AMBALAU, IM
Berawal dari keinginan mengembangkan potensi desa berupa ikan tuna dan layang biru (Momar), warga Desa Masawoy Kecamatan Ambalau, Kabupaten Buru Selatan (Bursel) menyulap ikan tuna menjadi Kripik dan Abon.
Inovasi baru berupa menjadikan ikan tuna sebagai Keripik dan Abon ini, pertama kali digagas oleh para ibu majelis ta’lim Desa Masawoy, Kecamatan Ambalau, Kabupaten Bursel yang dipimpin, Ny. Lulu Booy.
Booy menuturkan, ikan tuna dan layang biru (momar) berlimpah di Desa Masawoy, Kecamatan Ambalau. Namun warga hanya fokus untuk menjual ikan mentah dan asar.
Sehingga ia bersama rekan-rekannya (red,ibu majelis ta’lim) mencoba membuat kripik dan abon ikan untuk dipasarkan di desa setempat. Ternyata berhasil, bahkan sudah ada yang berminat memesan.
“Di desa ini (red, Masawoy) ikan tuna dan momar banyak. Tetapi sebagian warga hanya fokus menjual mentah dan asar. Nah kami majelis ta’lim mencoba inovasi baru dengan membuat kripik dan abon dari ikan tuna dan momar,” tutur Booy kepada media ini via telepon selulernya, Minggu (19/9/2021).
Menurutnya, meski masih terbilang baru dipasarkan di desa setempat. Namun Ia, yakin produk mereka akan disukai warga desa dan Kecamatan Ambalau secara keseluruhan.
“Kami optimis hasil karya kami akan diminati banyak orang, jika kedepannya dipasarkan. Karena selama ini, belum ada produk semacam ini,” akui Booy.
Diakuinya, saat ini kripik yang mereka buat dijual dengan harga sebesar Rp 70 ribu per kilo. “Untuk uji coba kali ini, kami menjual dengan harga Rp 70 ribuh perkilo,” akuinya. (RB)







