Infomalukunews.com,Ambon– Hendrik Lewerissa dan Abdullah Vanath dilantik sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Maluku oleh Presiden Prabowo Subianto, pada 20/2/2025. Masyarakat Maluku menaruh harapan besar terhadap kepemimpinan baru ini.
Sekertaris Umum Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Cabang Ambon, Muttaqien Heluth, pada Rabu, (12/3/2025) mengatakan kalau kepemimpinan baru ini harus bersih dari orang-orang yang terindikasi masalah hukum biar jangan mengangu roda pemerintahan terutama di birokrasi.
“Pemimpin daerah yang dipilih secara langsung oleh masyarakat memiliki legitimasi dan otoritas yang kuat untuk membawa perubahan yang nyata,” kata Heluth
Ia juga mengatakan bahwa Gubernur dan Wakil Gubernur sekarang didukung oleh masyarakat dan berperan aktif dalam mengawal dan mewujudkan janji-janji politik yang telah disampaikan sebelumnya.
“Kepemimpinan yang baru ini kami yakin mampu melakukan terobosan besar guna memajukan Provinsi Maluku,” tambah Heluth
Ia menambahkan bahwa sebagai eksekutor kebijakan desentralisasi dalam kerangka NKRI, Gubernur dan Wakil Gubernur Maluku harus bekerja keras untuk membenahi berbagai persoalan di daerah ini, khususnya di dalam tubuh birokrasi.
“Dalam 100 hari pertama kepemimpinan, diharapkan dapat melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem birokrasi, harus segera dilakukan,” kata Heluth.
Ia menambahkan bahwa evaluasi ini bertujuan untuk memastikan bahwa setiap aparatur sipil negara (ASN) bekerja sesuai aturan, tidak terlibat dalam praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN), serta mampu memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
“Jika ada indikasi pelanggaran hukum atau tindakan yang merugikan masyarakat, maka penindakan harus dilakukan tanpa pandang bulu. Ini adalah momentum bagi Gubernur dan Wakil Gubernur Maluku untuk membuktikan komitmennya dalam membangun pemerintahan yang bersih dan akuntabel,” tambah Muttaqien.
Ia menambahkan bahwa dengan langkah-langkah strategis yang tepat, masyarakat Maluku optimis kalau provinsi ini dapat menjadi salah satu daerah yang maju, sejahtera, dan berdaya saing di Indonesia Timur (IM-03)







