IM — Ambon.’ — Berdasarkan penjelasan Menko Maritim dan Investasi (Marves) Luhut Binsar Panjaitan kepada delapan orang wakil Maluku di senayan bahwa lokasi yang di siapkan oleh pemerintah daerah Maluku untuk pembangunan Proyek LIN dan ANP tidak memenuhi syarat berdasarkan hasil analisa dampak Lingkungan karena di temukan adanya gunung berapi aktif pada dasar laut di Lokasi tersebut.
Sementara menurut pemerintah daerah Maluku bahwa lokasi yang di siapkan telah memenuhi syarat sehingga telah di lakukan persiapan dalam bentuk pelepasan lahan dari Masyarakat pemilik hak, ucap Abdul Hamid Rahayan, kepada media ini, Minggu(3/4).
Atas dasar tersebut menjadi pertanyaan sebenarnya siapa yang BERBOHONG dengan tujuan jahat untuk menghambat proyek LIN dan ANP tersebut,
,apakah Mentri Luhut Ataukah Pemda Maluku, ujar mantan penjabat Walikota Tual ini.
Ia katakan, Hal ini wajib di jelaskan oleh Mentri Luhut dan Gubernur Maluku Murad Ismail, agar ada kepastian. Siapa yang memiliki niat jahat dan berkhianat kepada Rakyat maluku untuk menghambat keberadaan Proyek LIN dan ANP di Maluku.
Tentu kedua belah pihak harus menjelaskan secara ilmiah dan jujur Kepada Rakyat Maluku ,agar Rakyat Maluku dapat mengetahui siapa penghianat yang tidak menghendaki atau menghambat proyek tersebut, karena bagi Rakyat Maluku proyek LIN dan ANP sangat di butuhkan agar tercipta lapangan pekerjaan dan terjadi peningkatan pendapatan Rakyat Maluku.
Oleh karena itu, “saya mintakan penjelasan dari kedua belah pihak kepada publik agar ada kepastian dan juga menjadi dasar untuk presiden dapat mengeluarkan peraturan presiden tentang pembangunan LIN dan ANP tersebut”.
Sebab jika belum ada kepastian lokasi maka tidak mungkin Presiden Joko Widodo dapat menerbitkan kepresnya. karena kepres harus menjelaskan tentang jenis proyek,lokasi tempat proyek di laksanakan dan sumber pendanaannya,
Sekali lagi, Rahayan katakan, selain Mentri Luhut memberikan penjelasan kepada publik akan tetapi Gubernur Maluku Murad Ismail wajib untuk menyampaikan tentang layak tidaknya lokasi yang di siapkan untuk proyek LIN dan ANP kepada rakyat Maluku agar menjadi pengetahuan publik, ujarnya.
“Karena Gubernur Murad Ismail harus menyadari bahwa anda dipilih oleh Rakyat Maluku untuk menjadi Gubernur dengan harapan dapat memajukan daerah, menciptakan lapangan pekerjaan dan juga harapan tersebut sesuai dengan visi dan misi anda”, ujarnya.
“Oleh karena itu, Murad Ismail harus pro aktif untuk mewujudkanya. Sehingga anda tidak di anggap orang yang gagal dalam memenuhi harapan Rakyat Maluku sekaligus tidak dapat melaksanakan visi dan misi untuk mensejahterakan Rakyat Maluku”, pungkasnya Rahayan.(IM03)






