Anugerah Indonesia Damai

- Publisher

Thursday, 2 December 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

IM-Jakarta; – Terorisme dan radikalisme yang mengatasnamakan agama, sejatinya adalah fitnah. Untuk itu, masyarakat Indonesia perlu menyamakan persepsi, bahwa agama tidak berkaitan dengan radikalisme dan terorisme. Imbauan tersebut, disampaikan Direktur Pencegahan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Brigjen Pol. R Ahmad Nurwakhid, saat memberikan sambutan dalam acara “Anugerah Indonesia Damai 2021” yang diselenggarakan Sub-Direktorat (Subdit) Pemberdayaan Masyarakat BNPT bekerja sama dengan Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) dari 32 provinsi se-Indonesia, di Jakarta, Selasa, 30 November 2021

Menurut Nurwakhid, salah satu akar masalah terorisme, adalah ideologi yang menyimpang. Ideologi yang menjadi motif radikalisme dan terorisme itu, dipicu oleh beberapa faktor. Faktor-faktor tersebut, adalah politisasi agama, ekonomi, rasa kebencian, dendam, ketidakpuasan, dan pemahaman agama yang keliru.

Dalam acara itu, Nurwakhid juga mengumumkan para pemenang rangkaian lomba yang diadakan BNPT dan FKPT, mulai dari lomba video kreatif, guru pelopor moderasi beragama di sekolah, microblog, dan infografis.

Kemudian, ia mengapresiasi semangat dan antusiasme para peserta, karena telah mengumpulkan ribuan karya yang meliputi 3.509 karya dari lomba guru pelopor moderasi beragama, 3.654 microblog dan infografis, 1.073 video kreatif, dan 198 karya tulis.

Kontribusi para peserta melalui karya, ujar Nurwakhid, dapat menjadi masukan untuk mencegah tumbuhnya paham radikalisme dan terorisme di Indonesia.

Karya-karya itu, dapat dibagikan di media sosial sebagai kontra narasi melawan konten-konten radikalisme yang ada.

Menurutnya, mendominasi media sosial dengan konten-konten kebangsaan dan nasionalisme, merupakan salah satu cara utama yang bisa dilakukan peserta, bahkan masyarakat Indonesia, untuk melawan terorisme dan radikalisme di daerahnya masing-masing. “Akar masalah terorisme dan radikalisme di setiap daerah tidak sama karena yang mengetahui persis adalah masyarakat provinsi tersebut,” tutur R Ahmad Nurwakhid( AK)

Berita Terkait

Puluhan Tanah SMA/SMK di SBB Belum Bersertifikat, Kacabdin Kejar Tuntas Juli 2026
“Sinergitas TNI dan Para Dai” Danrindam Tekankan Komitmen Kebangsaan Demi Keutuhan NKRII ‎
DPRD Maluku Ingatkan Pentingnya Realisasi Rekomendasi LKPJ
Polisi Kirim SPDP Kasus Pembunuhan Nus Kei ke Kejaksaan, Penanganan Masuk Tahap Lanjutan
Pemkot Ambon Perkuat Fasilitasi Haji 2026, Manasik Jadi Bekal Kemandirian Jamaah
Bupati SBB Ir. Asri Arman Diduga ‘Tipu Negara’, Lantik Pejabat yang Belum Penuhi Syarat
Fatlolon Dituntut 8 Tahun, Isu Diskriminasi Bayangi Kasus PT Tanimbar Energi
Wali Kota Apresiasi Perumdam Tirta Yapono yang Raih Top BUMD Bintang 4  
Berita ini 133 kali dibaca

Berita Terkait

Tuesday, 26 May 2026 - 14:02 WIT

Puluhan Tanah SMA/SMK di SBB Belum Bersertifikat, Kacabdin Kejar Tuntas Juli 2026

Thursday, 7 May 2026 - 22:49 WIT

“Sinergitas TNI dan Para Dai” Danrindam Tekankan Komitmen Kebangsaan Demi Keutuhan NKRII ‎

Saturday, 25 April 2026 - 16:55 WIT

DPRD Maluku Ingatkan Pentingnya Realisasi Rekomendasi LKPJ

Wednesday, 22 April 2026 - 19:39 WIT

Polisi Kirim SPDP Kasus Pembunuhan Nus Kei ke Kejaksaan, Penanganan Masuk Tahap Lanjutan

Friday, 17 April 2026 - 23:12 WIT

Pemkot Ambon Perkuat Fasilitasi Haji 2026, Manasik Jadi Bekal Kemandirian Jamaah

Berita Terbaru