Infomalukunews.com, Seram Bagian Barat – Sejumlah tokoh pemekaran Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) mengecam keras dugaan penyalahgunaan wewenang yang melibatkan Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten SBB.
Kecaman tersebut disampaikan oleh salah satu tokoh pemekaran SBB, Dr. Nataniel Elake dalam pernyataannya kepada media ini, Senin (27/4/2026) yang menilai bahwa tindakan yang dilakukan oleh Ketua PKK Yeni Rosbayani Asri telah mencederai tata kelola sistem pemerintahan daerah.
“Sebagai figur publik yang memiliki peran strategis dalam pemberdayaan masyarakat, seharusnya Ketua PKK menjadi teladan, bukan justru diduga melakukan penyalahgunaan wewenang,” ujar Elake.
Ia menilai tindakan tersebut bukan hanya pelanggaran aturan, tapi sudah masuk ranah penghinaan terhadap martabat masyarakat SBB.
“Kami ini bukan orang bodoh yang bisa dipermainkan!” ucapnya.
Yeni Rosbayani Asri bertindak layaknya pejabat resmi memberi perintah kepada aparat hingga memengaruhi jalannya birokrasi. Padahal, menurut Elake, posisi tersebut tidak memiliki kewenangan dalam struktur pemerintahan.
Elake menilai bahwa hal tersebut merusak sistem birokrasi yang sudah dibangun susah payah, namun menimbulkan kesan kekuasaan dikuasai keluarga sehingga menginjak harga diri masyarakat SBB
Elake mengingatkan kepada Bupati Asri Arman agar membatasi peran keluarga dan menjaga marwah kepemimpinan di Bumi Saka Mese Nusa, ingatnya.
“Daerah ini yang Kami Perjuangkan. Bukan lahir begitu saja. Daerah ini lahir dengan darah dan keringat air mata. Jangan dirusakkan oleh kesewenang-wenangan demi kepentingan pribadi dan kelompok” tegas Elake.
Elake juga menegaskan bahwa masyarakat tidak akan tinggal diam terhadap berbagai persoalan yang terjadi di pemerintahan Kabupaten Seram Bagian Barat.
“Masyarakat tidak akan diam. Kami akan terus mengawal dan menyuarakan setiap dugaan pelanggaran yang terjadi di pemerintahan Seram Bagian Barat,” tegasnya.(IM-03)







