IM — Ambon.’ — Tokoh NU Indonesia Timur Abdul Rahayan mengatakan ada segelintir tokoh sedang mewacanakan perpanjangan masa jabatan presiden dan wakil presiden yang di tempuh melalui proses kompromi politik di tingkat elit untuk merubah konstitusi negara.
Dari hasil kompromi tersebut di jadikan sebagai dasar untuk melegetimasi keinginan mereka, ujar Rahayan kepada Infomaluku.com di Jakarta via Whatssap ,Jumat(4/3).
Rahayan katakan, untuk mencapai maksud dan tujuan tersebut, berbagai argumentasi telah dikemukakan, mulai dari alasan adanya aspirasi sebagian besar masyarakat yang menghendaki penundaan pemiluh sampai kepada soal kesulitan ekonomi, investasi dan seterusnya.
Intinya mereka sedang mencari dalil bembenaran untuk meyakinkan masyarakat agar keinginan mereka bisa tercapai. Ungkapnya.
Namun, mereka tidak sadar bahwa masyarakat suda sangat mengetahui dan memahami apa tujuan orang – orang tersebut, bukan untuk kepentingan rakyat, bangsa dan negara melainkan hanya sekedar untuk memenuhi kepentingan pribadi dan kelompok dalam rangka mempertahankan kekuasaan.
Untuk itu, Rahayan menghimbau kepada seluruh elemen bangsa agar merapatkan barisan untuk sama – sama kita lawan siapapun yang dengan sengaja ingin merorong konstitusi kita hanya untuk semata – mata untuk memenuhi hasrat politik jangka pendek.
Rahayan melihat gejalah penghianatan terhadap rakyat bangsa dan negara suda nampak dan jelas di depan mata, karenanya kepada seluruh anak bangasa yang cinta konstitusi, cinta persatuan dan kesatuan bangsa, mari bersatu merawan siapapun yang mencoba berkhianat terhadap konstitusi Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Saya mengajak kepada seluruh rakyat Indonesia agar berhati -hati dengan pimpinan partai politik atau elit politik, dan juga elit pemerintahan yang memeliki ide untuk merubah konstitusi hanya untuk kepentingan syahwat politik sesaat tanpa peduli stabilitas keamanan negara termasuk keutuhan rakyat, bangsa dan negara.
Wajib hukumnya orang – orang tersebut sebagai musuh bersama rakyat Indonesia karena mereka berpura – pura membela rakyat tapi sesungguhnya mereka adalah penghianat rakyat, bangsa dan negara Indonesia. Pungkasnya.(IM03)







