TEGAKKAN PANCASILA DALAM KEHIDUPAN BERBANGSA DAN BERNEGARA DEMI INDONESIA BERKEMAJUAN.

- Publisher

Friday, 1 October 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Catatan Anak Kampung di Hari Kesaktian Pancasila 1 Oktober.
Ditulis Oleh: Darno Bin Jumat

Sebelum lanjut kata penulis mengucapkan selamat memperingati Hari Kesaktian Pancasila 1 Oktober 2021. Hari Kesaktian Pancasila yang diperingati setiap 1 Oktober merupakan peringatan perjalanan sejarah bagaimana bangsa Indonesia mempertahankan ideologi negara, ada perjuangan panjang yang harus terus diingat oleh setiap generasi bangsa Indonesia dan menjadi cerminan dalam mejalani kehidupan berbangsa dan bernegara.

Sejarah yang dimaksud adalah Peristiwa Gerakan 30 September (G 30 S). Saat itu, otoritas militer dan kelompok terbesar menyebarkan kabar, insiden G 30 S merupakan usaha PKI mengubah unsur pancasila menjadi ideologi komunis. Pemerintah orde baru lantas menetapkan 30 September sebagai Hari Peringatan Gerakan 30 September dan 1 Oktober sebagai Hari Kesaktian Pancasila di tahun 1965.

Sedikit menelisik berkaitan dengan di tahun 1965 Insident Road Show in the United States, ada suatu peristiwa monumental. Pada malam 30 September 1965 terjadi peristiwa yang menyayatkan dikenal sebagai G 30 S PKI. Keesokan harinya tanggal 1 Oktober 1965 bangsa Indonesia didukung Angkatan Bersenjata merespon dengan cepat, yaitu tentara bersama rakyat mencari para korban kebiadaban PKI serta melakukan pengejaran dan penumpasan terhadap PKI. Maka masa pemerintahan Presiden Soeharta ditetapkan 1 Oktober sebagai “Hari Kesaktian Pancasila”.

Selanjutnya peristiwa Lubang Buaya merupakan puncak dari keganasan G 30 S PKI yang telah memakan korban “7 Pahlawan Refolusi”, pejuang-pejuang bangsa Indonesia yakni: Jend. TNI Anumerta Achmad Yani, Letjen. TNI Anumerta Suprapto, Letjen TNI Anumerta S. Parman, Letjen TNI Anumerta M.T. Haryono, Letjen TNI Anumerta D.I. Panjaita, Mayjen TNI Anumerta Sutoyo S, dan Kapten CZI TNI Anumerta Pierre Tendean (Perwira pertama), kepada mereka dianugrahkan gelar “Pahlawan Refolusi”. Sehingga lokasi lokasi tersebut dibangung sebuah tugu untuk menghormati pahlawan-pahlawan tersebut, tugu itu dinamai “Tugu Kesaktian Pancasila”. Tomi Erizal “Membumikan Nilai-Nilai Pancasila”, (Jurnal Social 2016).

Hari Kesaktian Pancasila 1 Oktober harus dijadikan sebagai kesempatan untuk merefleksikan pancasila dan nilai-nilai yang terkandung didalamnya, hal ini sangat penting kepada kepala negara sekaligus kepala pemerintahan serta stakeholder pemangku kebijakan di Negara Kesatuan RI khusunya bagi generasi muda bangsa Indonesia. Kesaktian yang dimaksud adalah memaknai pancasila secara aktif mampu melakukan sesuatu, membumikan nilai-nilai yang terkandung dalam pancasila dan harus mampu mentransformasikan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Oleh sebab itu, dalam memaknai pancasila bukan hanya sebagai pondasi negara dan sumber derivasi peraturan perundang-undangan, melainkan pancasila sebagai sumber moralitas terutama dalam hubungan dengan legitimasi kekuasaan, hukum, serta berbagai kebijakan dalam pelaksanaan dan penyelenggaraan pemerintahan negara. Dengan kata lain kita harus membumikan nilai-nilai pancasila ditengah kehidupan berbangsa dan bernegara, bukan hanya untuk deklarasi diatas kertas dan serimonial belaka.

Pancasila sebagai philosopical grondslag bangsa Indonesia telah menuangkan nilai-nilai fundamental sebagai proses kehidupan berbangsa dan bernegara, yang sangat menjunjung tinggi etika dan moral, itu haruslah terpatri dalam sanubari bagi warga negara Indonesia. Mengingat adagium yang berbunyi “lex legibus sine moribus” artinya hukum tak berarti tanpa moralitas. Prof. Jimly Ashiddiqie berpendapat: “hukum tanpa etika bagaikan kapal dilautan yang kering”.

Nilai-nilai moral yang tertuang didalam pancasila sebagai ideologi bangsa Indonesia yang merupakan negara hukum sebagaimana termaktub didalam Pasal 1 ayat (3) UUD NRI Tahun 1945, haruslah berjalan beriringan agar harmonisasi di dalam pelaksanaan pemerintahan negara berjalan dengan baik. Cita-cita bangsa Indonesia untuk mewujudkan good government and clean government dari waktu ke waktu seakan berjalan begitu lamban, moral dan etika pejabat negara sebagai pemangku amanah yang diberikan rakyat untuk mewujudkan kedaulatan belum mampu membingkai dalam mewujudkan pemerintahan sebagaimana tertuang dalam alinea ke-4 Pembukaan UUD NRI Tahun 1945.

JJ. Rousseau seorang filsuf Prancis, dalam teori kontrak sosialnya menyatakan bahwa: “Masyarakat pada dasarnya telah menyerahkan kehendak-kehendaknya terhadap pemerintah untuk mendapatkan perlindungan, jaminan dan penghidupan yang lebih baik”. Pernyataan tersebut sejatinya telah memberikan makna bahwa tanggung jawab yang diemban oleh pejabat negara dalam rangka mewujudkan kehendak rakyat haruslah didasarkan atas prinsip moral dan etika.

Maka dari itu dengan adanya tulisan ini guna memperingati Hari Kesaktian Pancasila, merealisasikan poin dan nilai-nilai yang terkandung didalamnya serta memperkuat etika dan moral. Sehingga dapat terciptanya Indonesia Maju dan Berkembang. Dengan engan kalimat lain “Jangan Hanya Manis di Bibir Tetapi Pahit Dalam Kenyataan”.

Terkhir saya tegas lagi bahwa, sangatlah penting untuk mendalami, meneladani, memahami dan membumikan pancasila dalam kehidupan. Jangan hanya jadikan pancasila sebatas wacana atau perbincangan dalam rapat pemerintahan maupun diskusi-diskusi intelektual yang hanya retorika belaka tetapi minus dalam implementasinya.

Mungkin demikian yang dapat saya tuliskan, apabila terdapat kesalahan dalam bentuk apapun saya sebagai penulis mohon maaf dan sangat membutuhkan bimbingan dari pembaca. Terima kasih!


Penulis adalah mahasiswa Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Jakarta, asal Kecamatan Kepulauan Manipa, Kabupaten Seram Bagian Barat, Provinsi Maluku)

Berita Terkait

“Sinergitas TNI dan Para Dai” Danrindam Tekankan Komitmen Kebangsaan Demi Keutuhan NKRII ‎
DPRD Maluku Ingatkan Pentingnya Realisasi Rekomendasi LKPJ
Polisi Kirim SPDP Kasus Pembunuhan Nus Kei ke Kejaksaan, Penanganan Masuk Tahap Lanjutan
Pemkot Ambon Perkuat Fasilitasi Haji 2026, Manasik Jadi Bekal Kemandirian Jamaah
Bupati SBB Ir. Asri Arman Diduga ‘Tipu Negara’, Lantik Pejabat yang Belum Penuhi Syarat
Fatlolon Dituntut 8 Tahun, Isu Diskriminasi Bayangi Kasus PT Tanimbar Energi
Wali Kota Apresiasi Perumdam Tirta Yapono yang Raih Top BUMD Bintang 4  
Polri Tegaskan Rekrutmen Taruna-Taruni Akpol 2026 Bersih, Transparan, Akuntabel, dan Humanis
Berita ini 88 kali dibaca

Berita Terkait

Thursday, 7 May 2026 - 22:49 WIT

“Sinergitas TNI dan Para Dai” Danrindam Tekankan Komitmen Kebangsaan Demi Keutuhan NKRII ‎

Saturday, 25 April 2026 - 16:55 WIT

DPRD Maluku Ingatkan Pentingnya Realisasi Rekomendasi LKPJ

Wednesday, 22 April 2026 - 19:39 WIT

Polisi Kirim SPDP Kasus Pembunuhan Nus Kei ke Kejaksaan, Penanganan Masuk Tahap Lanjutan

Friday, 17 April 2026 - 23:12 WIT

Pemkot Ambon Perkuat Fasilitasi Haji 2026, Manasik Jadi Bekal Kemandirian Jamaah

Friday, 17 April 2026 - 08:12 WIT

Bupati SBB Ir. Asri Arman Diduga ‘Tipu Negara’, Lantik Pejabat yang Belum Penuhi Syarat

Berita Terbaru

Daerah

7 Jema’ah haji Asal Aru Dilepas Wakil Bupati Djumpa 

Monday, 11 May 2026 - 14:23 WIT