IM-Namrole;-Untuk mencegah terjadinya abrasi di pesisir pantai, sejumlah warga Desa Waenono Kecamatan Namrole Buru Selatan membangun tanggul darurat menggunakan batang kayu.
Warga terpaksa membangun tanggul secara swadaya menggunakan batang kayu jenis Nani. Lantaran talud penahan ombak sepanjang ratus meter di pantai desa ini, sudah mulai rusak parah dihantam gelombang pasang.
“Kami terpaksa membangun tanggul darurat sepanjang pantai Desa Waenono. Sebab talud penahan ombak sudah mulai rusak, akibat dihantam gelombang,” tandas Erik salah satu warga kepada media ini.
Dirinya berharap, pemerintah daerah maupun provinsi Maluku melalui istansi terkait secepatnya membangun talud penahan ombak baru. Sehingga keselamatan warga yang bermukim di pesisir pantai desa Waenono terjamin keselamatannya.
“Saat ini lagi musim penghujan ditambah gelombang tinggai. Makanya, kami berharap lebih pemerintah serius melihat persoalan ini dan secepatnya membangun talud baru parmanenan. Sehingga kami tidak lagi khawatir saat musim ombak tiba,” harap pemudan berusia 27 tahun ini.
Terpisah Pelaksana Tugas Kepala Bidang Rehabilitasi dan Konstruksi BPBD Bursel, Ichsan Polanunun menjelaskan, melalui intruski bupati Safitri Malik Soulisa maka diperlukan langkah penanganan dan pencegahan terhadap bencana yang sering terjadi setiap tahunnya.
“Untuk saat ini belum dibangun parmanena. Namun dengan tanggul darurat yang tersebut dapat mengantisipasi terjangan ombak masuk hingga ke pemukiman warga,” jelas Polanunu kepada media belum lama ini. (RAM)







