Timotius Kaidel Fokus Bangun Infrastruktur,Anggapan Infrastruktur Tak Penting Dinilai Keliru.

- Publisher

Wednesday, 16 September 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Infomalukunews.com,Dobo — Anggapan bahwa pembangunan infrastruktur tidak penting bagi kemajuan suatu daerah dinilai keliru. Infrastruktur merupakan salah satu fondasi penting dalam menunjang aktivitas ekonomi, pelayanan publik, pendidikan, kesehatan hingga konektivitas masyarakat, terutama di wilayah kepulauan seperti Kabupaten Kepulauan Aru.

Hal tersebut disampaikan salah satu masyarakat Kabupaten Kepulauan Aru saat dihubungi InfoMalukuNews.com, Selasa (15/9/2026), menanggapi adanya pandangan sebagian masyarakat yang menilai pembangunan infrastruktur bukan merupakan kebutuhan utama daerah.

Menurutnya, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Aru di bawah kepemimpinan Bupati Timotius Kaidel saat ini memberikan perhatian terhadap pembangunan infrastruktur. Namun, fokus tersebut, menurut dia, tidak berarti pembangunan sumber daya manusia (SDM) diabaikan.

“Pemerintah daerah saat ini memang fokus pada pembangunan infrastruktur. Tetapi bukan berarti pembangunan SDM diabaikan. Justru sektor pendidikan juga terus mendapat perhatian melalui berbagai program yang diarahkan untuk meningkatkan kualitas tenaga pendidik maupun peserta didik,” ujarnya.

Ia menjelaskan, kondisi geografis Kepulauan Aru sebagai daerah kepulauan membuat pembangunan infrastruktur memiliki arti penting dalam membuka keterisolasian antarkampung dan kecamatan.

Pembangunan jalan, jembatan, sarana air bersih serta infrastruktur pendukung pendidikan dan kesehatan dinilai dibutuhkan untuk menjawab kebutuhan riil masyarakat.

“Kalau akses jalan dan jembatan baik, masyarakat lebih mudah bergerak. Demikian juga air bersih, fasilitas pendidikan dan kesehatan. Semua itu berkaitan langsung dengan kebutuhan masyarakat,” katanya.

Infrastruktur Menopang Aktivitas Ekonomi

Menurutnya, pembangunan infrastruktur juga memiliki hubungan erat dengan pertumbuhan ekonomi daerah.

Jalan, pelabuhan, maupun sarana transportasi lainnya dapat membantu memperlancar mobilitas masyarakat dan distribusi barang. Bagi daerah kepulauan, kelancaran konektivitas menjadi salah satu faktor penting dalam menekan hambatan distribusi dan membuka akses masyarakat terhadap pusat-pusat ekonomi.

Dengan akses transportasi yang semakin baik, hasil produksi masyarakat seperti perikanan, pertanian maupun komoditas lainnya diharapkan lebih mudah dipasarkan.

“Jadi infrastruktur bukan hanya membangun fisik. Dampaknya bisa berkaitan dengan ekonomi masyarakat, karena akses distribusi menjadi lebih mudah,” jelasnya.

Menjawab Kebutuhan Dasar Masyarakat

Ia juga menilai pembangunan infrastruktur dasar seperti air bersih, sanitasi, listrik dan fasilitas pelayanan publik tidak dapat dipisahkan dari upaya meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

Infrastruktur yang memadai akan membantu masyarakat memperoleh pelayanan dasar secara lebih mudah, sekaligus mendukung produktivitas warga.

Di bidang pendidikan dan kesehatan, pembangunan serta peningkatan sarana dan prasarana juga menjadi bagian penting dalam menunjang pelayanan kepada masyarakat.

“Kalau sekolah dan fasilitas kesehatan tersedia serta aksesnya mudah, tentu masyarakat yang berada di kampung-kampung juga akan merasakan manfaat pembangunan,” ujarnya.

Bukan Berarti SDM Diabaikan

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur dan pembangunan SDM seharusnya tidak dipertentangkan.

Menurutnya, keduanya merupakan bagian yang saling melengkapi. Infrastruktur menjadi pendukung agar pelayanan pendidikan, kesehatan dan kegiatan ekonomi dapat berjalan lebih baik, sementara peningkatan kualitas SDM menjadi modal utama bagi masyarakat untuk memanfaatkan pembangunan tersebut.

Ia menyebut perhatian Pemerintah Kabupaten Kepulauan Aru melalui sektor pendidikan juga perlu dilihat sebagai bagian dari pembangunan jangka panjang daerah.

“Pembangunan manusia tetap penting. Guru harus terus ditingkatkan kualitasnya, begitu juga murid. Infrastruktur dan SDM harus berjalan bersama,” katanya.

Pemerataan Pembangunan di Wilayah Kepulauan

Pembangunan infrastruktur juga dinilai penting dalam mendorong pemerataan pembangunan di wilayah-wilayah yang selama ini memiliki keterbatasan akses.

Karakteristik Kepulauan Aru yang terdiri dari banyak pulau membuat konektivitas menjadi tantangan tersendiri. Karena itu, pembangunan infrastruktur di wilayah pelosok dinilai dapat membuka akses masyarakat terhadap pusat pemerintahan, pasar, sekolah, fasilitas kesehatan dan pelayanan publik lainnya.

Dengan konektivitas yang semakin baik, kesenjangan akses antarwilayah diharapkan dapat ditekan.

Membuka Peluang Investasi

Selain memberikan manfaat langsung kepada masyarakat, tersedianya infrastruktur yang memadai juga dapat menjadi salah satu faktor pendukung masuknya investasi.

Infrastruktur transportasi, energi, komunikasi dan fasilitas dasar yang memadai dapat memberikan kepastian dan kemudahan bagi pelaku usaha dalam menjalankan kegiatan ekonomi.

“Investor tentu membutuhkan akses yang baik. Kalau infrastruktur tersedia, maka peluang pengembangan usaha juga semakin terbuka dan pada akhirnya dapat menciptakan lapangan pekerjaan bagi masyarakat,” tambahnya.

Ia berharap masyarakat dapat melihat pembangunan secara menyeluruh dan tidak mempertentangkan pembangunan infrastruktur dengan pembangunan SDM.

Menurutnya, keberhasilan pembangunan daerah membutuhkan keduanya secara bersamaan.

“Yang terpenting adalah pembangunan itu harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Infrastruktur dibangun untuk membuka akses dan memperkuat pelayanan, sementara SDM ditingkatkan agar masyarakat Aru semakin mampu mengelola dan memanfaatkan potensi daerah,” pungkasnya.(IM-DW)

 

Berita Terkait

Gubernur Maluku Minta Batas Taman Nasional Manusela Ditinjau Kembali
Lima Jabatan Strategis Polres Kepulauan Aru Berganti, Kapolres Tekankan Soliditas dan Pelayanan Masyarakat
Kapolda Maluku pimpin Rakor pengamanan ketersediaan BBM dan pengelolaan antrian di SPBU
Pascainsiden, TNI-Polri dan Warga Patahuwe Gotong Royong Bersihkan Lahan Pastori
Wali Kota Ambon Akan Terima Penghargaan di HUT ke-15 KompasTV
Aksi Cepat Sang Jenderal Petarung, Redam Bentrokan Lisabata–Patahuwe di SBB
BNI Ambon Dorong Literasi dan Inklusi Keuangan, Fokus Tingkatkan Kapasitas UMKM
Polda Maluku Perkuat Sispam Kota, Kapolda Tekankan Kesiapsiagaan Hadapi Potensi Kontinjensi
Berita ini 22 kali dibaca

Berita Terkait

Wednesday, 16 September 2026 - 12:54 WIT

Timotius Kaidel Fokus Bangun Infrastruktur,Anggapan Infrastruktur Tak Penting Dinilai Keliru.

Tuesday, 15 September 2026 - 19:36 WIT

Gubernur Maluku Minta Batas Taman Nasional Manusela Ditinjau Kembali

Tuesday, 15 September 2026 - 13:00 WIT

Lima Jabatan Strategis Polres Kepulauan Aru Berganti, Kapolres Tekankan Soliditas dan Pelayanan Masyarakat

Tuesday, 15 September 2026 - 08:40 WIT

Kapolda Maluku pimpin Rakor pengamanan ketersediaan BBM dan pengelolaan antrian di SPBU

Tuesday, 15 September 2026 - 08:25 WIT

Pascainsiden, TNI-Polri dan Warga Patahuwe Gotong Royong Bersihkan Lahan Pastori

Berita Terbaru