, merujuk pada Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2009 Tentang Ketenaga Listrikan, Presiden memandatkan bahwa tenaga listrik merupakan bagian penting dari pembangunan nasional, penyediaannya dikuasai Negara.
Dikatakan, Negara wajib menyelenggarakan perkembangan pembangunan dengan menyediakan listrik dalam jumlah cukup, merata, dan bermutu di seluruh wilayah Indonesia.
“Kami masyarakat Bursel seharusnya juga diberikan sentuhan pembangunan Nasional terkait masalah penerangan listrik yang belum teraliri di beberapa desa di Kecamatan Leksula Kabupaten Bursel ” ujarnya
Pada kesempatan yang sama, kordinator FMB2 Ary menjelaskan bahwa, terkait belum adanya penerangan aliran listrik hingga saat ini dibeberapa Kecamatan Leksula.
“Salah satu faktor utamanya dikabarkan hilangnya tiang-tiang PLN akibat terbawah arus air laut sebab ditiang-tiang tersebut di taru di sepanjang penggir pantai,” jelasnya.
Hal tersebut kata dia, tentu menimbulkan kecurigaan adanya proyek fiktif terkait fasilitas PLN di Kecamatan Leksula sebab dikabarkan tiang-tiang PLN sudah masuk pada tahun 2022 lalu namum belum dipasang.
“Ironisnya tiang-tiang tersebut hilang akibat terbawah arus pantai. Dengan demikian kami meminta kepada Menteri ESDM & BUMN Republik Indonesia untuk segera mengevaluasi & Mencopot General Manager PLN UIW Maluku-Maluku Utara,” tegasnya. (IM-06).







