Infomalukunews.com, Ambon,— Akademisi Universitas Kristen Indonesia Maluku (UKIM) Ambon, Dr. Sostones Y. Sisinaru, SH, M.Hum, mengapresiasi langkah Walikota Ambon, Bodewin Melkias Wattimena dan Wakil Walikota Ambon Ely Toisuta,karena telah mewujudkan janji kampanye yang salah satunya akan memberikan insentif bagi para penjaga rumah ibadah, yakni Penjaga Masjid, Tuagama, Kostor, Penjaga Pura, dan Wihara, dan lain-lain.
Sisinaru, yang juga merupakan salah satu Tuagama di Jemaat GPM Sohuru, Hatiwe Besar, mengaku, langkah Walikota Ambon dan Wakil Walikota Ambon, sudah sangat tepat dan membawa angin segar bagi para Tuagama serta para penjaga rumah ibadah lainnya di Kota Ambon.
“Jadi mewakili teman-teman Tuagama, serta para penjaga rumah ibadah di Kota Ambon, perlu kami memberikan apresiasi dulu kepada Walikota Ambon dan Wakil Walikota Ambon, karena sudah tepati janji mereka saat berkampanye. Artinya ini yang dinamakan terus berbuat bagi beta par Ambon, Ambon par samua,” ungkap Sisinaru, Kamis, (3/7).
Dosen Hukum Tata Negara dan Hukum Administrasi Negara Fakultas Hukum UKIM Ambon ini berujar, tugas-tugas penjaga rumah ibadah dalam mendukung proses peribadatan, menjaga kesucian rumah ibadah, dan kenyamanan beribadah, jika selanjutnya didukung lagi dengan kebijakan Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon yang sangat menghargai kinerja para penjaga rumah ibadah, maka semestinya para penjara rumah ibadah memberikan penghargaan dan kehormatan yang tinggi kepada Walikota Ambon dan juga DPRD Kota Ambon.
“Artinya kami tetap mendoakan Bapak Walikota Ambon dan ibu Wakil WaliKota agar tetap sehat dalam menjalankan tugas-tugas pemerintahan di Kota bertajuk Manise ini. Serta pemerintahan lima tahun ke depan ini tetap kami mendoakan agar tetap bekerja melayani rakyat dengan baik sesuai janji visi misi dari pak Walikota dan ibu wakil Walikota sendiri,” jelasnya.
Diketahui, lanjut Sisinaru, kepastian pemberian insentif bagi para penjaga rumah ibadah di Kota Ambon ini setelah Walikota Ambon melakukan pertemuan bersama sekitar 800 orang penjaga rumah ibadah yang berlangsung di Conventio Hall Maluku City Mall, Kamis (3/7) hari ini.
“Jadi dari pertemuan ini tentunya kami sekali lagi, mewakili teman-teman Tuagama memberikan apresiasi kepada pak Walikota Ambon dan ibu Wakil Walikota Ambon. Selanjutnya kami para Tuagama dan teman-teman penjaga rumah ibadah tetap semangat melayani dan berkarya, serta kami mendoakan pak Walikota dan Wakil Walikota agar tetap sehat,dalam menjalankan tugas-tugas pemerintahan dengan baik, dan kami juga mendoakan Masyarakat Kota Ambon, supaya kita tetap sehat dan waspada apalagi dalam kondisi hujan di Kota Ambon saat ini. Serta kami juga menghimbau mari kita selalu menjaga tali silaturahmi antara satu dengan yang lain, agar tetap terjalin dengan baik, supaya dengan tugas-tugas yang kita jalankan, umat merasa nyaman dalam melaksanakan peribadatan, serta kiranya sukacita ibadah itu membawa doa bagi kemaslahatan kerukunan umat beribadah di Maluku yang tercinta dan lebih khususnya di Kota Ambon,” pungkasnya.
Untuk diketahui, sesuai pernyataan Walikota Ambon, Bodewin Melkias Wattimena, saat menggelar pertemuan dengan para penjaga rumah ibadah, bahwa, para penjaga rumah ibadah bisa diberikan langsung insentif setiap orang sebanyak Rp 150 ribu maupun penyerahan buku tabungan di Bank Maluku.
“Kita punya janji-janji kampanye dalam rancangan visi dan misi. Ini tertuang dalam 17 program prioritas. Kita mulai wujudkan satu per satu ketika dilantik menjabat Walikota dan Wawali di 5 bulan terakhir. Jadi pasti kita wujudkan semua,”kata Walikota.
Dia mengaku, pihaknya memberikan insentif kepada penjaga rumah ibadah sesuai 17 program prioritas di nomor 15, yakni penguatan peran kelembagaan keagamaan, FKUB, serta pemberian insentif kepada Penjaga Masjid, Tuagama, Kostor, Penjaga Pura dan Penjaga Wihara lainya sesuai kemampuan keuangan.
“Ini bukan saja janji politik tapi bagaimana kita mereleasasikan janji dan visi misi sesuai persoalan yang ada ditengah masyarakat di Kota Ambon,” tegasnya.
Walikota mengaku, setiap penjaga rumah ibadah diberikan setiap orang Rp 150 ribu. Insentif diberikan sesuai kemampuan keuangan Pemkot Ambon.
”Ini bukan soal jumlahnya. Tapi bagaimana komitmen wujudkan janji kami saat kampanye,”sebutnya.
Dia mengaku, pihaknya memberikan atensi kepada tokoh agama dan penjaga rumah ibadah karena kota ini hetrogen dan butuh kehidupan bermasyarakat dengan toleransi beragama.
”Ini satu elemen penting. Selama ini yang berperan adalah para imam, MUI, pendeta dan pemimpin umat beragama lainnya. Begitu juga peran penjaga rumah ibadah memiliki tugas yang sangat berat menjaga rumah ibadah serta menjaga kebersihan. Untuk itu, saya mengucapkan terima kasih kepada tokoh agama, pimpinan keagamaan, dan para penjaga rumah ibadah bersama pemerintah berkontribusi bangun kota Ambon kearah yang lebih baik,”pungkasnya.(Reed)







