INFOMALUKUNEWS.COM;DOBO,–Kejaksaan Negeri Kepulauan Aru menetapkan 1 orang tersangka tambahan dalam perkara Dugaan Tindak Pidana Korupsi Penyalahgunaan / Penyimpangan dalam Pembangunan Gedung Layanan Perpustakaan yang bersumber dari APBD Kabupaten Kepulauan Aru Tahun Anggaran 2022.
Bahwa dalam perkara ini, Tersangka “N” merupakan Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Kepulauan Aru dan juga selaku PA (Pengguna Anggaran) pada
Pembangunan Gedung Layanan Perpustakaan yang bersumber dari APBD Kabupaten kepulauan Aru Tahun Anggaran 2022. Kata Kepala Kejaksaan Negeri Dobo Sumanggar Siagian SH. saat Rilis Pers (21/1)
Bahwa berdasarkan hasil penyidikan sesuai dengan Surat Perintah Penyidikan Kepala
Kejaksaan Negeri Kepulauan Aru Nomor : PRINT07/0.1.15/Fd.1/10/2024 tanggal 23 Oktober 2024 telah ditemukan suatu peristiwa yang diduga sebagai tindak pidana.
Sehingga mengakibatkan kerugian negara berdasarkan PKN sebesar kurang lebih RP 1,5 Miliar. Diantara nya Rp 748.585.148 adalah audit perhitungan kerugian keuangan Negara dan denda keterlambatan sebesar Rp 824.324.762,49.
Sebagaimana Laporan Hasil Audit PKKN
Nomor: 700.1.2.2.2/03/X11/2024 tanggal 10 Desember 2024 yang di keluarkan oleh Inspektorat Daerah Kab. Kepulauan Aru.
Bahwa penetapan tersangka “N” selaku Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Kepulauan Aru merupakan pengembangan dalam perkara WM dan JL yang merupakan penyedia dan PPK dalam pembangunan gedung perpustakaan yang bersumber dari APBD Aru tahun 2022.
Bahwa Penyidik masih terus mendalami semua pihak – pihak yang di duga terlibat dalam pekerjaan pembangunan gedung perpustakaan yang bersumber dari APBD.
Bahwa tersangka N disangkakan melanggar primair pasal 2 ayat (1) jo pasal 18 UU RI nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dan ditambah dengan UU RI nomor 20 tahun 2001 tentang perubahan atas undang-undang nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat 2 ayat 1 ke-1 KUHPidana pasal 3 jo pasal 18 UU RI no 31 tahun 1999.
Bahwa selanjutnya Tersangka “N” pada hari ini Selasa 21 Januari 2025 akan dilakukan penahanan oleh Penyidik Kejaksaan Negeri Kepulauan Aru selama 20 (dua puluh) hari kedepan di Lapas Kelas III Dobo sampai dengan tanggal 11 Februan 2025.(TiM-IM)







