Infomalukunews.com,Ambon — Wali Kota Ambon Bodewin M. Wattimena mengajak para pelajar untuk mulai membangun kebiasaan menabung dan mengelola keuangan secara bijak sejak usia dini sebagai bekal menghadapi masa depan.
Pesan tersebut disampaikan Bodewin saat menghadiri sekaligus menjadi narasumber dalam kegiatan Puncak Hari Indonesia Menabung dan Bulan Literasi Keuangan Tahun 2026 yang digelar Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Maluku di Auditorium Universitas Pattimura Ambon, Kamis (3/9/2026).
Kegiatan tersebut mengangkat tema “Menabung Hari Ini, Sejahtera di Masa Depan: Keuangan Inklusif, Maluku Maju dan Berkelanjutan.”
Turut hadir Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa, Ketua DPRD Provinsi Maluku Benhur Watubun, pimpinan OJK, serta para pelajar tingkat SD, SMP, dan SMA di Kota Ambon.
Dalam pemaparannya yang mengangkat tema “Remaja dan Literasi Keuangan”, Bodewin menekankan bahwa kesiapan menghadapi masa depan tidak hanya ditentukan oleh kemampuan memperoleh penghasilan, tetapi juga bagaimana seseorang membangun kebiasaan baik sejak masih muda.
Menurutnya, setiap anak memiliki cita-cita dan harapan untuk masa depan. Namun, cita-cita tersebut membutuhkan proses panjang yang harus dibangun melalui pendidikan, kerja keras, ketekunan, disiplin, dan kemampuan mengelola apa yang dimiliki.
Bodewin juga mengingatkan para pelajar agar tidak menjadikan kesulitan sebagai alasan untuk menyerah.
“Kesulitan bukan tanda bahwa kita harus berhenti berusaha atau berhenti bermimpi. Tetapi kesulitan harus menjadi motivasi supaya ketika kita menghadapi tantangan dan berbagai permasalahan, kita semakin kuat untuk terus bergerak menggapai apa yang menjadi harapan kita,” pesannya.
Ia menjelaskan, konsep menabung sejatinya memiliki makna yang lebih luas daripada sekadar menyimpan uang. Menurut Bodewin, waktu, ilmu pengetahuan, kesehatan, hubungan sosial, dan karakter yang baik juga merupakan investasi penting yang akan memberikan manfaat di kemudian hari.
Karena itu, ia mendorong para pelajar untuk membiasakan diri melakukan hal-hal positif, seperti rajin belajar, memperbanyak membaca, menghormati orang tua, menjaga hubungan baik dengan teman, serta memanfaatkan waktu untuk kegiatan yang produktif.
Bodewin menyebut kebiasaan membaca sebagai salah satu bentuk investasi pengetahuan. Apa yang dipelajari dan dibaca sejak dini, kata dia, akan menjadi bekal dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan di masa mendatang.
Dalam aspek keuangan, Wali Kota juga mengajak pelajar untuk mulai belajar menyisihkan sebagian uang yang dimiliki dan menggunakannya secara terencana. Kebiasaan tersebut dapat membantu memenuhi kebutuhan di masa depan, terutama yang berkaitan dengan pendidikan.
Ia menilai, pemahaman mengenai literasi keuangan perlu ditanamkan secara bersama-sama, baik melalui keluarga maupun lingkungan pendidikan.
“Orang tua, guru, dan sekolah memiliki peran penting untuk membentuk kebiasaan anak dalam mengelola keuangan, termasuk membiasakan mereka menabung,” ujarnya.
Selain persoalan keuangan, Bodewin turut mengingatkan para pelajar mengenai pentingnya menjaga perilaku dan pergaulan. Ia meminta generasi muda tidak mudah terpengaruh oleh berbagai kebiasaan yang berpotensi menghambat masa depan.
Menurutnya, keberhasilan seseorang tidak hanya ditentukan oleh kecerdasan, tetapi juga karakter, kedisiplinan, sikap menghormati orang tua dan sesama, serta kemampuan mengambil keputusan yang tepat.
Di tengah perkembangan teknologi digital, Bodewin juga mengajak pelajar menggunakan teknologi secara bertanggung jawab. Perkembangan digital, katanya, harus dimanfaatkan untuk mendukung proses belajar dan pengembangan diri, bukan justru menjadi sumber masalah.
“Bangun masa depan dari sekarang. Apa yang dilakukan hari ini akan menentukan seperti apa kehidupan yang akan dijalani di kemudian hari,” tandasnya.(IM-03)







