IM-Ambon-Pemerintah Kota Ambon (Pemkot) melaksanakan apel pagi yang di pimpin oleh Penjabat Walikota (PJ) Drs Bodewin M Wattimena dan di dampingi oleh Sekertaris kota Ambon (Sekkot) Agus Ririmasse sekaligus penyerahan DPA tahun 2024 yang bertempat di Pattimura Park , Rabu 10/01/2024.
Dalam sambutan Pj Walikota Ambon menyatakan, Pagi ini, Pemerintah Kota Ambon melaksanakan apel yang seharusnya dilakukan setiap hari Senin. Namun, kali ini apel dilakukan pada hari Rabu karena ada agenda penting, yaitu penyampaian dokumen pelaksanaan anggaran kepada pimpinan-pimpinan OPD.
Dikatkan, dalam penyelesaian BPKAD harus dilakukan pada awal tahun anggaran.
“Setiap OPD harus menjalankan tugas pokok dan fungsinya dengan menggunakan anggaran yang telah ditetapkan. Dasar dari penggunaan anggaran tersebut terdapat dalam dokumen pelaksanaan anggaran,” jelasnya
Selain itu tambahnya, setiap kegiatan dinas, badan, dan pelatihan harus memiliki dasar pelaksanaan yang terdapat dalam dokumen pelaksanaan anggaran SKPD.
“Jika seluruh transaksi keuangan didasarkan pada DPA, maka BPKAD akan lebih mudah dalam mengelola keuangan, dalam DPA juga terdapat anggaran kas, yang merupakan rencana pengeluaran yang dilakukan setiap bulan, triwulan, hingga satu tahun,” ungkap Wattimena.
Menurutnya, persetujuan terhadap anggaran kas harus dilakukan oleh Kepala Badan Pengelola Keuangan untuk memastikan bahwa rencana penerimaan sebanding dengan rencana pengeluaran setiap periode.
“Pemerintah Kota Ambon berharap agar dokumen pelaksanaan anggaran telah disusun sesuai dengan APBD tahun anggaran 2024 dan terikat dalam DPA masing-masing OPD,” harapnya
Tujuan mereka kata Pj Walikota Ambon itu, adalah agar mekanisme pengelolaan keuangan di Pemerintah Kota Ambon berjalan dengan baik sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan. Mereka tidak mengejar prestasi, tetapi ingin meningkatkan pengelolaan keuangan secara keseluruhan.
Selain itu, telah dilakukan rapat koordinasi forkopindah dengan perangkat pemerintahan, kecamatan, desa, negeri, dan kelurahan terkait sosialisasi dan edukasi tentang pemilu 2024.
“Semua peserta rapat diingatkan untuk selalu menjaga netralitas dalam melaksanakan kewajiban mereka,” pungkas Watimena. (IM-RJ)







