Berita Menarik.! KPK Gelar Flim Budaya Anti Korupsi di Wilayah Timur

- Publisher

Monday, 19 August 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

INFOMALUKUNEWS.COM,- AMBON-Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) berkolaborasi bersama Kementerian Pendidikan, Kebudayaan Riset dan Teknologi (Kemendikburistek) dan Pengurus Besar Angkatan Muda Gereja Protestan Maluku (AMGPM) menjaring sineas-sineas muda di Indonesia Timur baik Maluku, Maluku Utara (Malut) dan Papua untuk menyebarkan nilai-nilai dan budaya anti korupsi dan cinta hutan lewat pembutan film.

Olehnya itu, penulis skenario sekaligus sutradara kawakan Indonesia, Mohammad Irfan Ramli alias Ipang, kini telah mendapatkan 10 ragam ide cerita ditahap akhir atau final untuk mengikuti workshop “pengembangan cerita dan penulisan skenario”.

Sebelumnya, terdapat 37 ide cerita dan skenario yang telah masuk di tahap awal, namun kini sudah ditelah menjadi 10 ragam ide cerita.

Kepada wartawan, Kepala Satuan Tugas Direktorat Sosialisasi dan Kampanye Antikorupsi KPK, Medio Venda menyebut, kehadiran KPK di Maluku, salah satunya ingin menyebarkan nilai-nilai anti korupsi melalui seni dengan medianya lewat film di platform “Anti-Corruption Film Festival (ACFFEST). ACFFEST sendiri telah jalan 10 tahun sejak 2014 silam.

Menurutnya, setiap tahunnya gelaran ACFFEST diikuti cukup banyak peserta. Di tahun 2023 bahkan mencapai 1000 submission atau peminat yang masuk. Hanya saja dari wilayah Indonesia Timur yang terlibat sangat sedikit. Sehingga perlu ada langkah afirmasi ke wilayah Timur untuk meningkatkan submission di ACFFEST 2024.

“Lewat mini program ACFFEST regional wilayah timur, kami bekerjasama dengan FESFIP AMGPM serta Kemendikbudristek. Kita ingin mendapatkan ide-ide cerita bagus dari wilayah timur lewat kompetisi ini. Allhamdulilah kita dapat 37 ide cerita yang sangat menarik dan kini sudah kita kerucutkan jadi 10 ide cerita,” kata Medio di sela-sela workshop di Santika Hotel Ambon, Sabtu (17/08/2024)

Pada kesempatan itu, tim dari 10 ide cerita ini kemudian diundang ke Ambon, guna memberikan pelatihan atau workshop, agar pengembangan cerita dan scenario film yang akan dibuat sesuai standar nasional.

Selain itu kata dia, diharapkan ketika kembali ke daerah masing-masing, mereka dapat menularkan pengetahuan dan ilmu yang didapat.

Dimana masalah pertambangan menjadi salah satu isu menarik yang diangkat untuk dibuatkan film, selain memang persoalan budaya, seperti penjualan hutan adat yang “ditukar” untuk kepentingan pertambangan. Karena itu diharapkan lewat film, masyarakat bisa paham fakta tersebut menjadi konsern bersama.

“Di akhir, kita akan pilih 2 film yang akan diberikan bantuan dana produksi, untuk menggarap film yang bisa disaksikan masyarakat Indonesia, tentang nilai anti korupsi dan kehutanan. Fokus kedua isu itu memang ada di wilayah Timur. Kedepan hasil 10 script dan ide cerita yang matang ini, bisa diproduksi mandiri maupun mengikuti kompetisi film lain di Indonesia maupun ACFFEST 2025,” tandasnya.

Sementara itu, Pamong budaya bidang perfilman Kemendikbud-Ristek, Marlina Mahfud menyebut, banyak cerita dari wilayah timur yang memang kurang dilirik dan dijangkau secara nasional.

Faktanya, banyak film nasional masih Jawa-sentris atau Jakarta-sentris. Ini yang membuat wilayah timur kini mendapat porsi besar untuk workshop film, diskusi film dan sebagainya.

“Kepentingan kita, setiap film yang dihasilkan harus ada nilai budaya di daerah setempat. Seperti budaya “Matakao” di Maluku yang harus diperkenalkan ke kancah nasional, disamping budaya lain yang mesti mendapat spotlite khusus lewat film,” demikian kata dia.

Di tempat yang sama, Sekretaris Umum PB AMGPM Pendeta Rischard Resley menyambut baik diajaknya AMGPM dalam ACFFEST 2024. Sebab memang ini sejalan dengan FESFIP AMGPM yang telah jalan 2 tahun terakhir meski masih skala lokal, Maluku-Malut, dengan puluhan peminat dari kalangan pemuda.

“Kita bersyukur karena proposal kita disambut dengan baik KPK, karena memang ide awal kita terbatas dari aspek finansial. Maka kita mencoba membangun kerjasama, kolaborasi. Bahkan Kemendikbudristek dan support system lain ikut ambil bagian,” jelasnya.

Dikatakan Resley, lewat ACFFEST 2024, menjadi bahan evaluasi bahwa semangat kerja FESFIP juga butuh barometer lain. Sehingga dengan workshop yang dilakukan hadirkan penulis skenario dan sutradara Indonesia, memberi catatan ternyata ada rangkaian lain untuk diatensi, tidak ideal langsung ke festival.

“Kami berharap dengan KPK dan Kemendikbudristek ada didalamnya, secara lokal FESFIP AMGPM dapat berkelanjutan, mensupport kegiatan positif di bidang film dan seni. Dan tentu kami butuh kerja ekstra menyiapkan kreatifitas sineas-sineas muda dalam mendesain film pendek dan panjang,” pungkasnya. (IM-Tim)

Berita Terkait

DPRD Maluku Ingatkan Pentingnya Realisasi Rekomendasi LKPJ
Polisi Kirim SPDP Kasus Pembunuhan Nus Kei ke Kejaksaan, Penanganan Masuk Tahap Lanjutan
Pemkot Ambon Perkuat Fasilitasi Haji 2026, Manasik Jadi Bekal Kemandirian Jamaah
Bupati SBB Ir. Asri Arman Diduga ‘Tipu Negara’, Lantik Pejabat yang Belum Penuhi Syarat
Fatlolon Dituntut 8 Tahun, Isu Diskriminasi Bayangi Kasus PT Tanimbar Energi
Wali Kota Apresiasi Perumdam Tirta Yapono yang Raih Top BUMD Bintang 4  
Polri Tegaskan Rekrutmen Taruna-Taruni Akpol 2026 Bersih, Transparan, Akuntabel, dan Humanis
OJK Lantik Pejabat Strategis, Perkuat Pengawasan Sektor Keuangan
Berita ini 71 kali dibaca

Berita Terkait

Saturday, 25 April 2026 - 16:55 WIT

DPRD Maluku Ingatkan Pentingnya Realisasi Rekomendasi LKPJ

Wednesday, 22 April 2026 - 19:39 WIT

Polisi Kirim SPDP Kasus Pembunuhan Nus Kei ke Kejaksaan, Penanganan Masuk Tahap Lanjutan

Friday, 17 April 2026 - 23:12 WIT

Pemkot Ambon Perkuat Fasilitasi Haji 2026, Manasik Jadi Bekal Kemandirian Jamaah

Friday, 17 April 2026 - 08:12 WIT

Bupati SBB Ir. Asri Arman Diduga ‘Tipu Negara’, Lantik Pejabat yang Belum Penuhi Syarat

Friday, 17 April 2026 - 00:12 WIT

Fatlolon Dituntut 8 Tahun, Isu Diskriminasi Bayangi Kasus PT Tanimbar Energi

Berita Terbaru