Guterres: JCPOA Masih Jadi Opsi Terbaik

- Publisher

Thursday, 6 July 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

IM- Jakarta;–Sekjen PBB dalam laporannya yang ke-15 mengenai Resolusi Dewan Keamanan 2231 dan isu Iran menegaskan bahwa JCPOA masih menjadi opsi terbaik.

Berdasarkan Resolusi 2231, laporan Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres disajikan setiap enam bulan pada pertemuan rutin Dewan Keamanan PBB.

Laporan keempat belas tentang implementasi resolusi ini dan JCPOA diselenggarakan pada 19 Desember 2022.

Pertemuan berkala Dewan Keamanan PBB untuk memeriksa laporan ke-15 Antonio Guterres tentang Resolusi 2231 digelar hari ini, Kamis (6/7/2023) dengan kehadiran duta besar serta perwakilan tetap Iran untuk PBB yang akan berbicara dalam pertemuan ini.

Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres menjelang laporannya ke-15 tentang Iran, mengatakan, “JCPOA masih merupakan opsi terbaik, dan meminta Amerika Serikat untuk membatalkan sanksi terhadap Iran dan memperpanjang pengecualian terkait perdagangan minyak negara ini,”.

Setelah menandatangani JCPOA pada tahun 2015 dengan tujuan untuk membatalkan sanksi yang menindas, Republik Islam Iran, sebagai negara yang bertanggung jawab, melaksanakan kewajibannya secara penuh dan masalah ini dikonfirmasi dalam 16 laporan Badan Energi Atom Internasional (IAEA).

Namun, setelah Donald Trump memasuki Gedung Putih pada Januari 2017, ia mengambil posisi yang bertentangan dengan ketentuan JCPOA, dengan penarikan Amerika Serikat secara sepihak dan ilegal keluar dari JCPOA pada 8 Mei 2018, dan menjatuhkan sanksi terhadap Iran.

Tidak seimbangnya implementasi perjanjian JCPOA di satu sisi dan tekanan akibat penerapan dan intensifikasi sanksi sepihak AS di sisi lain, Dewan Tinggi Keamanan Nasional Republik Islam Iran membuat keputusan untuk menghentikan langkah sukarela untuk melaksanakan komitmen nuklir dengan memberikan kesempatan 60 hari untuk diplomasi.

Iran memenuhi semua kewajibannya berdasarkan perjanjian ini sampai satu tahun setelah penarikan Amerika Serikat dari JCPOA untuk memberikan kesempatan kepada negara-negara Eropa yang berjanji untuk mengkompensasi dampak penarikan Washington dari perjanjian tersebut. Tetapi faktanya negara-negara Eropa belum memenuhi janjinya, sehingga Iran mengambil beberapa langkah untuk mengurangi komitmennya di bawah JCPOA.

Pengurangan kewajiban Iran didasarkan pada ketentuan kesepakatan nuklir JCPOA (**)

Berita Terkait

DPRD Maluku Ingatkan Pentingnya Realisasi Rekomendasi LKPJ
Polisi Kirim SPDP Kasus Pembunuhan Nus Kei ke Kejaksaan, Penanganan Masuk Tahap Lanjutan
Pemkot Ambon Perkuat Fasilitasi Haji 2026, Manasik Jadi Bekal Kemandirian Jamaah
Bupati SBB Ir. Asri Arman Diduga ‘Tipu Negara’, Lantik Pejabat yang Belum Penuhi Syarat
Fatlolon Dituntut 8 Tahun, Isu Diskriminasi Bayangi Kasus PT Tanimbar Energi
Wali Kota Apresiasi Perumdam Tirta Yapono yang Raih Top BUMD Bintang 4  
Polri Tegaskan Rekrutmen Taruna-Taruni Akpol 2026 Bersih, Transparan, Akuntabel, dan Humanis
OJK Lantik Pejabat Strategis, Perkuat Pengawasan Sektor Keuangan
Berita ini 134 kali dibaca

Berita Terkait

Saturday, 25 April 2026 - 16:55 WIT

DPRD Maluku Ingatkan Pentingnya Realisasi Rekomendasi LKPJ

Wednesday, 22 April 2026 - 19:39 WIT

Polisi Kirim SPDP Kasus Pembunuhan Nus Kei ke Kejaksaan, Penanganan Masuk Tahap Lanjutan

Friday, 17 April 2026 - 23:12 WIT

Pemkot Ambon Perkuat Fasilitasi Haji 2026, Manasik Jadi Bekal Kemandirian Jamaah

Friday, 17 April 2026 - 08:12 WIT

Bupati SBB Ir. Asri Arman Diduga ‘Tipu Negara’, Lantik Pejabat yang Belum Penuhi Syarat

Friday, 17 April 2026 - 00:12 WIT

Fatlolon Dituntut 8 Tahun, Isu Diskriminasi Bayangi Kasus PT Tanimbar Energi

Berita Terbaru

Daerah

KPK Ingatkan Pentingnya Perencanaan dan Tata Kelola Keuangan

Thursday, 30 Apr 2026 - 16:48 WIT

Promosi

Tandai Satu Dekade IBM, Voluntara Hadir di Lombok dan Bandung 

Thursday, 30 Apr 2026 - 16:23 WIT