9
INFOMALUKUNEWS.COM,– AMBON,– Menyikapi beberapa issue dan dinamika yang terjadi belakangan ini termasuk issue terkait dengan dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Maluku. Issue yang sementara beredar terkait dugaan tindak pidana korupsi adalah issue hoax yang tidak ada kebenarannya.
Polimik tersebut mendapatkan sorotan dari Mohammad Ridwan, ketua umum Perkumpulan anak muda Ambon (PAMA), telah merespon beberapa issue tersebut diantaranya polimik pemberitaan Insum Sangadji, Kepala dinas Pendidikan dan Kebudayaan Maluku terkait dugaan tindak pidana korupsi ditubuh dinas Dikbud Maluku itu tidak benar atau Hoax.
Menurut Ridwan, bahwa pemberitaan yang menyeret nama Insum Sangadji, atas dugaan tindak pidana korupsi di Dikbud Maluku, belum tentu benar. Karena selama ini kan belum ada pemeriksaan dari pihak APH baik Polda maupun pihak Kejaksaan Tinggi Maluku. “Ungkapnya, Selasa, 17/9/24
Ia pun mengganggap bahwa issue-issue itu adalah bagian dari pembunuhan karakter bagi Insum Sangadji, Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Maluku saat ini.
“Ridwan mengatakan, issue-issue itu adalah upaya untuk pembunuhan karakter terhadap Insum Sangadji (IS). Upaya untuk memfitnah Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Maluku tersebut,”
Terkait dengan desakan dari sejumlah pihak untuk Insum Sangadji, harus di copot atau mengundurkan diri dari Kadis Dikbud Maluku. Hal tersebut adalah kewenangan atau hak proregatif Sadali Le, sebagai Penjabat Gubernur Maluku. “Ujarnya
Ridwan, jika bila Insum Sangadji, masih diperlukan oleh Pemda Maluku untuk menahkodai dinas Dikbud Maluku, maka kita harus menghormati dan tidak boleh ada desakan yang berlebihan. “Kata dia
Ridwan menambahkan, bila Insum Sangadji, tidak dibutuhkan lagi oleh Pemda Maluku. Maka tentu ada mekanismenya dari Pemda, tetapi kenyataannya Insum Sangadji, masih dipertahankan untuk menahkodai dinas Dikbud Maluku. Itu artinya Insum Sangadji masih layak untuk memimpin dinas Dikbud tersebut.
Lanjut Ridwan, bahwa Insum Sangadji, masih layak untuk memimpin dinas Dikbud Maluku. Karena Insum Sangadji memiliki kinerja yang baik selama memimpin dinas tersebut. Kita perlu apresiasi terhadap Insum Sangadji, atas keberhasilannya selama ini dalam menahkodai dinas Dikbud tersebut. “Tambah dia.
Ridwan masih melanjutnya, Insum Sangadji, selama ini bekerja keras sehingga membawah perubahan-perubahan di instansi Dikbud Maluku itu.
“Keberhasilan Kadis Pendidikan dan Kebudayaan, Insum Sangadji, dilihat dari Indeks Pembangunan Manusia (IPM) dari tahun 2022-2023, sangat meningkat,” tuturnya.
IPM di Maluku pada tahun 2022 mengalami peningkatan di angka 70,22 persen. Dan pada tahun 2023 mengalami peningkatan lagi di angka 70,94 persen. Itulah sebuah keberhasilan Insum Sangadji, yang menahkodai dinas Dikbud tersebut.
Pencapaian Insum Sangadji, itulah bagian dari kerja keras. Kerja keras terus dilakukan sesuai visi-misi mantan Gubernur Maluku Murad Ismail (MI), dan visi-misi itu masih tetap dipertahankan.
“Visi-misi itu pun masih tetap dipertahankan dibawah kepemimpinan Sadali Le, sebagai Penjabat Gubernur Maluku saat ini,”
Sementara untuk Indeks Pembangunan Manusia (IPM) pada tahun 2024 belum bisa di rilis, karena masih dalam tahap proses kerja. “Kata dia.
“Kami sangat yakin bahwa pada tahun 2024-2025, kepemimpinan Gubernur Maluku yang baru, pasti ada peningkatan lagi terkait Indeks Pembangunan Manusia (IPM) dibawah kepemimpinan Insum Sangadji,”
Ridwan, mengatakan bahwa Insum Sangadji, serta jajaran di tubuh dinas Dikbud Maluku memiliki kerja yang baik. Maka kita patut apresiasi terhadap atas kinerja Insum Sangadji, sebagai Kadis Dikbud Maluku.
“PAMA secara kelembagaan, sangat yakin bahwa Insum Sangadji, adalah salah satu figur yang tepat dan memiliki tekad yang baik untuk menaikkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) dibumi para raja-raja ini,”pungkasnya. (IM-GB)






