IM-Ambon-Sekretaris Jenderal Pengurus Pusat Saka Mese Nusa Student Association Muslim Azhari Saleh Lussy angkat bicara terkait permasalahan yang terjadi di lahan PT. SIM berapa waktu lalu.
Saka Mese Nusa Student Association merupakan Organisasi Mahasiswa Kabupaten Seram Bagian Barat yang berpusat di ibu kota Jakarta.
Dikatakan, tindakan brutalitas pihak PT spice Island Maluku ( PT. SIM) yang secara membabi buta menyerang masyarakat mengunakan eksavator guna melanggengkan investasi perkebunanan pisang abaka di dusun Pelita jaya Negeri Eti, Kabupaten Seram Bagian Barat, Maluku, sehingga menimbulkan korban.
“Dari tindakan brutal itu sehingga terdapat dua warga pelita jaya ditembaki secara membabi buta dari oknum yang diduga memiliki kepentingan dengan investasi tersebut.” ucap Saleh pada media ini Minggu 22/10/2023.
Dirinya, menilai tindakan brutal oleh pihak perusahaan ini bagian dari tindakan kejahatan korporat yang dengan alasan apapun tidak dibenarkan.
“Kami meminta Kapolres SBB untuk segera mengusut tuntas pelaku kejahatan yang mengunakan eksavator secara semena-mena dan juga pelaku penembakan yang mengunakan senapan angin supaya diberi sangsi tegas.” pungkasnya.
Diketahui, 4 warga Dusun Pelita Jaya Desa Eti Kecamatan Seram Barat Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) Maluku, saat ini dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Piru. akibat dari adanya kericuan dilokasi pengusuran dilahan perusahan PT SIM yang di kontrakan oleh Marlon Osesky kepada perusahan tersebut.
Kejadian itu terjadi sekitar Pukul 16.15 Wit, sejumlah masyarakat Dusun Pelita Jaya Desa Eti sebanyak 40 orang melakukan aksi penghadangan terhadap para pekerja yang saat itu sedang mengunakan alat Berat
Korban diantarnya, La Basar terkena luka tembak senapan angin pada tumit Kaki Kanan, La Kemon luka pada tangan Kanan, sedangkan La Randi pada kaki sebelah kanan luka parah (Kena Alat berat) Sementara dari Korban dari PT. SIM Sdr. Benja (Operator Eksafator) luka pada tangan kiri terkena lemparan Batu.
Bahkan, saat ini korban dari Masyarakat Dusun Pelita Jaya juga sudah di rawat di RSUD Piru.
Kejadian ini terjadi Pukul. 16.15 Wit datang kelompok Masyarakat dari dusun Pelita Jaya sebanyak 40 Org menyerang Alat Berat ( Eksafator ) yang di bawa Sdr. Benja dengan menggunakan Batu dan Parang.
Karena penyerangan tersebut sdr. Benja mencoba menghindar dgn memutar baket Eksafator namun menyenggol sdr. La Randi yg saat itu naik ke atas Rantai Eksafator untuk menyerang sdr. Benja ( Operator Eksafator ).
Sebentara, Pukul 17.00 Wit Bertempat di jalan Trans Seram Samping SMA PGRI Pelita Jaya telah terjadi pemalangan jalan dengan menggunakan kayu oleh Masyarakat dusun Pelita Jaya di Karenakan adanya Korban terkena Baket Eksafator dan terkena tembakan Senapan angin bahkan Belum di ketahui pelakunya. (IM-03).






